... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

GP Ansor Riau Mengaku Dukung Pengajian Ustadz Abdul Somad

Foto: Ustadz Abdul Somad Lc MA

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua GP Ansor Riau, Purwaji mengatakan masalah GP Ansor di Jawa dengan Ustadz Abdul Somad tidak ada kaitan dengan pihaknya di Riau. Sebab, selama ini GP Ansor Riau selalu mendukung pengajian Ustadz Abdul Somad.

“Kalau masalah ketua umum GP Ansor dengan Ustadz Abdul Somad, carikan solusinya, jangan diperkeruh. Masalah Ansor di Jawa tidak ada kaitannya dengan Ansor di Riau,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Kamis (20/09/2018).

“Jangan orang ribut di Jawa, kami pula dihukumi di sini. Padahal kami di Riau, semua pengajian Ustadz Abdul Somad kami kawal. Banser saya sampai 11 kali rapat di Pemkab Kepulauan Meranti hanya untuk membahas pengamanan Ustadz Abdul Somad,” tambahnya.

Ia juga menganggap ada upaya untuk membenturkan antara Ansor, NU, dengan Ustadz Abdul Somad. Maka, ia berharap ada pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Karena situasi ini sudah tidak baik, harusnya kita bertemu. Ustadz Abdul Somad, Ansor, PBNU kalau memungkinkan, kita harus selesaikan ini. Kita buat pernyataan bersama bahwa semua pihak diminta untuk menurunkan tensi,” tuturnya.

“Jangan dibiarkan masyarakat semakin panas dengan isu yang semakin liar ini. Itu yang saya mohonkan kepada lembaga adat untuk mediasi. Kalau di Riau tidak kondusif, pertemuannya buat di Jakarta,” sambung Purwaji.

Menurutnya, umat Islam ini perlu keteladanan dari para pemimpinnya. Gus Yaqut, kata dia, punya anggota yang banyak, dan Ustadz Abdul Somad juga pemimpin umat dengan jumlah banyak.

BACA JUGA  Pandemi Corona, Mukernas VI Parmusi Digelar Secara Online

“Tapi kalau pemimpin umat ini tidak bisa memberi contoh yang sejuk adalam menyelesaikan persoalan di tengah mereka, yang jadi korban umat, akhirnya berantuk (ribut.red),” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Editorial

Editorial: Menari di atas Bencana (Lombok)

Masa transisi darurat ke pemulihan ditetapkan Gubernur NTB selama 180 hari hingga 26 Februari 2019. Namun, isu-isu yang beredar di sekitar episentrum gempa tak kalah menarik untuk diperbincangkan.

Kamis, 20/09/2018 15:50 0

Suriah

Faksi-Faksi Jihadis di Idlib Tolak Kesepakatan Erdogan-Putin

Zona tersebut juga harus steril dari senjata berat. Zona ini berada di garis kontak wilayah oposisi dan rezim

Kamis, 20/09/2018 14:20 0

Rusia

Ini 10 Poin Memorandum Rusia-Turki terkait Idlib

Memorandum ini terdiri dari dua salinan yaitu bahasa Inggris dan Rusia, terdiri dari 10 poin kesepakatan.

Kamis, 20/09/2018 13:06 0

Irak

Asisten Pribadi Abu Bakar Al-Baghdadi Divonis Hukuman Gantung

Intelijen Iraq mengumumkan penangkapan Al-Itsawi pada bulan Mei ketika mencoba melarikan diri ke Turki.

Kamis, 20/09/2018 09:36 0

Yaman

Menteri HAM Yaman: Pemberontak Syiah Hutsi Bunuh 14 Ribu Sipil

Dia menambahkan bahwa pihaknya mendukumentasikan kematian 14.220 warga sipil, termasuk 1.500 anak-anak, 865 perempuan. Sementara korban luka-luka sebanyak 31.127.

Kamis, 20/09/2018 07:58 0

Asia

Ahli Hadits Suriah Kunjungi Imam Bukhari Center di Uzbekistan

Warga juga menunjukkan antusiasnya dalam menyambut syaikh yang didampingi ulama Uzbekistan, Ismail Muhammad Shadiq.

Kamis, 20/09/2018 07:26 0

Video Kajian

Ust. Oemar Mita: Tips Memilih Wanita Idaman

KIBLAT.NET – Ust. Oemar Mita: Tips Memilih Wanita Idaman. Sebelum menikahi seorang perempuan, berikut adalah...

Rabu, 19/09/2018 12:00 0

Rusia

Pesawat Rusia yang Hilang di Atas Laut Suriah Tertembak Senjata Teman Sendiri

Rusia menyalahkan Israel dalam insiden ini

Rabu, 19/09/2018 10:50 0

News

Cawapres Ma’ruf Amin Soal Ijtima Ulama: Gak Ada Masalah

Menurutnya tidak ada masalah dengan gelaran acara yang memberikan dukungan kepada lawan politiknya pada Pilpres mendatang.

Rabu, 19/09/2018 10:23 0

Rusia

Ini Poin-poin Kesepakatan Turki dan Rusia Soal Idlib

Pertama: Pembentukan "zona demiliterisasi" di Idlib pada 15 Oktober, di sepanjang garis kontak antara kekuatan rezim dan faksi dengan seluas 15 hingga 20 kilometer.

Rabu, 19/09/2018 08:26 0

Close