... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Di Bawah Bayang-bayang Tragedi Utang Turki Usmani

Intervensi Korporasi

Kesulitan Turki Usmani melakukan pembayaran hutang membuat para kreditor asing membentuk satu badan yang disebut sebagai Ottoman Public Debt Administration (OPDA) yang disetujui oleh Sultan Abdul Hamid II lewat Dekrit Muharram. Lembaga ini dapat dikatakan satu intervensi (swasta) asing yang akhirnya merasuk ke jantung pemerintah Kekhalifahan Turki Usmani. (Murad Birdal : 2010)

OPDA dibentuk bukan mewakili negara- negara tertentu, melainkan sekumpulan pihak swasta sebagai kreditor. Dua anggota dari Perancis, satu dari Jerman, Austria dan Italia dan pemerintahan Turki Usmani, dan satu mewakili Inggris sekaligus Belanda. Meski demikian tak dapat dipungkiri, para wakil ini sangat terikat erat dengan negaranya masing-masing. Alhasil OPDA menjadi semacam perusahaan di dalam Pemerintah Turki Usmani yang dikendalikan kreditor asing dan memiliki kuasa untuk melakukan sebagian kebijakan ekonomi di dalam negeri Turki Usmani. (Murad Birdal : 2010)

Kantor Administrasi Utang Publik Utsmani (OPDA)

Di satu sisi, OPDA berhasil memaksa pemerintah Turki Usmani melakukan reformasi pengelolaan keuangan yang lebih transparan dan modern. Namun tak dapat dipungkiri, di sisi lain, OPDA melakukan satu intervensi terhadap kebijakan negara. Mereka misalnya berhasil ‘memaksa’ pemerintah Turki Usmani untuk mengembangkan industri bir lokal untuk pertama kalinya pada tahun 1896. Pemerintah Turki Usmani ‘merestui’ industri bir lokal ini dengan meresmikan pajak terhadap industri tersebut. (Murad Birdal : 2010)

Satu hal yang krusial, OPDA juga membuka peluang investasi asing langsung (Foreign Direct Investment) masuk ke Turki Usmani. Investasi dipembangunan jalur kereta api mendapat porsi terbesar dari investasi asing. (Murad Birdal : 2010)

BACA JUGA  Soal Rekonsiliasi, PA 212 Sarankan Prabowo Istiqomah Berjuang Bersama Ulama dan Umat

Pembangunan jalur kereta di Turki Usmani merangsek ke jantung perdagangan Kekhalifahan, menyambungkan beberapa jalur perdagangan dan menjadi jalur masuknya barang-barang Eropa ke Turki Usmani. Meski demikian pemerintah Turki Usmani tak berkuasa banyak atas kepemilikan pembangunan rel tersebut. Bahkan pada tahun 1890 mereka menjual kepemilikan atas dua jalur kereta. (Murad Birdal : 2010)

Dari sekian banyak jalur rel yang dibangun, hanya jalur kereta Hijaz yang menghubungkan Damaskus ke Madinah yang dimiliki oleh pemerintah Turki Usmani. Tak pelak OPDA memainkan peranan penting memberi kesempatan para kapitalis eropa menanggung keuntungan besar dari investasi di jalur kereta api. (Murad Birdal : 2010)

Jalur kereta api Turki Utsmani

Erkut Duranoglu dan Guzide Okutucu dalam Economic Reasons Behind the Decline of the Ottoman Empire meyimpulkan bahwa Kekhilafahan Turki Usmani tak melakukan kebijakan merkantilis yang dapat mengembangkan industri dan pedagang lokal. Sehingga ketika kapitalisme Eropa masuk ke Turki Usmani mereka tak mampu membendung industri dan pedagang lokal yang tergusur kapitalisme Eropa.

Kurangnya perhatian pemerintah Turki Usmani pada pertumbuhan dan perkembangan ekonomi mereka bisa jadi karena perhatian diberikan terlalu besar pada faktor keamanan. Sejak meluasnya wilayah mereka, maka tuntutan agar melindungi wilayah yang luas juga meningkat. Oleh sebab itu Turki Usmani begitu menaruh perhatian pada sektor militer, dengan terus meningkatkan kekuatan militer mereka. Sayangnya hal ini berpengaruh pada pemasukan mereka sendiri.

BACA JUGA  Perjuangan Penegakan Islam di Aljazair, dari Era Kolonialisme Hingga Kebangkitan FIS

Pada Perang Dunia I misalnya, mobilisasi masyarakat untuk berperang akhirnya menggerus produktivitas mereka. Laki-laki yang bertani, berdagang dan bekerja di industri, meninggalkan pekerjaan mereka untuk berperang. Pemerintah kehilangan pajak dari para pekerja tersebut, malah harus mengeluarkan biaya untuk mereka. Karena situasi perang, aktivitas di pelayaran dan pelabuhan terganggu. (Eugene Rogan: 2015)

Runtuhnya 800 tahun kekuasaan Turki Usmani memang disebabkan banyak faktor. Baik konflik internal, kekuatan asing yang semakin kuat, tindak tanduk orang-orang asing termasuk Yahudi Zionis dalam politik Turki Usmani hingga intrik para elit. Namun tak dapat dipungkiri, persoalan ekonomi yang membeli Turki Usmani membuat mereka perlahan digerogoti kedaulatan dan kewibawaannya.

Kekuatan ekonomi yang melemah menyebabkan keroposnya bangunan politik mereka. Utang yang menjerat akhirnya mampu membuat Turki Usmani terjerembab dalam pusaran konflik baik eksternal maupun internal.

Jerat Utang bertumpuk memang membuat negeri-negeri kehilangan kedaulatan dirinya. Bukankah hal ini sudah terjadi di depan mata kita? Zimbabwe yang akhirnya tunduk dan menyerahkan Yuan Cina menjadi salah satu mata uang negerinya. Sri Lanka yang menggadaikan pelabuhan Hambatota mereka pada Cina akibat utang yang tak terbayar.

Indonesia dan Turki yang kini beberapa langkah dari bibir jurang semoga tak terperosok ke dalam jurang yang sama. Jangan sampai persoalan utang membuat Indonesia dan Turki menjadi korban berikutnya dari malapetaka buruknya pengelolaan ekonomi dan jeratan utang. Jika kekuasaan sebesar Turki Usmani saja akhirnya rebah karena utang, bagaimana dengan kita?

1 2 3
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Membangun Negara dengan Tauhid – Ust. Farid A. Okbah, MA.

KIBLAT.NET – Politik dalam kenegaraan Islam itu jauh lebih dari sekadar mensejahterahkan rakyat. Politik dalam...

Senin, 10/09/2018 12:00 0

Amerika

Media: Pemerintah AS Sesatkan Opini Publik Soal Perang Afghanistan

Namun fakta di lapangan yang digali New York Times menunjukkan fakta bahwa sepertiga dari total pasukan Afghanistan disersi namun nama-nama mereka tidak dihapus dari daftar tentara penerima gaji.

Senin, 10/09/2018 09:33 0

Suriah

Pesawat Tempur Mulai Serangan Intensif ke Idlib

Setidaknya 15 helikopter bergantian menjatuhkan bom barel desa Habit

Senin, 10/09/2018 08:07 0

Iran

Menlu Iran: Selamat Tahun Baru Ibrani

"Saya berharap semua warga Yahudi di negara saya dan di seluruh dunia sangat bahagia dan dipenuhi perdamian serta harmoni di tahun baru ini. Selamat Tahun Baru untuk Anda di tahun baru Ibrahim," tulis Zarif di akun resmi Twitternya seperti dilansir Reuters, Ahad.

Senin, 10/09/2018 06:45 0

Indonesia

Penuh Haru, Tiga Peserta Jalan Sehat Solo Ini Dapat Hadiah Umrah Gratis

"Alhamdulillah, saya belum pernah ke Makkah dan mendapatkan umroh, insyallah saya akan berangkat. Dan terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan jalan sehat umat Islam pada hari ini," katanya saat ditemui Kiblat.net pada Ahad (09/09/2018) di Solo.

Senin, 10/09/2018 06:13 0

Suriah

Rusia dan Amerika Bisa Gigit Jari di Suriah

Rusia dan Amerika Bisa Gigit Jari di Suriah. Rusia dan Amerika adalah negara kuat. Namun keduanya keok di Afghanistan melawan Taliban. Aktor lemah bisa mengalahkan aktor kuat, bagaimana itu mungkin terjadi di Suriah?

Senin, 10/09/2018 05:12 0

Lebanon

Pengungsi Suriah Dianiaya Hanya Karena Memiliki Nama “Abu Muawiyah”

Seorang pengungsi Suriah dari distrik selatan Damaskus bernama Ahmed alias Abu Muawiyah harus mengalami kesakitan lantaran dianiaya oleh sekelompok orang di Lebanon.

Ahad, 09/09/2018 14:32 0

Irak

Demonstran Iraq Bakar Kantor Konsulat Iran di Basra

Ratusan demonstran menyerbu dan membakar kantor kedutaan Iran di kota Basra Iraq selatan pada Jumat (07/09/2018). Para demonstran melampiaskan kemarahan mereka atas layanan publik yang buruk.

Ahad, 09/09/2018 13:51 0

Suriah

Tak Ada Solusi Pasti untuk Idlib dalam KTT Turki-Iran-Rusia

"Ketiga negara ini tidak pernah mencapai sudut pandang strategis mengenai perang Suriah karena mereka bertentangan pendapat," kata Ismayil

Ahad, 09/09/2018 13:38 0

Indonesia

Jalan Sehat Umat Islam Solo: Datang Bersih Pulang Juga Bersih

“Alhamdulillah luar biasa, umat Islam se-Solo Raya bersatu padu dalam kegiatan nasional. Tidak ada unsur politik, jadi ini hanya untuk mempersatukan umat Islam,” tambahnya.

Ahad, 09/09/2018 12:41 1

Close