... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Khutbah Jumat : Tiga Rahasia Sahabat Nabi Menjadi Umat Terbaik

Foto: Ilustrasi

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ,أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Sebelum Islam datang, para sahabat hanyalah bagian dari bangsa Arab yang saat itu di pandang sebelah mata oleh bangsa lain. Mereka dianggap tidak ada. Kalaupun ada yang mengenal profil mereka di jazirah Arab tidak lebih hanyalah sebagai masyarakat miskin dan bodoh (jahiliyah). Bahkan bangsa super power sekalipun waktu itu tidak berhasrat untuk menjajah negeri yang dikelilingi gurun pasir itu.

BACA JUGA  Khutbah Jumat: Berdiri di Barisan Ahlul Haq - Ust. Abu Harits, Lc.

Mereka hidup terpecah-pecah antar satu suku dengan suku lainnya. Tidak ada wadah yang mempersatukan mereka kecuali hanya sebatas kesamaan daerah, bahasa atau budaya. Mungkin inilah yang dinamakan dengan persatuan bangsa pada masa jahiliyah. Persatuan yang rapuh dan gampang terpecah. Terbukti, peperangan antar suku sering terjadi di antara mereka.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Demikianlah kondisi masyarakat jahiliyah, hingga risalah Islam datang mempersatukan mereka. Melalui dakwah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, para sahabat mampu bersatu menghapus segala sekat perbedaan. Tidak ada yang membatasi mereka untuk bersaudara. Semuanya memiliki derajat yang sama di hadapan syariat ,tak ada yang membedakan kecuali tingkat ketakwaan.

Mulai dari titik inilah mereka mulai bangkit mengubah statusnya. Terbukti,  akhirnya mereka menjadi masyarakat yang paling disegani di jazirah Arab. Mereka menjadi umat terbaik dan mulia dalam catatan sejarah. Prestasi ini disebutkan langsung oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…” (QS. Ali-Imran: 110)

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Pertanyaannya, apa yang menyebabkan mereka mampu bangun dari keterbelakangan dan berhasil membangkitkan kedigdayaan Islam yang mulia ini?

Dr. Muhammad Quthb, salah seorang pemikir muslim dari timur tengah, mencoba menganalisa pertanyaan ini dengan penjelasan yang terdapat dalam Al-Qur’an. Setidaknya, kata beliau, ada beberapa faktor yang menjadikan generasi para sahabat bisa bangkit dengan begitu cepat.

BACA JUGA  Khutbah Jumat: Pertarungan Abadi antara Haq Dan Bathil

Pertama; Menjadikan Al-Qur’an sebagai Petunjuk Aturan Hidup

Awalnya, mereka hidup di tengah-tengah kemusyrikan yang kental dengan budaya kufur. Lalu, al-Qur’an turun membersihkan budaya syirik tersebut dan menggantikannya dengan prinsip tauhid yang ditancapkan dalam jiwa mereka. Dari sini lah jiwa-jiwa mereka berubah secara total. Laksana hidup kembali di dunianya yang baru. Mereka lebih mudah dalam menghadapi masalah.

Ketika al-Qur’an menjadi spirit utama yang menggerakkan jiwa dan raganya, maka seluruh aturan hidupnya pun otomatis berjalan di atas manhaj rabbani. Manhaj yang memperbaiki cara pandang manusia dalam menjalani hidup. Ia turun langsung dari Sang Pencipta Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui tentang makhluk-Nya. Aturan itu diturunkan tidak lain karena Allah-lah satu-satunya Dzat yang berhak mengatur dan menetapkan pedoman hidup bagi manusia. Sebab, Dia-lah Sang Pencipta seluruh alam beserta isinya.

أَلا لَهُ الْخَلْقُ وَالأمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

“….Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Rabb semesta alam.” (QS. Al-A’raf: 54)

Syaikh Muhammad Quthb menerangkan, “Manusia tidak akan mampu menerapkan manhaj Rabbani ini sehingga mereka mengetahui dan meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Dzat yang berhak disembah. Setelah itu, ia menyerahkan sepenuh jiwa dan raganya untuk Allah semata. Ia yakin bahwa tak ada yang mampu mendatangkan manfaat dan madharat kecuali Allah Ta’ala. Sehingga ia rela menerima seluruh ketatapan-Nya, mengamalkan perintah dan meninggalkan larangan-Nya dan menjadikan hukum-Nya (Al-Quran) sebagai sumber pijakan hukum dalam hidupnya.”

Baca halaman selanjutnya: Jamaah Jumat Rahimakumullah...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Pejuang Gaza Minta Otoritas Palestina Hentikan Negosiasi dengan Israel

Pejuang dari berbagai faksi Palestina di Jalur Gaza mengatakan bahwa mereka siap untuk menghadapi serangan militer Israel.

Kamis, 13/09/2018 14:26 0

Afghanistan

AS Tunjuk Komandan Baru di Afghanistan, Begini Respon Taliban

Media-media Amerika menggambarkan Jenderal Miller sebagai seorang komandan yang sangat terlatih dan telah berpengalaman luas di Afghanistan, terutama dalam operasi-operasi raid di malam hari.

Kamis, 13/09/2018 13:59 0

Indonesia

Keanehan Ajaran Jamaah Nubuwah Pimpinan Epen Jahruddin

Epen mengaku mendapatkan wahyu kerasulan berawal dari memperbanyak puasa selama 99 hari  mulai 1 Muharram selama tiga bulan. Epen kemudian mengaku mendapat wahyu dari Allah melalui Malaikat Jibril, di Gunung Sangga Buana, Cigentis, Karawang.

Kamis, 13/09/2018 13:46 0

Indonesia

Waspada Aliran Jamaah Nubuwah, Pemimpinnya Mengaku Rasul Akhir Zaman

Mantan pengikut Jamaah Nubuwah, Sumanta (39) warga Cikarang Barat, kabupaten Bekasi mengatakan selama tujuh tahun dirinya mengikuti ajaran Sangga Buana setelah Epen mendeklarasikan diri sebagai Rasul dan Imam Mahdi.

Kamis, 13/09/2018 13:00 0

Video Kajian

Mendidik Anak Cara Islam – Ust. Tri Asmoro Kurniawan

KIBLAT.NET – Banyak orang tua yang mengeluh, “Kenapa anak saya susah diatur? “Kenapa anak saya...

Kamis, 13/09/2018 12:00 0

Turki

Turki Tangkap Aktor Penting Bom Reyhanli 2013 yang Didalangi Rezim Assad

Pihak berwenang Turki menangkap seorang tersangka utama serangan bom mobil lima tahun lalu yang menewaskan puluhan orang. Bom kembar itu diduga kuat dilakukan di bawah kendali intelijen Suriah.

Kamis, 13/09/2018 11:29 0

Indonesia

Komunitas Gerak Bareng Ajarkan Ruqyah Mandiri kepada Warga NTB

Beragam cara dilakukan untuk menghilangkan trauma bagi korban gempa Lombok. Komunitas Gerak Bareng memilih untuk mengajarkan ruqyah syar'iyyah kepada warga NTB, sebagai upaya trauma healing.

Kamis, 13/09/2018 11:01 0

Feature

Dulu Bengis, Kini Mudah Menangis: Kisah Hijrah Mantan Preman

"Kami hijrah itu sendiri, dari nggak tau agama sekali. Banyak ini yang dulunya suka maksiat baik minum-minuman, pengedar narkoba, makai narkoba, merampok bahkan preman yang sangat bengis dan lain-lain. Tapi, masyaAllah sekarang semuanya jadi gampang menangis," ucap Suyudi Nugroho, ketua Exspreso (Exs Preman Solo).

Kamis, 13/09/2018 10:18 0

Indonesia

HILMI FPI Targetkan Bangun 100 Hunian Korban Gempa Lombok

HILMI memprioritaskan pembangunan hunian warga dengan kriteria tertentu. "Kriterianya janda yang ada yatimnya, warga jompo, dan keluarga yang punya bayi," imbuhnya.

Kamis, 13/09/2018 08:55 0

Afghanistan

Taliban Siap Gelar Negosiasi Putaran Kedua dengan AS

Salah satu pejabat Taliban mengatakan pertemuan itu berakhir dengan rencana untuk bertemu lagi bulan ini.

Kamis, 13/09/2018 08:38 0

Close