... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kurang dari Sebulan, DK PBB Gelar Empat Sidang Darurat Bahas Idlib

Foto: Sidang DK PBB/Ilustrasi

KIBLAT.NET, New York – Dewan Keamanan PBB kembali menggelar sidang darurat pada Selasa (18/09) untuk membahas situasi di Idlib. Ini merupakan sidang keempat dalam waktu kurang dari sebulan.

Agenda sidang membahas situasi kemanusiaan di Idlib dan perkembangan politik di dalamnya. Sekretaris Jenderal untuk Urusan Kemanusiaan, Mark Lokoc, dan Utusan PBB untuk Suriah Stephan de Mistura akan mempresentasikan laporan mereka tentang situasi di Idlib.

Mistura menyatakan menyambut baik kesepakatan Rusia-Turki terakhir mengenai Idlib. Ia menilai kesepakatan itu angin segar bagi proses transisi politik dan mendukung upaya negosiasi Jenewa.

“Kesepatan (Rusia-Turki) tersebut merupakan perkembangan penting. Kami berharap kesepakatan itu segera terlaksana dengan menghormati undang-undang kemanusiaan. Kami setuju Idlib dalam kondisi tenang,” ujarnya.

Terkait Komisi Konstitusi yang akan menjalankan transisi politik, Mistura menjelaskan komisi itu akan diisi sepertiga dari kubu rezim, sepertiga dari kubu oposisi dan sepertiga sisanya dari kalangan ahli, tokoh sipil dan wanita.

Perlu dicatat, rakyat Suriah di wilayah oposisi masih menuntut lengsernya rezim dalam segala upaya solusi politik.

Sidang DK PBB pada Selasa merupakan sidang keempat dalam waktu kurang dari sebulan membahas masalah Idlib.

Sidang pertama digelar pada 28 Agustus atas permintaan Rusia, selakuk anggota tetap dan pendukung utama rezim Assad. Sidang selanjutnya digelar pada 7 September disusul kemudian sidang pada 11 September. Sidang ketiga membahas diskusi antara penjamin dari perjanjian Astana.

BACA JUGA  Konferensi Pers di Turki, Oposisi Politik Suriah Seru Perangi HTS

Pertemuan itu menyusul kekhawatiran internasional bahwa rezim Suriah melancarkan kampanye militer terhadap wilayah oposisi terakhir di Suriah utara. Di mana, sebanyak tiga juta lebih warga tinggal di wilayah itu. Banyak pihak khawatir, jika agresi militer terjadi, gelombang pengungsi akan menjejali Negara-negara tetangga bahkan hingga ke Eropa.

Sebelumnya, Rusia dan Turki sepakat membangun zona demiliterisasi di Suriah utara. Di wilayah itu akan disterilkan kelompok oposisi dan senjata berat. Kesepakatan ini juga tidak mengubah wilayah kontrol masing-masing kelompok oposisi.

“Tidak akan ada operasi militer di Idlib dan rinciannya akan dikoordinasikan dengan Damaskus dalam beberapa jam,” kata Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Seigo.

Sumber: Enabbaladi, Orien News
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

ASN, DPRD hingga Swasta Duduki Puncak Koruptor di Indonesia

Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota legislatif hingga pihak swasta menjadi aktor utama dalam tindak kejahatan korupsi.

Selasa, 18/09/2018 20:17 0

Artikel

‘Wahn’ Zaman Now

Maka sekali lagi, masyarakat pun tenggelam ke dalam kondisi ekstasi konsumsi, mereka secara teratur menuju suatu dimensi moralitas yang serba terbalik dan ekstrem. Ekstasi konsumsi nyatanya lebih sadis ketimbang pil ekstasi

Selasa, 18/09/2018 15:46 0

Analisis

Peran Kunci Turki Untuk Menyelesaikan Konflik Suriah

KIBLAT.NET – Rezim Suriah telah merencanakan serangan besar-besaran ke Idlib, didukung Rusia dan Iran. Banyak...

Selasa, 18/09/2018 13:37 0

Indonesia

Pesan Tengku Zulkarnain ke Prabowo: Hapuskan Persekusi Ulama

Tengku menekankan, jangan sampai ada tebang pilih dan pandang bulu dalam penegakan hukum.

Selasa, 18/09/2018 13:33 0

Suara Pembaca

RSIA Jombang Segera Adopsi Konsep Pelayanan Syariah 

Layanan lain yang ingin segera diterapkan di RSIA Muslimat adalah tayamum bagi pasien yang ingin mengerjakan shalat.

Selasa, 18/09/2018 12:41 0

Indonesia

Habib Rizieq: Politik Identitas Umat Islam Bukan Rasis dan Fasis

"Indonesia merdeka karena politik identitas. Perlawanan yang dilakukan Pangeran Diponegoro adalah politik identitas," tutur Habib Rizieq.

Senin, 17/09/2018 15:04 0

Indonesia

Ditandatangani Prabowo, Ini 17 Poin Pakta Integritas Hasil Ijtima Ulama

Prabowo Subianto menandatangani pakta integritas hasil Ijtima Ulama di Grand Cempaka Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Ahad (16/09/2018).

Ahad, 16/09/2018 16:32 2

Indonesia

Prabowo Subianto Tandatangani Pakta Integritas Ijtima Ulama II

Prabowo mengucapkan terima kasih kepada para ulama karena telah memberikan kepercayaan kepadanya.

Ahad, 16/09/2018 16:08 0

Indonesia

GNPF Ulama Tegaskan Tak Minta Jabatan ke Prabowo

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama), Yusuf Muhammad Martak mengatakan bahwa agenda Ijtima Ulama II adalah penandatanganan pakta integritas.

Ahad, 16/09/2018 13:04 0

Indonesia

Panitia: Lebih 1.000 Peserta Hadir dalam Ijtima Ulama II

“Antusiasnya lebih banyak dari Ijtima I. Ruangan itu isinya seribu orang dan masih meluber sampai ke luar-luar,” tuturnya dalam konferensi pers di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat pada Ahad (16/09/2018).

Ahad, 16/09/2018 12:59 0

Close