... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Tumbal Manusia dan Ekonomi dalam “Perang Melawan Teror” Pasca 9/11

Foto: Perang Melawan Teror

“Perang kita melawan teror akan dimulai dengan perang melawan al-Qaidah, tetapi perang tidak berhenti di situ,” kata Presiden George W. Bush dalam satu pidatonya tanggal 20 September 2001 silam pasca Serangan 11 September.

KIBLAT.NET – “Perang melawan Teror” oleh Bush ini tidak terbatas dengan al-Qaidah, dan perang telah menggema dan menjelma menjadi sebuah konflik tiada akhir yang eskalasinya meluas ke seluruh dunia. Ratusan ribu nyawa manusia melayang, sementara warga Amerika sendiri diperas dengan kewajiban membayar pajak hingga triliunan dolar akibat perang tersebut. “Rakyat Amerika jangan mengira bahwa kita akan berperang hanya di satu front pertempuran,” kata Bush melanjutkan, “namun ini akan menjadi sebuah kampanye perang panjang, tidak seperti yang pernah kita lihat sebelumnya.”

Beberapa hari berikutnya, Bush memerintahkan dilancarkannya serangan udara. Hingga akhir 2001, selama sekitar 3 bulan saja, AS sudah menjatuhkan sebanyak 17.500 bom ke Afghanistan. Dan perang di Afghanistan kini telah memasuki tahun ke-17, sekaligus menjadi perang terpanjang Amerika di sepanjang sejarah. Menurut laporan versi Pentagon, konflik Afghan telah menelan biaya US$ 45 milyar (sekitar Rp 675 trilyun) per tahun dari para pembayar pajak Amerika.

Secara khusus, biaya ekonomi dan manusia dalam “Perang AS melawan Teror” pasca 11 September diinvestigasi oleh proyek Biaya Perang yang berbasis di Institut Watson, International & Public Affair, Universitas Brown. Proyek ini melibatkan para peneliti, ahli hukum, pegiat & pejabat hak asasi manusia, dan para dokter yang fokus pada upaya mengungkap biaya perang pasca 11/9 di Iraq, Afghanistan, dan konflik-konflik lainnya yang terkait di Pakistan dan Suriah. Hasil temuan riset yang mereka lakukan cukup mengejutkan.

BACA JUGA  Editorial: Corona, Iman, dan Imunitas Kita

Proyek investigasi Biaya Perang ini mengungkap, sedikitnya 370.000 orang tewas akibat perang sejak 11 September 2001. Para peneliti menjelaskan, kemungkinan korban yang tewas secara tidak langsung lebih banyak lagi akibat kondisi lingkungan yang buruk, kekurangan gizi, dan infrastruktur yang rusak sebagai dampak perang.

Selain itu, 10 juta lebih rakyat Afghanistan, Iraq, Pakistan terusir dari rumah-rumah mereka dan hidup sebagai pengungsi. Proyek ini mencoba mengkalkulasikan seberapa besar biaya anggaran perang yang dikeluarkan AS pasca 11/9, yaitu sebesar US$ 5,6 trilyun (sekitar Rp 84.000 trilyun). Catatan lainnya, dalam satu dekade pertama “Perang melawan Teror” ini, pengeluaran militer AS melonjak 2 kali lipat.

Para investigator mengungkap operasi militer AS di seluruh dunia, bahwa antara 2015 s/d 2017, AS telah melancarkan operasi kontra-terorisme di 76 negara. Selain itu, proyek riset ini juga membuat sebuah peta untuk menggambarkan operasi drone, penyebaran pasukan, lokasi-lokasi pangkalan militer, dan program pelatihan yang semua itu menunjukkan jangkauan global yang sedemikian kompleks dalam perang AS melawan Teror.

Dalam satu pidato di tahun 2001, dengan arogansinya Bush mengultimatum negara-negara di dunia, “Anda bersama kami, atau anda bersama teroris.” Tak lama setelah itu, semakin jelas bahwa Bush sedang menggunakan UU baru, Patriot Act, yang kontroversial karena dianggap mencederai prinsip-prinsip kebebasan sipil di AS. Selanjutnya, kasus Abu Ghraib, Guantanamo, dan penjara-penjara ilegal AS lainnya di berbagai negara telah menjadi catatan hitam sejarah nilai-nilai kebebasan Amerika yang hingga kini masih terus berlangsung. Hampir 2 dekade berlalu sejak 11/9, dan “Perang melawan Teror” semakin nampak terlihat  sebagai sebuah perang yang tiada akhir

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ijtima Ulama II: Dukungan untuk Paslon Bersanding Pakta Integritas

Yusuf menuturkan, dalam Ijtima Ulama jilid II nantinya akan diputuskan sejauh apa dukungan yang akan diberikan dan sejauh apa komitmen yang akan diberikan oleh para ulama dan tokoh nasional.

Ahad, 16/09/2018 08:37 0

Indonesia

Program Rehabilitasi Pascagempa, FKAM Bangun Hunian dan Pipanisasi

Setelah masa tanggap darurat berakhir, saat ini SAR Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) fokus pada proses rehabilitasi. Salah satu programnya adalah pembangunan hunian untuk warga dan pipanisasi air.

Ahad, 16/09/2018 08:15 0

Video News

Kiblat Review: Ijtima Ulama dalam Pilpres 2019

KIBLAT.NET – Dalam tahun politik atau pilpres 2019, peran ulama menjadi penting. Terlebih setelah adanya...

Sabtu, 15/09/2018 20:00 0

Indonesia

Rakyat Gaza Lawan Blokade Israel, Sekjen MUI: Negara yang Menjunjung HAM Diam

"Cuma herannya negara-negara dan tokoh-tokoh yang katanya merupakan negara dan pendekar yang menjunjung tinggi HAM dan anti terorisme semuanya nyaris diam,"

Sabtu, 15/09/2018 19:08 1

Syam

Rakyat Gaza Lawan Blokade Israel, Slogan “Perlawanan adalah Pilihan Kami” Digaungkan

rakyat Palestina yang turun ke jalan-jalan di Kota Gaza menyerukan slogan "Perlawanan Adalah Pilihan Kami (Al-Muqawamah Khiyaruna)."

Sabtu, 15/09/2018 10:36 0

Yaman

Helikopter Tempur Saudi Jatuh di Yaman, Dua Pilot Tewas

Pejuang yang berafiliasi dengan Organisasi Al-Qaidah Yaman juga aktif di wilayah ini.

Sabtu, 15/09/2018 09:29 0

Suriah

Idlib Berteriak: Tak Ada Alternatif dari Melengeserkan Rezim

KIBLAT.NET, Idlib – Aksi turun ke jalan serentak terjadi di daerah-daerah kontrol oposisi bersenjata di...

Sabtu, 15/09/2018 08:36 0

Amerika

Ledakan Beruntun Pipa Gas, Tiga Kota di Massachusetts Diselimuti Api

Ledakan membakar rumah-rumah, memaksa warga di tiga kota dievakuasi dan menyebabkan setidaknya satu orang tewas dan 10 orang dirawat di rumah sakit.

Jum'at, 14/09/2018 19:57 0

Indonesia

Felix Siauw Melihat Adanya Ketimpangan dalam Penegakan Hukum

Felix menyatakan tidak ingin melaporkan tindakan persekusi yang pernah ia alami. Menurutnya, waktu yang digunakan untuk membuat laporan kepolisian bisa dialokasikan pada kegiatan yang lebih bermanfaat.

Jum'at, 14/09/2018 19:05 1

Indonesia

Tokoh Poso Haji Adnan Polisikan Akun FB yang Buat Fitnah Radikal

Tokoh Muslim Poso KH. Adnan Arsal melaporkan tindakan pencemaran nama baik terhadap dirinya ke Polres Poso.

Jum'at, 14/09/2018 18:57 0

Close