... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Tunjuk Komandan Baru di Afghanistan, Begini Respon Taliban

Foto: Jenderal baru AS di Afghanistan Scott Miller

KIBLAT.NET, Kabul – Menyusul serah terima tugas dari komandan lama Jenderal Nicholson kepada penggantinya Jenderal Miller di awal September lalu, Imarah Islam (Taliban) merilis pernyataan resmi yang dipublikasikan tepat pada tanggal 11 September saat peringatan 17 tahun serangan spektakuler “Nine/Eleven” yang mengubah dunia terhadap 2 menara WTC di New York dan Pentagon. Kalimat selengkapnya sebagai berikut:

Pasukan penjajah asing telah mengganti komandan mereka di Afghanistan, yaitu Jenderal Nicholson dengan komandan baru Jenderal Scott Miller. Para penjajah dan sekutu lokal mereka, rezim Kabul, menyebut penugasan Scott Miller itu sebagai pertanda baik bagi kesuksesan Miller dalam tugas barunya ini.

Sebagai komandan baru, Miller telah melakukan pertemuan dengan 2 pemimpin rezim boneka secara terpisah, yaitu Ghani dan Abdullah. Keduanya menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Jenderal Miller, dan menyampaikan terima kasih kepada Amerika yang telah mengirim seorang pembunuh profesional seperti Jenderal Miller sebagai komandan umum militer di Afghanistan.

Media-media Amerika menggambarkan Jenderal Miller sebagai seorang komandan yang sangat terlatih dan telah berpengalaman luas di Afghanistan, terutama dalam operasi-operasi raid di malam hari. Operasi jenis ini merupakan sebuah proyek dan taktik pembunuhan terhadap rakyat Afghan yang sebagian besar korbannya merupakan warga sipil yang berada dalam posisi lemah. Bahkan pejabat-pejabat rezim Kabul pun mengakui hal ini.

Media Amerika umumnya mencitrakan secara berlebihan para jenderal mereka dan menggambarkan setiap jenderal baru itu lebih berpengalaman, lebih berani, lebih ahli dan lebih menguasai situasi di Afghanistan dari jenderal sebelumnya. Namun faktanya, komandan baru terbukti selalu lebih sadis, kurang pengalaman, dan tidak mengerti soal Afghanistan daripada pendahulunya. Jenderal-jenderal Amerika juga tidak bersahabat dengan media. Setiap jenderal dan komandan baru selalu dipuji-puji di masa awal tugas mereka bahwa mereka akan mampu menguasai Afghanistan dan membasmi perlawanan Mujahidin dalam beberapa hari.

Sebelumnya, di hari-hari pertama masa tugasnya, Jenderal Nicholson pun sesumber akan menguasai 80 persen Afghanistan di tahun 2018, namun yang terjadi adalah sebaliknya bahwa luas wilayah kontrol Mujahidin meningkat 80 persen. Nicholson lalu menggencarkan operasi raid atau serangan malam, drone, dan pemboman masif atas desakan Ghani. Hasilnya, banyak warga sipil terutama wanita dan anak-anak gugur menjemput syahid, terjadi penjarahan toko-toko dan fasilitas umum lainnya.

Sejak awal invasi, AS dan NATO telah berkali-kali mengganti jenderal mereka di Afghanistan. Sembilan jenderal sudah dirotasi-tugaskan sebagai komandan umum, tetapi selalunya setiap jenderal baru terbukti lebih pengecut dan lebih fatal daripada sebelumnya. Di balik segala kesombongan dan mulut besar Jenderal Miller, sejarah dan pengalaman menunjukkan bahwa ia akan mengikuti jejak para pendahulunya, selangkah demi selangkah. Dunia dan bangsa Afghan telah menyaksikan kaburnya tujuh belas jenderal, dan saat ini menunggu momen untuk membidik jenderal yang ke delapan belas.

AS semestinya harus menghentikan perang di Afghanistan sekarang juga. Tarik mundur pasukan mereka, dan biarkan bangsa Afghanistan memilih sendiri sistem untuk mengatur negara mereka sendiri. AS harus berhenti menipu rakyat Amerika dan masyarakat dunia dengan mengganti para jenderal perang. Rakyat Afghan adalah korban perang, dan mereka sangat haus akan perdamaian. Mereka tidak pernah menyerang Amerika maupun Eropa. Amerika telah menginvasi negeri kami, merusak nilai-nilai agama kami, dan menumpahkan darah kami. Kami bertempur melawan para penjajah agresor untuk kemerdekaan negeri dan untuk melindungi nilai-nilai kami. Jadi apakah para penjajah itu masih percaya, setelah mereka menarik tujuh belas jenderal mereka satu per satu, apakah yang berikutnya ini akan mampu bekerja lebih baik?

Sumber: Al Emarah
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Keanehan Ajaran Jamaah Nubuwah Pimpinan Epen Jahruddin

Epen mengaku mendapatkan wahyu kerasulan berawal dari memperbanyak puasa selama 99 hari  mulai 1 Muharram selama tiga bulan. Epen kemudian mengaku mendapat wahyu dari Allah melalui Malaikat Jibril, di Gunung Sangga Buana, Cigentis, Karawang.

Kamis, 13/09/2018 13:46 0

Indonesia

Waspada Aliran Jamaah Nubuwah, Pemimpinnya Mengaku Rasul Akhir Zaman

Mantan pengikut Jamaah Nubuwah, Sumanta (39) warga Cikarang Barat, kabupaten Bekasi mengatakan selama tujuh tahun dirinya mengikuti ajaran Sangga Buana setelah Epen mendeklarasikan diri sebagai Rasul dan Imam Mahdi.

Kamis, 13/09/2018 13:00 0

Video Kajian

Mendidik Anak Cara Islam – Ust. Tri Asmoro Kurniawan

KIBLAT.NET – Banyak orang tua yang mengeluh, “Kenapa anak saya susah diatur? “Kenapa anak saya...

Kamis, 13/09/2018 12:00 0

Indonesia

Komunitas Gerak Bareng Ajarkan Ruqyah Mandiri kepada Warga NTB

Beragam cara dilakukan untuk menghilangkan trauma bagi korban gempa Lombok. Komunitas Gerak Bareng memilih untuk mengajarkan ruqyah syar'iyyah kepada warga NTB, sebagai upaya trauma healing.

Kamis, 13/09/2018 11:01 0

Feature

Dulu Bengis, Kini Mudah Menangis: Kisah Hijrah Mantan Preman

"Kami hijrah itu sendiri, dari nggak tau agama sekali. Banyak ini yang dulunya suka maksiat baik minum-minuman, pengedar narkoba, makai narkoba, merampok bahkan preman yang sangat bengis dan lain-lain. Tapi, masyaAllah sekarang semuanya jadi gampang menangis," ucap Suyudi Nugroho, ketua Exspreso (Exs Preman Solo).

Kamis, 13/09/2018 10:18 0

Indonesia

HILMI FPI Targetkan Bangun 100 Hunian Korban Gempa Lombok

HILMI memprioritaskan pembangunan hunian warga dengan kriteria tertentu. "Kriterianya janda yang ada yatimnya, warga jompo, dan keluarga yang punya bayi," imbuhnya.

Kamis, 13/09/2018 08:55 0

Indonesia

Pererat Persaudaraan, Komunitas Hijrah Se-Solo Raya Gelar “Ukhuwah Camp”

"Kami sangat berharap kepada asatidz dan ulama, untuk mensupport terus. Karena kami merasa sangat banyak sekali kekurangan dalam bidang agama," katanya.

Kamis, 13/09/2018 08:05 0

Indonesia

Felix Siauw: Selama Rukun Iman dan Islam Sama, Masih Bersaudara

Dai muda, Ustadz Felix Siauw berpesan untuk tetap mengedepankan Ukhuwah Islamiyah dalam menghadapi tahun politik.

Rabu, 12/09/2018 17:08 2

Indonesia

UBN Ajak Pemerintah dan Masyarakat Hentikan Kampanye Islamofobia

Pimpinan Arrahman Quranic Learning Center, Ustadz Bachtiar Nasir mengungkapkan alasannya memilih tema "Peace is Power" dalam Milad ke-10 AQL di Balai Kartini, Jakarta Selatan.

Rabu, 12/09/2018 14:58 0

Indonesia

Dugaan Pemurtadan di Lombok, Begini Respon Aa Gym

"Jangan memanfaatkan penderitaan orang untuk lebih menderita di akhirat dengan dimurtadkan," ungkapnya saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (11/09/2018).

Rabu, 12/09/2018 11:04 0

Close