... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dulu Bengis, Kini Mudah Menangis: Kisah Hijrah Mantan Preman

Foto: Suyudi Nugroho dan mobil klasiknya.

“Kami hijrah itu sendiri, dari nggak tau agama sekali. Banyak ini yang dulunya suka maksiat baik minum-minuman, pengedar narkoba, makai narkoba, merampok bahkan preman yang sangat bengis dan lain-lain. Tapi, masyaAllah sekarang semuanya jadi gampang menangis,” ucap Suyudi Nugroho, ketua Exspreso (Exs Preman Solo).

KIBLAT.NET, Solo – Sayudi, pria kelahiran Solo tahun 1979 mengaku lebih dari setengah usianya hidup di jalanan. Bersama anak-anak punk ia berkelana, dari satu daerah ke daerah lain untuk memuaskan hasratnya. Dari pulau Jawa, merambah ke Sumatra hingga ke pulau-pulau dan daerah-daerah lain di Indonesia.

Dari berbagai kota dan daerah yang ia sambangi, Sayudi mengaku bahwa narkoba selalu membersamai dirinya dan rekan-rekannya. Berawal dari coba-coba, hingga akhirnya melekat dalam kepribadian dan lingkungannya. Semua uang hasil mengamen, menjarah dan lain sebagainya tak jarang ia dan rekan-rekannya pergunakan untuk memenuhi jadwal sakaw mereka.

Titik hijrahnya ia ungkapkan pada enam belas tahun silam. Bosan menjadi alasannya berhenti dari masa kelamnya dahulu, dari situlah kisah barunya bermula. Udara yang ia hirup dari berbagai kota yang disinggahi, hasil jarah yang didapatkan, kesenangan tabu bersama rekan-rekannya dan kepuasan nafsu dunia selalu membuat ia dan rekan-rekannya kecewa.

“Bayangkan, kami hidup tanpa harapan. Bangun tidur ngamen, dapat uang cari makan. Ada jadwal konser, kami pergi mbonek (nebeng) di lampu-lampu merah. Pergilah kami ke sana ke mari nggak tau arah,” ungkapnya dengan arah mata melihat ke kanan atas dengan jemari tangan memainkan buah kopi yang sudah menjadi serbuk. Sejurus kemudian ia terdiam.

“Setelah bersenang-senang, minum-minuman yang dilarang yang dicampur-campur, teman saya…,” lanjutnya dengan sudut matanya telah membendung air. “…mengalami overdosis.” Sayudi terisak, satu-dua tetes air terjatuh di meja dari matanya.

“Dari mulutnya keluar busa, sekarat nggak karuan, tapi nggak ada yang mau menolong,” imbuhnya sembari mengenakan kaca mata hitam untuk sekadar menutupi tangisnya.

Di saat sesi wawancara dengan awak media, ternyata banyak dari peserta Ukhuwah Camp yang ikut nimbrung dalam sesi wawancara tersebut. Terlihat beberapa pemuda dengan tato di tangan kanan dan kedua kakinya menunduk sembari terdengar suara isak tangis. Sementara ada seorang paruh baya dengan tato yang terlihat di bagian leher hingga menyentuh kepala, tampak menutup matanya dengan tangan kanan. Ketika dibuka, terlihat terdapat garis-garis air yang telah ia hapus.

BACA JUGA  Khutbah Jumat: Pertarungan Abadi antara Haq Dan Bathil

Tahun 2001 jelang 2002, Sayudi memutuskan untuk berhenti dari kegiatan maksiatnya dan hengkang dari lingkungan tersebut untuk pulang ke kediamannya di Jagalan, Solo. Setelah berhenti, ia tak serta masuk dan ikut pengajian. Melainkan berbisnis di kawasan kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dari bisnis tersebut, Sayudi berkenalan dengan seorang ustadz yang ia nilai lemah lembut. Setelah berkenalan dan dirasa akrab berbincang suatu hal, akhirnya ia menyatakan ingin hijrah dan berubah.

Setelah hijrah, Sayudi menjalankan kewajibannya sebagai seorang Muslim. Persoalan agama yang tak ia pahami, ia tanyakan kepada sang ustadz. Dimulai dengan belajar membaca Al-Quran dengan metode Iqra bersama anak-anak dan berbagai macam pelajaran lainnya.

Dalam fase hijrah ini, Sayudi menceritakan bahwa semuanya tak berjalan dengan mulus sepeti yang dibayangkan. Melainkan, banyak cibiran dan hasutan yang kerap ia terima dari rekan-rekan lamanya, tetangga bahkan dari sanak saudaranya.

“Tapi, yang penting niat pengen hijrah. Saya selalu mengucap bismillah ketika ada yang mencibir sehingga untuk bisa istiqomah,” katanya dengan senyum lepas.

Setelah dikira bisa membaca huruf hijaiyah, ia memutuskan untuk masuk pesantren di wilayah Solo. Empat tahun mondok di pesantren, Sayudi kembali berbisnis di kawasan Singosaren dengan membuka konter handphone. Dari usaha tersebut, tabungannya bertambah. Ia pun berniat untuk membangun sebuah pondok pesantren tahfidz Al-Quran dan terealisasi setahun kemudian. Namun, pondok pesantren yang ia bangun hanya bisa berjalan selama dua tahun.

“Setelah pondok berhenti, akhirnya saya memutuskan untuk membuat komunitas Exspreso (Exs preman Solo) dengan modal teman satu grup WA,” ungkapnya.

“Pembukaan sekaligus pengenalan komunitas ini kami adakan soft launching-nya dengan seribu kopi tobat exspreso ini, kita Iqro on The Road. Kita swadayakan dengan program-program yang bisa menyatu dengan sasaran dakwah kita. Cara dakwah kami berjalan,” imbuhnya.

BACA JUGA  Bom Bunuh Diri Tewaskan 68 Orang di Afghanistan: Taliban Mengecam, ISIS Diam

Alhamdulillah, lanjutnya, tidak hanya anak-anak yang notabenenya nakal yang turut ikut masuk komunitas ini. Melainkan, ada juga mualaf yang masuk. Dari satu tempat ke tempat lain, ia dan kawan kawannya berkeliling dengan mobil kopi tuanya tersebut. Sayudi berharap, dari perjalanan yang ia lakukan kali ini dapat menghapus dosa yang pernah ia lakukan di waktu silam.

Expreso menjadi salah peserta Ukhuwah Camp yang digelar Komunitas hijrah se-Solo Raya di Lawu Resort Pancot Tawangmangu, Jawa Tengah pada 10-11 September 2018. Para peserta biasanya memiliki masa lalu yang kelam dan buruk, sehingga memutuskan untuk hijrah bersama. Ajang ini menjadi sarana memperkuat persatuan dan keimanan mereka.

Peserta lain dari komunitas Bikers Shubuhan berisikan pemuda-pemuda dan pegiat motor yang hendak bertobat. Dari komunitas ini tak jarang juga yang kerap menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) pihak berwajib karena mengikuti balap liar. Namun, setelah hijrah, komunitas ini menggalang dakwah dengan selalu berpindah-pindah tempat.

“Bangun minimal jam 3-4 kami keliling ke daerah-daerah mencari masjid yang jamaahnya sedikit. Shalat shubuh bersama, kemudian ustadz di antara kami meminta izin untuk berceramah dan setelah itu kami beramah-tamah dengan jamaah. Setelah ceramah itu selesai,” ungkap ketua Biker Shubuhan Hanin Yayudho Kusumo.

“Mengajak kepada masyarakat sekitar untuk mengikuti shalat shubuh berjamaah,” imbuhnya, menjelaskan salah satu maksud komunitas itu terbentuk.

Mereka juga tak jarang berkeliling pada malam hari. Berkenalan dengan komunitas motor lain, ikut nimbrung dalam tongkrongan remaja di samping-samping jalan. Walau masih terbilang muda karena baru setengah tahun berdiri, komunitas ini sudah memiliki sekitar 70-an anggota.

“Kita dulu sejak berhijrah kan ilmu kota itu masih rendah, maka kami hanya bisa berdakwah dengan biker Shubuh ini. Kami mengajak masyarakat, terlebih kepada pemuda warga sekitar,” ujarnya.

Reporter: Reno Alfian
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

HILMI FPI Targetkan Bangun 100 Hunian Korban Gempa Lombok

HILMI memprioritaskan pembangunan hunian warga dengan kriteria tertentu. "Kriterianya janda yang ada yatimnya, warga jompo, dan keluarga yang punya bayi," imbuhnya.

Kamis, 13/09/2018 08:55 0

Afghanistan

Taliban Siap Gelar Negosiasi Putaran Kedua dengan AS

Salah satu pejabat Taliban mengatakan pertemuan itu berakhir dengan rencana untuk bertemu lagi bulan ini.

Kamis, 13/09/2018 08:38 0

Indonesia

Pererat Persaudaraan, Komunitas Hijrah Se-Solo Raya Gelar “Ukhuwah Camp”

"Kami sangat berharap kepada asatidz dan ulama, untuk mensupport terus. Karena kami merasa sangat banyak sekali kekurangan dalam bidang agama," katanya.

Kamis, 13/09/2018 08:05 0

Suriah

Turki Tambah Kekuatan Militer di Idlib

"Kami memiliki kehadiran militer di sana dan jika militer kami menjadi dirusak atau diserang dengan cara apa pun, maka itu kami anggap serangan terhadap Turki dan akan kami balas sesuai keperluan," kata sumber yang tak disebutkan namanya itu.

Kamis, 13/09/2018 06:56 0

Wilayah Lain

Di Hari Peringatan Serangan 9/11, Zawahiri Seru Serang AS

“Saudara-saudaraku sesama Muslim, pertempuran melawan Amerika sudah tak terelakkan, mereka menempatkan kita di dua pilihan: penuh kehormatan melakukan perlawanan atau terhina dan menerima rasa malu, dan kami tidak akan menerima kehidupan di bawah penghinaan dengan bantuan Tuhan,” pungkasnya.

Rabu, 12/09/2018 20:22 0

Afghanistan

Bom Bunuh Diri Tewaskan 68 Orang di Afghanistan: Taliban Mengecam, ISIS Diam

Serangan bom mematikan itu terjadi beberapa jam setelah beberapa pengeboman menargetkan sekolah-sekolah di Jalalabad.

Rabu, 12/09/2018 17:58 0

Indonesia

Felix Siauw: Selama Rukun Iman dan Islam Sama, Masih Bersaudara

Dai muda, Ustadz Felix Siauw berpesan untuk tetap mengedepankan Ukhuwah Islamiyah dalam menghadapi tahun politik.

Rabu, 12/09/2018 17:08 2

Suriah

HTS Tangkap Gubernur ISIS Wilayah Hama

Kantor berita afiliasi HTS, Iba’, Selasa (11/09), melaporkan bahwa keamanan HTS berhasil menangkap Abu Hamzah Al-Misri yang dikenal sebagai orang nomor satu ISIS di wilayah Hama. Ia menjawab Amir Wilayah Hama, atau gunbernur ISIS untuk Hama.

Rabu, 12/09/2018 16:39 0

Indonesia

UBN Ajak Pemerintah dan Masyarakat Hentikan Kampanye Islamofobia

Pimpinan Arrahman Quranic Learning Center, Ustadz Bachtiar Nasir mengungkapkan alasannya memilih tema "Peace is Power" dalam Milad ke-10 AQL di Balai Kartini, Jakarta Selatan.

Rabu, 12/09/2018 14:58 0

Asia

Berisiko Rabies, Hanoi Desak Masyarakat Berhenti Konsumsi Daging Anjing

"Praktik membunuh hewan seringkali kejam, dan pemerintah kota berharap itu bisa secara bertahap dihapus," katanya dalam sebuah pernyataan.

Rabu, 12/09/2018 13:57 0

Close