... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PBB Khawatir Perjanjian Turki-Rusia Picu Pertempuran Antarfaksi Oposisi

Foto: Demonsrasi warga Idlib beberapa hari lalu menolak rencana agresi rezim Assad dan Rusia

KIBLAT.NET, New York – Wakil Sekretaris Jenderal untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat PBB, Jan Egeland, khawatir kesepakatan Turki dan Rusia atas Idlib menambah pertempuran antara sesama kelompok oposisi bersenjata. Meskipun demikian, ia optimis perjanjian itu dapat mencegah pertempuran besar antara rezim dan oposisi.

“Kami berharap daerah-daerah (di Suriah utara) akan terhindar dari perang. Akan tetapi mungkin akan ada banyak pertempuran antara kelompok-kelompok oposisi,” kata Egeland, seperti dilansir Reuters pada Kamis (20/09).

Untuk itu, ia meminta penjelasan rincian poin-poin kesepakatan antara dua negara penjamin itu. Terlebih soal pernyataan mereka yang optimis dengan kemampuan yang dimiliki mencegah pertempuran di wilayah oposisi terakhir itu.

Presiden Rusia dan Turki, Vladimir Putin dan Recep Tayyip Erdogan, Senin lalu, menekan sedikitnya 10 poin kesepakatan untuk solusi Idlib. Rezim dan oposisi “moderat” setuju dengan isi kesepakatan itu, sementara faksi-faksi jihadis menolak.

Poin utama yang menjadi sorotan dalam kesepakatan itu, pembentukan zona demiliterisasi seluas 15-20 kilometer. Zona ini berada di garis kontak antara wilayah oposisi dan rezim.

Kelompok-kelompok yang disepakati oleh Turki dan Rusia masuk dalam daftar “teroris” harus disterilkan dari baris depan front dengan wilayah rezim. Wilayah itu hanya boleh dikontrol faksi-faksi “moderat” dan mereka hanya boleh memegang senjata ringan. Senjata berat, seperti tank dan meriam, harus disterilkan.

BACA JUGA  Ketiga Belas Kalinya, Rusia Veto Proposal terkait Suriah di DK PBB

Turki dan Rusia akan menerjunkan tentara bahkan kekuatan udara untuk melindungi zona ini.

Kesepakatan Turki-Rusia itu ingin memisahkan antara pejuang jihadis dan oposisi Suriah yang saat ini bekerja sama. Belum diketahui langkah-langkah pejuang jihadis untuk menghadapi perkembangan terbaru ini.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Mobil Partai Perindo Tampak di Acara Konferensi Pers Elemen Muda 212

Belakangan diketahui, pemiliknya adalah Beni Pramula, Ketua Koalisi Muda Partai Perindo

Jum'at, 21/09/2018 05:58 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Pertarungan Abadi antara Haq Dan Bathil

Khutbah Jumat: Pertarungan Abadi antara Haq Dan Bathil

Kamis, 20/09/2018 20:30 0

Indonesia

Muncul Elemen Muda 212 Menyatakan Penolakan Hasil Ijtima Ulama

Sekelompok orang mengatasnamakan diri Elemen Muda 212 menentang sikap GNPF Ulama yang secara terang-terangan memberi dukungan politik kepada salah satu capres-cawapres melalui agenda Ijtima Ulama I dan II.

Kamis, 20/09/2018 17:02 0

Indonesia

GP Ansor Riau Mengaku Dukung Pengajian Ustadz Abdul Somad

"Jangan dibiarkan masyarakat semakin panas dengan isu yang semakin liar ini. Itu yang saya mohonkan kepada lembaga adat untuk mediasi. Kalau di Riau tidak kondusif, pertemuannya buat di Jakarta," sambung Purwaji.

Kamis, 20/09/2018 16:30 0

Indonesia

Kirab Satu Negeri Ditolak, GP Ansor Riau Sebut Ada Kesalahpahaman

Purwaji mengatakan bahwa Kirab akan tetap digelar di Siak. Sebab, ia sudah melakukan mediasi dengan pihak kerajaan dan Kepolisian.

Kamis, 20/09/2018 15:51 1

Editorial

Editorial: Menari di atas Bencana (Lombok)

Masa transisi darurat ke pemulihan ditetapkan Gubernur NTB selama 180 hari hingga 26 Februari 2019. Namun, isu-isu yang beredar di sekitar episentrum gempa tak kalah menarik untuk diperbincangkan.

Kamis, 20/09/2018 15:50 0

Indonesia

Komnas HAM Ragu Pemerintah Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisioner Komnas HAM, Munafrizal Manan menilai bahwa belum ada kesungguhan dari Pemerintah...

Kamis, 20/09/2018 14:50 0

Indonesia

Kirab Satu Negeri GP Ansor Juga Ditolak di Kepulauan Meranti

"Kami menolak secara tegas atas penyelenggaraan kegiatan zikir kebangsaan tersebut di wilayah Kabupaten Kepulauan Mereanti, khususnya dan Riau umumnya. Karena kegiatan tersebut dapat menimbulkan berbagai penafsiran," ucapnya.

Kamis, 20/09/2018 14:37 0

Indonesia

Data Kasus Extrajudicial Killing Oleh Polisi Memprihatinkan

Ia menegaskan bahwa Presiden harus memberikan teguran kepada Kepolisian. Karena jika tidak demikian, Presiden dianggap melakukan pembiaran.

Kamis, 20/09/2018 13:41 0

Indonesia

Sebelum 2018, Tidak Ada Permintaan Fatwa tentang Vaksin MR ke MUI

Terkait vaksin Measles Rubella (MR), Ma'ruf mengungkapkan bahwa Kementerian Kesehatan tidak meminta fatwa langsung tentang vaksin tersebut sebelum tahun 2018. 

Kamis, 20/09/2018 12:01 0

Close