... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengungsi Palestina di Yordania Terancam Tak Bisa Lagi Haji dan Umrah

Foto: Jemaah haji sedang melaksanakan ibadah wukuf saat musim haji 14 Oktober 2013 (Reuters/Ibraheem Abu Mustafa)

KIBLAT.NET, Jeddah- Kerajaan Arab Saudi melarang warga Palestina yang memegang paspor sementara Yordania untuk memasuki negaranya. Akibatnya, ratusan ribu warga Palestina terancam tidak bisa melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Dilansir dari Middle East Eye, Kamis (20/09/2018), agen-agen travel umrah dan haji membenarkan adanya aturan tersebut. Kendati tidak ada pengumuman resmi, namun sejumlah agen telah menerima pemberitahuan sejak awal bulan ini, bahwa mereka tidak bisa lagi mengajukan visa bagi siapa saja yang ingin memasuki Arab Saudi dengan paspor sementara Yordania.

“Saya dapat mengkonfirmasi bahwa mereka (konsulat Saudi di Amman) memberitahu kami untuk tidak mengirim paspor sementara Yordania untuk mendapatkan visa. Konsulat Saudi memberi tahu kami baru-baru ini, dan pesan mereka tidak ditulis tetapi verbal,” kata Abu Dhiab, Ketua Jordan Society of Tourism and Travel Agents.

Akibatnya, hampir 634.000 warga Palestina yang mengungsi di Yordania dan Yerusalem Timur tidak lagi memiliki dokumen perjalanan ke Arab Saudi. Padahal setiap tahunnya, ratusan ribu warga Palestina rutin melakukan perjalanan umrah ke kota suci Makkah dan Madinah.

Paspor sementara Yordania adalah dokumen yang berlaku selama lima tahun. Dokumen ini hanya dikeluarkan untuk orang-orang Palestina yang tinggal di Yerusalem Timur dan Yordania.

Pada mulanya paspor itu hanya berlaku bagi pengungsi Palestina yang tinggal di Yordania, diperkirakan mencapai 150.000 jiwa. Namun akibat ketatnya okupasi Israel di Yerusalem Timur, warga Palestina di sana pun ikut mengajukan permohonan paspor sementara kepada Yordania.

BACA JUGA  Ingatkan Bawahan Agar Amanah, Mendagri: Pangkat dan Jabatan Tidak Dibawa Mati

Pemegang paspor sementara tidak memiliki identifikasi nasional. Sebab, mereka tidak memiliki hak penuh sebagai kewarganegaraan Yordania. Warga Palestina yang tinggal di Yerusalem Timur menggunakan paspor hanya sebagai dokumen perjalanan untuk berpindah dari satu negara ke negara lain, terutama ke sejumlah negara Arab yang tidak mengakui Israel atau dokumen perjalanan yang dikeluarkan Israel.

Aturan tersebut juga dibenarkan oleh Abu Khaled al-Jimzawi, pemilik kantor al-Odeh untuk Pariwisata di Yerusalem Timur. Ia mengatakan bahwa dia telah diberitahu tentang keputusan itu oleh Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina di Ramallah, ibukota administratif dari Otoritas Palestina di Tepi Barat.

“Kami diberitahu tentang keputusan itu pada awal September. Mereka (pihak berwenang Saudi) telah memberitahu perusahaan-perusahaan pariwisata Palestina dan Yordania dan Kementerian Wakaf Palestina bahwa mereka akan menolak mengeluarkan visa untuk paspor sementara yang tidak memiliki nomor nasional,” kata Jimzawi.

Sumber: MME
Redaktur: Syafei Irman

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Irak

Asisten Pribadi Abu Bakar Al-Baghdadi Divonis Hukuman Gantung

Intelijen Iraq mengumumkan penangkapan Al-Itsawi pada bulan Mei ketika mencoba melarikan diri ke Turki.

Kamis, 20/09/2018 09:36 0

Yaman

Menteri HAM Yaman: Pemberontak Syiah Hutsi Bunuh 14 Ribu Sipil

Dia menambahkan bahwa pihaknya mendukumentasikan kematian 14.220 warga sipil, termasuk 1.500 anak-anak, 865 perempuan. Sementara korban luka-luka sebanyak 31.127.

Kamis, 20/09/2018 07:58 0

Asia

Ahli Hadits Suriah Kunjungi Imam Bukhari Center di Uzbekistan

Warga juga menunjukkan antusiasnya dalam menyambut syaikh yang didampingi ulama Uzbekistan, Ismail Muhammad Shadiq.

Kamis, 20/09/2018 07:26 0

Video Kajian

Ust. Oemar Mita: Tips Memilih Wanita Idaman

KIBLAT.NET – Ust. Oemar Mita: Tips Memilih Wanita Idaman. Sebelum menikahi seorang perempuan, berikut adalah...

Rabu, 19/09/2018 12:00 0

Rusia

Pesawat Rusia yang Hilang di Atas Laut Suriah Tertembak Senjata Teman Sendiri

Rusia menyalahkan Israel dalam insiden ini

Rabu, 19/09/2018 10:50 0

News

Cawapres Ma’ruf Amin Soal Ijtima Ulama: Gak Ada Masalah

Menurutnya tidak ada masalah dengan gelaran acara yang memberikan dukungan kepada lawan politiknya pada Pilpres mendatang.

Rabu, 19/09/2018 10:23 0

Rusia

Ini Poin-poin Kesepakatan Turki dan Rusia Soal Idlib

Pertama: Pembentukan "zona demiliterisasi" di Idlib pada 15 Oktober, di sepanjang garis kontak antara kekuatan rezim dan faksi dengan seluas 15 hingga 20 kilometer.

Rabu, 19/09/2018 08:26 0

Amerika

Kurang dari Sebulan, DK PBB Gelar Empat Sidang Darurat Bahas Idlib

“Kesepatan (Rusia-Turki) tersebut merupakan perkembangan penting. Kami berharap kesepakatan itu segera terlaksana dengan menghormati undang-undang kemanusiaan. Kami setuju Idlib dalam kondisi tenang,” ujarnya.

Rabu, 19/09/2018 07:52 0

Palestina

Ratusan Yahudi Israel Serbu Al-Aqsha di Hari Yom Kippur

Serbuan itu dikawal polisi. Sejumlah jemaah Masjid Al-Aqsha yang menolak serbuan itu ditangkap

Rabu, 19/09/2018 07:17 0

Suriah

Pesawat Rusia Berisi 14 Tentara Hilang Kontak di Atas Laut Suriah

Para pejabat AS meyakini pesawat itu tak sengaja tertembak oleh sistem pertahanan udara rekannya sendiri, Suriah.

Selasa, 18/09/2018 21:00 0

Close