... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Anadolu: 120 Ribu Teroris Bentukan Iran Terjun di Suriah

Foto: Milisi Syiah asal Afghanistan di Suriah/ilustrasi

KIBLAT.NET, Ankara – Iran mendukung sekutunya Presiden Suriah Bashar Assad dengan 120 ribu teroris asing sejak meningkatnya operasi militer di Negara itu hingga hari ini. Rezim bersandar pada milisi-milisi itu untuk menggantikan tentaranya yang sudah rapuh melawan pejuang oposisi.

Kelompok milisi Syiah dukungan Iran itu tersebar di sekitar Idlib (barat laut), Damaskus (selatan) dan Deir Zour (timur).

Setidaknya dua puluh kelompok milisi teroris asing dukungan Iran mengepung wilayah oposisi di Idlib dari tiga sisi. Sebanyak 232 titik militer mereka dirikan di sekeliling Idlib.

Kantor berita Turki Anadolu Agency (AA) mengali informasi dari media Iran dan sumber oposisi menyebutkan bahwa intervensi Iran melalui milisi-milisi asing bentukannya ke Suria itu dimulai di awal 2014.

Namun, kata AA dalam laporannya yang dipublis pada kamis (20/09), sumber-sumber oposisi bersenjata Suriah menegaskan bahwa milisi Hizbullah yang didukung Iran masuk pertama kalinya ke Suriah pada akhir 2012, terutama dalam operasinya di perbatasan Lebanon-Suriah. Enam bulan kemudian, milisi tersebut memainkan peran kunci dalam mengendalikan Kota Al-Qushir di provinsi barat daya Homs (Suriah tengah).

Sejak dimulainya intervensi militer Iran, para perwira Garda Revolusi Iran aktif di Suriah menjadi instruktur militer. Sebagian lain muncul di dalam barisan pasukan asing pendukung Assad.

Selain intervensi dalam pertempuran, Iran juga memberikan dukungan logistik dan pelatihan kepada milisi yang berperang di Suriah di barisan rezim.

BACA JUGA  Laporan: Sistem Rudal S-400 Rusia Gagal Deteksi Jet Tempur Rusia

Intervensi Iran semakin intensif ketika faksi-faksi oposisi mampu mengontrol semua provinsi Idlib, pada bulan April 2015. Sejak saat itu, rezim mengakui jumlah tentaranya turun drastis dan mengalami kesulitan.

Iran lalu kian menggencarkan pengiriman puluhan ribu militan asing dari Iraq, Afghanistan dan Pakistan.

Milisi-milisi teroris itu memainkan peran penting dalam pengepungan wilayah oposisi di Damaskus, seperti Zabadani, Madaya dan Wadi Barada. Di mana puluhan warga sipil meregang nyawa akibat kelaparan setelah seluruh jalur pasokan diputus. Kondisi itu akhirnya memaksa pejuang oposisi menyerah kepada rezim dan dievakuasi ke Idlib.

Mereka juga memiliki peran penting dalam perebutan Aleppo dari tangan oposisi. Cara yang dilakukan sama, mengepung kemudian serangan udara.

Iran juga harus membayar mahal keterlibatannya di Suriah. Setidaknya 15 jenderal tewas di Suriah. Sementara jumlah prajurit yang tewas di tangan pejuang oposisi mencapai ribuan.

Sumber: Anadolu Agency
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Mobil Partai Perindo Tampak di Acara Konferensi Pers Elemen Muda 212

Belakangan diketahui, pemiliknya adalah Beni Pramula, Ketua Koalisi Muda Partai Perindo

Jum'at, 21/09/2018 05:58 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Pertarungan Abadi antara Haq Dan Bathil

Khutbah Jumat: Pertarungan Abadi antara Haq Dan Bathil

Kamis, 20/09/2018 20:30 0

Indonesia

Muncul Elemen Muda 212 Menyatakan Penolakan Hasil Ijtima Ulama

Sekelompok orang mengatasnamakan diri Elemen Muda 212 menentang sikap GNPF Ulama yang secara terang-terangan memberi dukungan politik kepada salah satu capres-cawapres melalui agenda Ijtima Ulama I dan II.

Kamis, 20/09/2018 17:02 0

Indonesia

GP Ansor Riau Mengaku Dukung Pengajian Ustadz Abdul Somad

"Jangan dibiarkan masyarakat semakin panas dengan isu yang semakin liar ini. Itu yang saya mohonkan kepada lembaga adat untuk mediasi. Kalau di Riau tidak kondusif, pertemuannya buat di Jakarta," sambung Purwaji.

Kamis, 20/09/2018 16:30 0

Indonesia

Kirab Satu Negeri Ditolak, GP Ansor Riau Sebut Ada Kesalahpahaman

Purwaji mengatakan bahwa Kirab akan tetap digelar di Siak. Sebab, ia sudah melakukan mediasi dengan pihak kerajaan dan Kepolisian.

Kamis, 20/09/2018 15:51 1

Editorial

Editorial: Menari di atas Bencana (Lombok)

Masa transisi darurat ke pemulihan ditetapkan Gubernur NTB selama 180 hari hingga 26 Februari 2019. Namun, isu-isu yang beredar di sekitar episentrum gempa tak kalah menarik untuk diperbincangkan.

Kamis, 20/09/2018 15:50 0

Indonesia

Komnas HAM Ragu Pemerintah Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisioner Komnas HAM, Munafrizal Manan menilai bahwa belum ada kesungguhan dari Pemerintah...

Kamis, 20/09/2018 14:50 0

Indonesia

Kirab Satu Negeri GP Ansor Juga Ditolak di Kepulauan Meranti

"Kami menolak secara tegas atas penyelenggaraan kegiatan zikir kebangsaan tersebut di wilayah Kabupaten Kepulauan Mereanti, khususnya dan Riau umumnya. Karena kegiatan tersebut dapat menimbulkan berbagai penafsiran," ucapnya.

Kamis, 20/09/2018 14:37 0

Indonesia

Data Kasus Extrajudicial Killing Oleh Polisi Memprihatinkan

Ia menegaskan bahwa Presiden harus memberikan teguran kepada Kepolisian. Karena jika tidak demikian, Presiden dianggap melakukan pembiaran.

Kamis, 20/09/2018 13:41 0

Indonesia

Sebelum 2018, Tidak Ada Permintaan Fatwa tentang Vaksin MR ke MUI

Terkait vaksin Measles Rubella (MR), Ma'ruf mengungkapkan bahwa Kementerian Kesehatan tidak meminta fatwa langsung tentang vaksin tersebut sebelum tahun 2018. 

Kamis, 20/09/2018 12:01 0

Close