... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komnas HAM Ragu Pemerintah Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

Foto: Komisioner Komnas HAM, Munafrizal Manan

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisioner Komnas HAM, Munafrizal Manan menilai bahwa belum ada kesungguhan dari Pemerintah untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. Padahal, penyelesaian kasus tersebut merupakan tanggung jawab Pemerintah.

“Sampai saat ini kejaksaan agung masih belum melakukan tindakan konkrit sesuai kewenangannya dalam menyelesaikan kasus tersebut. Padahal penegakan HAM merupakan tanggung jawab Pemerintah,” katanya dalam peluncuran buku ‘Indeks Hukum Negara Indonesia Tahun 2017’ di Akmania Hotel, Jakarta Pusat pada Rabu (19/09/2018).

Ia ragu jika pemerintah benar-benar ingin menyelesaikan pelanggaran HAM berat. Karena ada pernyataan dari Kejaksaan bahwa temuan Komnas HAM soal kasus tersebut hanya opini.

“Jaksa agung mengomentari hasil Komnas HAM hanya opini dan asumsi. Ini pernyataan yang mendeklarasikan ke publik nasional dan internasional bahwa Indonesia seolah tidak mau, tidak mampu menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu. Saya agak ragu diselesaikan,” tuturnya.

“Jika Pemerintah terus berlarut-larut (tidak mengusut kasus-kasus pelanggaran HAM), maka seolah Pemerintah berharap Pengadilan HAM Internasional yang menyelesaikan ini,” sambungnya.

Persoalan HAM, kata dia, berkaitan dengan tatangung jawab Pemerintah. Jika gagal dalam pertanggungjawaban HAM, itu mencederai konstitusi.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Faksi-Faksi Jihadis di Idlib Tolak Kesepakatan Erdogan-Putin

Zona tersebut juga harus steril dari senjata berat. Zona ini berada di garis kontak wilayah oposisi dan rezim

Kamis, 20/09/2018 14:20 0

Rusia

Ini 10 Poin Memorandum Rusia-Turki terkait Idlib

Memorandum ini terdiri dari dua salinan yaitu bahasa Inggris dan Rusia, terdiri dari 10 poin kesepakatan.

Kamis, 20/09/2018 13:06 0

Irak

Asisten Pribadi Abu Bakar Al-Baghdadi Divonis Hukuman Gantung

Intelijen Iraq mengumumkan penangkapan Al-Itsawi pada bulan Mei ketika mencoba melarikan diri ke Turki.

Kamis, 20/09/2018 09:36 0

Yaman

Menteri HAM Yaman: Pemberontak Syiah Hutsi Bunuh 14 Ribu Sipil

Dia menambahkan bahwa pihaknya mendukumentasikan kematian 14.220 warga sipil, termasuk 1.500 anak-anak, 865 perempuan. Sementara korban luka-luka sebanyak 31.127.

Kamis, 20/09/2018 07:58 0

Asia

Ahli Hadits Suriah Kunjungi Imam Bukhari Center di Uzbekistan

Warga juga menunjukkan antusiasnya dalam menyambut syaikh yang didampingi ulama Uzbekistan, Ismail Muhammad Shadiq.

Kamis, 20/09/2018 07:26 0

Video Kajian

Ust. Oemar Mita: Tips Memilih Wanita Idaman

KIBLAT.NET – Ust. Oemar Mita: Tips Memilih Wanita Idaman. Sebelum menikahi seorang perempuan, berikut adalah...

Rabu, 19/09/2018 12:00 0

Rusia

Pesawat Rusia yang Hilang di Atas Laut Suriah Tertembak Senjata Teman Sendiri

Rusia menyalahkan Israel dalam insiden ini

Rabu, 19/09/2018 10:50 0

News

Cawapres Ma’ruf Amin Soal Ijtima Ulama: Gak Ada Masalah

Menurutnya tidak ada masalah dengan gelaran acara yang memberikan dukungan kepada lawan politiknya pada Pilpres mendatang.

Rabu, 19/09/2018 10:23 0

Rusia

Ini Poin-poin Kesepakatan Turki dan Rusia Soal Idlib

Pertama: Pembentukan "zona demiliterisasi" di Idlib pada 15 Oktober, di sepanjang garis kontak antara kekuatan rezim dan faksi dengan seluas 15 hingga 20 kilometer.

Rabu, 19/09/2018 08:26 0

Amerika

Kurang dari Sebulan, DK PBB Gelar Empat Sidang Darurat Bahas Idlib

“Kesepatan (Rusia-Turki) tersebut merupakan perkembangan penting. Kami berharap kesepakatan itu segera terlaksana dengan menghormati undang-undang kemanusiaan. Kami setuju Idlib dalam kondisi tenang,” ujarnya.

Rabu, 19/09/2018 07:52 0

Close