... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

DPR: Impor Beras Akan Mematikan Petani Indonesia

Foto: Proses impor beras di pelabuhan (vietnamsupplychain)

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi tidak setuju rencana Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk impor beras lagi. Ia menegaskan impor beras dapat mematikna produktivitas petani.

“Sebaiknya Kemendag minta data produksi dari Kementan, sebelum memutuskan kebijakan impor, melalui rapat koordinasi terbatas Kemenko Perekonomian,” kata Yoga dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Jumat (21/09/2018).

Menurut Yoga, data di Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Urusan Logistik (Bulog) menyebutkan ada stok beras 2,4 juta ton. Daari jumlah itu sebanyak 1,8 juta ton berasal dari hasil impor. “Masa mau impor beras lagi?” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keinginan Kemendag untuk impor berarti tidak mendukung membangun Indonesia dari pinggiran melalui pemberdayaan potensi desa. Seharusnya, lahan pertanian di desa harus dimaksimal perannya untuk mewujudkan kemandirian pangan.

“Mengapa solusinya selalu impor? Petani harus dilindungi dan harga komoditas di pasar harus dikendalikan,” paparnya.

Dia menilai Kemendag juga telah menurunkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar karena produksi pangan dalam negeri kurang bersaing di dunia internasional. Karenanya, butuh inovasi, ketekunan, dan kerja keras untuk memperjuangkan hasil pertanian Indonesia agar go international.

“Jika negara terus impor, maka produktivitas rakyat akan mati. Impor itu akan mematikan petani Indonesia dan menjadikan negara tidak berdaulat,” tandasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Khutbah Jumat: Berdiri di Barisan Ahlul Haq – Ust. Abu Harits, Lc.

KIBLAT.NET – Satu hal harus umat Islam ingat saat mengucap syahadat Laa Ilaha Illallah maka...

Jum'at, 21/09/2018 16:07 0

Asia

Bantu Pengungsi Rohingya dari Krisis Air Bersih, One Care Bangunkan Sumur

Para pengungsi Rohingya masih menghadapi beragam masalah. Salah satunya adalah mengenai kebutuhan air bersih.

Jum'at, 21/09/2018 13:54 0

Palestina

Kepalanya Ditembak Tentara Israel, Bocah Gaza Tewas Seketika

Dari wilayah sebelah selatan Gaza, kabar duka datang kembali. Seorang bocah Gaza, asal wilayah Rafah gugur setelah tertembak peluru dari militer Israel.

Jum'at, 21/09/2018 13:25 0

Mesir

Dilarang Ceramah Rezim Al-Sisi, Syaikh Ruslan: Kami Mendengar dan Taat

Ia merupakan rujukan gerakan Salafi Al-Mandkholi Mesir. Ia yang menyerang habis-habisan Organisasi Ikhwanul Muslimin dalam ceramah-ceramahnya, sebagaimana kelompok salafi lainnya.

Jum'at, 21/09/2018 10:00 0

Amerika

PBB Khawatir Perjanjian Turki-Rusia Picu Pertempuran Antarfaksi Oposisi

“Kami berharap daerah-daerah (di Suriah utara) akan terhindar dari perang. Akan tetapi mungkin akan ada banyak pertempuran antara kelompok-kelompok oposisi,” kata Egeland, seperti dilansir Reuters pada Kamis (20/09).

Jum'at, 21/09/2018 08:53 0

Amerika

PBB Minta Rusia dan Turki Jelaskan Rincian Kesepakatan Idlib

"Kami telah mengirim undangan ke Rusia dan Turki untuk meminta penjelasan yang ada dalam kesepakatan itu, pesan dasar yang kami terima bahwa kami sangat optimis dengan kemampuan yang ada dapat mencegah perteumpahan darah dan perang besar,” kata Jan Egeland, kepala urusan kemanusiaan PBB kepada Reuters.

Jum'at, 21/09/2018 07:44 0

Suriah

Anadolu: 120 Ribu Teroris Bentukan Iran Terjun di Suriah

Kelompok milisi Syiah dukungan Iran itu tersebar di sekitar Idlib (barat laut), Damaskus (selatan) dan Deir Zour (timur).

Jum'at, 21/09/2018 06:45 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Pertarungan Abadi antara Haq Dan Bathil

Khutbah Jumat: Pertarungan Abadi antara Haq Dan Bathil

Kamis, 20/09/2018 20:30 0

Editorial

Editorial: Menari di atas Bencana (Lombok)

Masa transisi darurat ke pemulihan ditetapkan Gubernur NTB selama 180 hari hingga 26 Februari 2019. Namun, isu-isu yang beredar di sekitar episentrum gempa tak kalah menarik untuk diperbincangkan.

Kamis, 20/09/2018 15:50 0

Suriah

Faksi-Faksi Jihadis di Idlib Tolak Kesepakatan Erdogan-Putin

Zona tersebut juga harus steril dari senjata berat. Zona ini berada di garis kontak wilayah oposisi dan rezim

Kamis, 20/09/2018 14:20 0

Close