... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini Poin-poin Kesepakatan Turki dan Rusia Soal Idlib

KIBLAT.NET, Sochi – Setelah menggelar pertemuan intensif, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan koleganya Presiden Rusia Valdimir Putin, Senin (17/09), mencapai kesepakatan soal nasib provinsi Idlib. Isi kesepakatan itu menjauhkan Idlib dari segala agresi militer.

Berikut poin-poin kesepakatan Erdogan-Putin soal Idlib, seperti yang dirangkum Al-Hurra dari pernyataan Putin:

Pertama: Pembentukan “zona demiliterisasi” di Idlib pada 15 Oktober, di sepanjang garis kontak antara kekuatan rezim dan faksi dengan seluas 15 hingga 20 kilometer.

Kedua: Penarikan faksi oposisi “ekstremis” dari wilayah tersebut, termasuk “Jabhah Nusrah” yang saat ini dikenal sebagai Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS).

Ketiga: Daerah ini membentang di sepanjang perbatasan administratif Idlib dengan gubernuran Aleppo (utara), Hama (tengah) dan Lattakia (barat).

Keempat: Terhitung paling lambat 10 hari awal bulan Oktober, “semua faksi oposisi” harus mensterilkan zona demiliterisasi dari senjata berat. Kemudian kendali zona itu berada di tangan militer Turki dan polisi militer Rusia.

Sepertinya perjanjian kedua kepala Negara itu yang mengacu pada dua tahap. Surat kabar Suriah “Al Watan”, media corong rezim Assad berbicara tentang tahap ketiga yang menetapkan “masuknya lembaga negara Suriah untuk menjalankan fungsi mereka sebelum akhir tahun.”

Para pengamat melihat bahwa kesepakatan yang diumumkan oleh Putin dan Erdogan hanya sebagian dari isi seluruh yang ditandatangani. Mereka yakin banyak deal-deal yang tidak diungkap ke publik.

“Detail dari perjanjian hari ini tidak jelas dan saya tidak yakin yang diungkap keseluruhan isi perjanjian. Ini hanya permulaan, tahap pertama. Rincian kesepakatan akan jelas dalam tahap selanjutnya, kata Hayid Hayed, seorang peneliti di Shatham House Institute.

Ia menambahkan, kekhawatiran terbesar adalah bahwa rezim tidak melanggar perjanjian ini. Sangat mungkin rezim tidak senang dengan isi kesepakatan tersebut. “Pertanyaannya adalah bagaimana mencegah itu?” pungkasnya.

Sumber: Alhurra.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

ASN, DPRD hingga Swasta Duduki Puncak Koruptor di Indonesia

Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota legislatif hingga pihak swasta menjadi aktor utama dalam tindak kejahatan korupsi.

Selasa, 18/09/2018 20:17 0

Artikel

‘Wahn’ Zaman Now

Maka sekali lagi, masyarakat pun tenggelam ke dalam kondisi ekstasi konsumsi, mereka secara teratur menuju suatu dimensi moralitas yang serba terbalik dan ekstrem. Ekstasi konsumsi nyatanya lebih sadis ketimbang pil ekstasi

Selasa, 18/09/2018 15:46 0

Analisis

Peran Kunci Turki Untuk Menyelesaikan Konflik Suriah

KIBLAT.NET – Rezim Suriah telah merencanakan serangan besar-besaran ke Idlib, didukung Rusia dan Iran. Banyak...

Selasa, 18/09/2018 13:37 0

Indonesia

Pesan Tengku Zulkarnain ke Prabowo: Hapuskan Persekusi Ulama

Tengku menekankan, jangan sampai ada tebang pilih dan pandang bulu dalam penegakan hukum.

Selasa, 18/09/2018 13:33 0

Suara Pembaca

RSIA Jombang Segera Adopsi Konsep Pelayanan Syariah 

Layanan lain yang ingin segera diterapkan di RSIA Muslimat adalah tayamum bagi pasien yang ingin mengerjakan shalat.

Selasa, 18/09/2018 12:41 0

Indonesia

Habib Rizieq: Politik Identitas Umat Islam Bukan Rasis dan Fasis

"Indonesia merdeka karena politik identitas. Perlawanan yang dilakukan Pangeran Diponegoro adalah politik identitas," tutur Habib Rizieq.

Senin, 17/09/2018 15:04 0

Indonesia

Ditandatangani Prabowo, Ini 17 Poin Pakta Integritas Hasil Ijtima Ulama

Prabowo Subianto menandatangani pakta integritas hasil Ijtima Ulama di Grand Cempaka Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Ahad (16/09/2018).

Ahad, 16/09/2018 16:32 2

Indonesia

Prabowo Subianto Tandatangani Pakta Integritas Ijtima Ulama II

Prabowo mengucapkan terima kasih kepada para ulama karena telah memberikan kepercayaan kepadanya.

Ahad, 16/09/2018 16:08 0

Indonesia

GNPF Ulama Tegaskan Tak Minta Jabatan ke Prabowo

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama), Yusuf Muhammad Martak mengatakan bahwa agenda Ijtima Ulama II adalah penandatanganan pakta integritas.

Ahad, 16/09/2018 13:04 0

Indonesia

Panitia: Lebih 1.000 Peserta Hadir dalam Ijtima Ulama II

“Antusiasnya lebih banyak dari Ijtima I. Ruangan itu isinya seribu orang dan masih meluber sampai ke luar-luar,” tuturnya dalam konferensi pers di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat pada Ahad (16/09/2018).

Ahad, 16/09/2018 12:59 0

Close