... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dilarang Ceramah Rezim Al-Sisi, Syaikh Ruslan: Kami Mendengar dan Taat

Foto: Syaikh Muhammad Sa’id Ruslan

KIBLAT.NET, Kairo – Pemerintah Mesir mencabut izin khutbah dan menyampaikan kajian terhadap ulama kelompok “salafi” Mesir, Syaikh Muhammad Sa’id Ruslan. Padahal, ia dikenal penceramah pendukung rezim Abdul Fatah Al-Sisi karena menganggap Al-Sisi Ulil Amri yang wajib ditaati.

Menurut harian Youm7, seperti dilansir Arabi21.com pada Kamis (20/09), Departemen Wakaf Mesir mengatakan bahwa tak boleh ada satupun yang terhindar dari undang-undang dan hukuman.

Wakil Menteri Wakaf di Monofiya, Syaikh Ahmad Abd Al-Mu’min, ditugaskan untuk menggantikan Ruslan menjadi khatib khutbah Jumat dan menunjukkan dua imam lainnya.

Departemen Wakaf menekan bahwa siapapun tidak boleh melampui batas di atas mimbar, melanggar instruksi Departemen Wakaf, keluar dari manhaj “moderat” atau menjadikan masjid untuk menyebarkan ide-ide tak konsisten, kebenaran Islam dan pemerintahan yang baik.

Menurut jurnalis Youm7, Mohammed Al-Baz, penyebab Syaikh Ruslan dilarang khutbah karena dianggap melecehkan Nabi Ayub. Ia mengatakan,”Ayyub dibuang di tempat sampah.”

Al-Baz menambahkan, Ruslan berusaha membantah tuduhan itu dengan mengatakan bahwa hal tersebut bukan ungkapan darinya namun menukil pernyataan Ibnu Katsir.

Syaikh Ruslan sendiri menyeru pendukungnya menerima keputusan tersebut dan sabar atas ujian ini.

“Ulil Amri bertanggung jawab atas kepentingan negara dan hamba di hadapan Allah, kemudian di hadapan manusia dan sejarah. Mereka lebih paham kepentingan terbaik negara daripada kita, lebih jauh memandang daripada pandangan kita. Janganlah kalian melecehkan mereka. Kita mendengar dan taat kepada mereka selama tidak menyeru kepada maksiat,” kata Ruslan dalam pernyataannya kepada para pengikut setianya.

BACA JUGA  Tuntut Al-Sisi Mundur, Warga Mesir Angkat Tagar "Cukup Pak Presiden"

Dia menekankan tidak boleh seorang pun mengungkapkan kata kasar dan tak senonoh kepada Departemen Wakaf. Sudah taqdir dan ketentuan Allah menguji peniti manhaj nabi dalam menjalankannya, setelah memberikan penjelasan ilmiah terkait hak-hak Ulil Amri.

Perlu dicatat, Ruslan merupakan ulama paling menonjol dari kelompok yang dikenal “Salafi Mandkhali”, disandarkan pada pengikut pemikiran Syaikh Mandkhali dari Yaman. Ia termasuk tokoh Islam yang menyerang habis-habisan Organisasi Ikhwanul Muslimin dalam ceramah-ceramahnya, sebagaimana kelompok salafi lainnya.

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Mobil Partai Perindo Tampak di Acara Konferensi Pers Elemen Muda 212

Belakangan diketahui, pemiliknya adalah Beni Pramula, Ketua Koalisi Muda Partai Perindo

Jum'at, 21/09/2018 05:58 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Pertarungan Abadi antara Haq Dan Bathil

Khutbah Jumat: Pertarungan Abadi antara Haq Dan Bathil

Kamis, 20/09/2018 20:30 0

Indonesia

Muncul Elemen Muda 212 Menyatakan Penolakan Hasil Ijtima Ulama

Sekelompok orang mengatasnamakan diri Elemen Muda 212 menentang sikap GNPF Ulama yang secara terang-terangan memberi dukungan politik kepada salah satu capres-cawapres melalui agenda Ijtima Ulama I dan II.

Kamis, 20/09/2018 17:02 0

Indonesia

GP Ansor Riau Mengaku Dukung Pengajian Ustadz Abdul Somad

"Jangan dibiarkan masyarakat semakin panas dengan isu yang semakin liar ini. Itu yang saya mohonkan kepada lembaga adat untuk mediasi. Kalau di Riau tidak kondusif, pertemuannya buat di Jakarta," sambung Purwaji.

Kamis, 20/09/2018 16:30 0

Indonesia

Kirab Satu Negeri Ditolak, GP Ansor Riau Sebut Ada Kesalahpahaman

Purwaji mengatakan bahwa Kirab akan tetap digelar di Siak. Sebab, ia sudah melakukan mediasi dengan pihak kerajaan dan Kepolisian.

Kamis, 20/09/2018 15:51 1

Editorial

Editorial: Menari di atas Bencana (Lombok)

Masa transisi darurat ke pemulihan ditetapkan Gubernur NTB selama 180 hari hingga 26 Februari 2019. Namun, isu-isu yang beredar di sekitar episentrum gempa tak kalah menarik untuk diperbincangkan.

Kamis, 20/09/2018 15:50 0

Indonesia

Komnas HAM Ragu Pemerintah Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisioner Komnas HAM, Munafrizal Manan menilai bahwa belum ada kesungguhan dari Pemerintah...

Kamis, 20/09/2018 14:50 0

Indonesia

Kirab Satu Negeri GP Ansor Juga Ditolak di Kepulauan Meranti

"Kami menolak secara tegas atas penyelenggaraan kegiatan zikir kebangsaan tersebut di wilayah Kabupaten Kepulauan Mereanti, khususnya dan Riau umumnya. Karena kegiatan tersebut dapat menimbulkan berbagai penafsiran," ucapnya.

Kamis, 20/09/2018 14:37 0

Indonesia

Data Kasus Extrajudicial Killing Oleh Polisi Memprihatinkan

Ia menegaskan bahwa Presiden harus memberikan teguran kepada Kepolisian. Karena jika tidak demikian, Presiden dianggap melakukan pembiaran.

Kamis, 20/09/2018 13:41 0

Indonesia

Sebelum 2018, Tidak Ada Permintaan Fatwa tentang Vaksin MR ke MUI

Terkait vaksin Measles Rubella (MR), Ma'ruf mengungkapkan bahwa Kementerian Kesehatan tidak meminta fatwa langsung tentang vaksin tersebut sebelum tahun 2018. 

Kamis, 20/09/2018 12:01 0

Close