... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Di Bawah Bayang-bayang Tragedi Utang Turki Usmani

Belitan Utang Turki Utsmani

Sesungguhnya kita dapat bercermin dari sejarah kekuasaan yang tumbang karena utang. Salah satunya adalah Kekhalifahan Turki Usmani. Hutang pada masa lalu telah menjerat pilar-pilar bangunan politik Turki Usmani sehingga menyeret mereka pada kejatuhannya.

Jika abad ke 15 dianggap sebagai masa keemasan Kekhalifahan Turki Usmani, maka abad ke-18 menjadi anak tangga menuju masa kelam Turki Usmani. Mereka memang berhasil bertahan selama 300 tahun kemudian seraya melakukan beberapa reformasi dalamnya, namun tak dapat dipungkiri, menyusutnya wilayah akibat peperangan memberi dampak yang signifikan.

Sejumlah admistratur Turki Utsmani saat berada di Al-Quds.

Berbagai medan perang yang harus dijelajahi Turki Usmani membuat mereka harus meningkatkan kemampuan militer mereka terutama persenjataan mereka. Meski bukan yang terburuk, tetapi dibanding Perancis dan Inggris, Turki Usmani tak lagi menjadi kekuatan militer yang tercanggih.

Hal ini membuat mereka berpikir untuk meningkatkan kemampuan militer mereka. Namun peningkatan ini harus dibayar mahal oleh Turki Usmani. Kemampuan finansial yang terbatas membuat mereka harus berutang.

Kekhalifahan Turki Usmani awalnya menerbitkan surat-surat utang seperti Eshams pada tahun 1774 dan kemudian Kaimes pada tahun1840. Surat hutang dengan bunga 12.5 % pertahun ini kemudian mereka jual pada bankir-bankir lokal. Salah satunya adalah yang disebut Bankir Galata. (Murad Birdal : 2010)

Para Bankir Galata awalnya adalah para pengusaha penukar uang yang ramai sejak era Bizantium dan tinggal di distrik Galata. Sebagian dari mereka orang Itali, Perancis, dan menikah dengan perempuan non-muslim di sana. Sebagian lain yang terkemuka adalah orang Yunani, Armenia, Syam dan Yahudi. (Ekrem Bugra Ekinci: 2015)

Para Bankir Yahudi ini adalah pelarian diri dari inkuisisi di Spanyol. Mereka membuka usaha penukaran uang di Istanbul. Diantara yang terkenal dari para Yahudi ini adalah Camondo dan Fernandez. Usaha penukaran uang ini kemudian berkembang menjadi bank-bank lokal. (Ekrem Bugra Ekinci: 2015)

BACA JUGA  Dari Negeri ke Negeri: Derita Pengungsi Tanpa Henti

Pemerintah Turki Usmani mulai melirik para Bankir Galata untuk mencari sokongan dana karena bujet yang defisit. Terllebih mereka membutuhkannya untuk memodernisasi militer mereka. Pinjaman dengan surat hutang eshams yang dilakukan oleh pemerintah Turki Usmani pada Bankir Galata disepakati dengan bunga sekitar 12-18 % per tahun. Kadang bahkan bisa lebih tinggi lagi. Nilai bunga ini sebenarnya cukup tinggi. Namun Bankir Galata mampu menyediakan kebutuhan finansial pemerintah Turki Usmani dan dengan jangka waktu pembayaran yang seringkali tak ketat. (Murad Birdal : 2010)

Hal ini kemudian membuat para Bankir Galata memiliki pengaruh yang cukup besar di masyarakat dan pemerintahan kala itu. Bukan saja karena mereka mampu menyokong kebutuhan finansial pemerintahan kala itu, tetapi mereka memiliki kedekatan dengan para Pasha. Kedekatan ini memungkinkan mereka untuk mendapat jaminan pembayaran dari pemerintah.

Pinjaman terus dilakukan sehingga pembayaran bunga dan utang mereka terus menggerus pendapatan Kekhilafahan. Julukan Vampir Galata bagi para Bankir Galata tak membuat pemerintah Turki Usmani menjauh dari mereka. Bunga yang tinggi kerap diambil karena minimnya ketersediaan dana. (Murad Birdal : 2010)

Pada tahun 1854 pemerintah Turki Usmani untuk pertama kalinya berhutang pada pihak asing, di pasar Eropa sebesar 3 juta poundsterling dengan bunga 6%. Pemerintah Turki Usmani awalnya menolak untuk melakukan berutang pada lembaga keuangan asing. Terutama kekhawatiran adanya intervensi pada politik kekhilafahan. Banyak yang mengatakan Pemerintah Turki Usmani didorong oleh sekutu mereka, Perancis dan Inggris untuk berutang. (Murad Birdal : 2010)

Kenyataannya, Pemerintah Turki Usmani memang tak punya banyak pilihan sumber dana. Pertama, pengeluaran mereka meningkat seiring berlangsungnya Perang Crimea. Kedua, utang-utang dengan jatuh tempo singkat dan bunga tinggi dari Bankir-Bankir Galata membuat mereka harus mencari sumber dana untuk menutupinya. Pinjaman asing dengan bunga lebih rendah akhirnya dilakukan untuk menutupi utang lokal dan berbunga tinggi tersebut. (Murad Birdal : 2010)

BACA JUGA  Arti Simbol Bunga dalam Pembantaian Muslim Srebrenica

Sejak tahun 1854 pemerintah Turki Usmani terus menarik utang, membayar dan menarik lagi. Pada tahun 1855 misalnya, pemerintah Turki Usmani berutang lagi 5 juta Poundsterling. Baik pada tahun 1854 dan 1855, alokasi utang dipakai untuk membiayai Perang Crimea.

Pada tahun berikutnya berhutang lagi 2 juta Poundsterling dan hingga pada tahun 1865 berhutang sebesar 36 juta Poundsterling. Jumlah yang besar ini dipakai untuk menutupi jatuh temponya utang tahun 1854. Utang ini terus digali bahkan sampai tahun 1877 dan kembali dipakai untuk membiayai perang melawan Rusia. Dan di tahun 1877 pula mereka menyatakan default (gagal bayar) dan menghentikan sementara semua bunga utang kecuali bunga utang tahun 1855. (Murad Birdal : 2010)

Alih-alih menarik hutang untuk kepentingan produktif, Pemerintah Turki Usmani menarik hutang justru untuk membiayai perang mereka. Salah satunya adalah untuk membiayai Perang Crimea. Pada 15 Agustus 1855, pemerintah Turki Usmani berutang hingga 5 juta Poundsterling dengan bunga 4% kepada N.M. Rothschild & Sons di London atas jaminan pemerintah Inggris dan Perancis. (Candan Badem: 2010)

Keluarga Rothschild dikenal luas sebagai bankir Yahudi yang berpengaruh. Ironisnya, keluarga Rothschild pula yang puluhan tahun kemudian mendukung proyek zionisme yahudi di Palestina.

Keluarga Rotschild

Tak bisa dipungkiri, pemerintah Turki Usmani berutang untuk hal-hal yang tak produktif disertai buruknya administrasi negara, pengelolaan keuangan hingga praktek korupsi membuat Turki Usmani bukan saja kehilangan pendapatan mereka, tetapi juga kehilangan kepercayaan para kreditor asing. (Murad Birdal : 2010)

Genangan utang asing yang menyulitkan pemerintah Turki Usmani, membuat mereka mulai melirik kembali para Bankir Galata. Kini para bankir tersebut membutuhkan imbal yang sepadan. Mereka mulai diberikan hak-hak mengelola dan mengumpulkan pada pendapatan tak langsung pemerintah di sektor garam, tembakau, minuman alcohol, hingga pajak ikan di Istanbul. (Murad Birdal : 2010)

Baca halaman selanjutnya: Intervensi Korporasi...

Halaman Selanjutnya 1 2 3
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Membangun Negara dengan Tauhid – Ust. Farid A. Okbah, MA.

KIBLAT.NET – Politik dalam kenegaraan Islam itu jauh lebih dari sekadar mensejahterahkan rakyat. Politik dalam...

Senin, 10/09/2018 12:00 0

Amerika

Media: Pemerintah AS Sesatkan Opini Publik Soal Perang Afghanistan

Namun fakta di lapangan yang digali New York Times menunjukkan fakta bahwa sepertiga dari total pasukan Afghanistan disersi namun nama-nama mereka tidak dihapus dari daftar tentara penerima gaji.

Senin, 10/09/2018 09:33 0

Suriah

Pesawat Tempur Mulai Serangan Intensif ke Idlib

Setidaknya 15 helikopter bergantian menjatuhkan bom barel desa Habit

Senin, 10/09/2018 08:07 0

Iran

Menlu Iran: Selamat Tahun Baru Ibrani

"Saya berharap semua warga Yahudi di negara saya dan di seluruh dunia sangat bahagia dan dipenuhi perdamian serta harmoni di tahun baru ini. Selamat Tahun Baru untuk Anda di tahun baru Ibrahim," tulis Zarif di akun resmi Twitternya seperti dilansir Reuters, Ahad.

Senin, 10/09/2018 06:45 0

Indonesia

Penuh Haru, Tiga Peserta Jalan Sehat Solo Ini Dapat Hadiah Umrah Gratis

"Alhamdulillah, saya belum pernah ke Makkah dan mendapatkan umroh, insyallah saya akan berangkat. Dan terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan jalan sehat umat Islam pada hari ini," katanya saat ditemui Kiblat.net pada Ahad (09/09/2018) di Solo.

Senin, 10/09/2018 06:13 0

Suriah

Rusia dan Amerika Bisa Gigit Jari di Suriah

Rusia dan Amerika Bisa Gigit Jari di Suriah. Rusia dan Amerika adalah negara kuat. Namun keduanya keok di Afghanistan melawan Taliban. Aktor lemah bisa mengalahkan aktor kuat, bagaimana itu mungkin terjadi di Suriah?

Senin, 10/09/2018 05:12 0

Lebanon

Pengungsi Suriah Dianiaya Hanya Karena Memiliki Nama “Abu Muawiyah”

Seorang pengungsi Suriah dari distrik selatan Damaskus bernama Ahmed alias Abu Muawiyah harus mengalami kesakitan lantaran dianiaya oleh sekelompok orang di Lebanon.

Ahad, 09/09/2018 14:32 0

Irak

Demonstran Iraq Bakar Kantor Konsulat Iran di Basra

Ratusan demonstran menyerbu dan membakar kantor kedutaan Iran di kota Basra Iraq selatan pada Jumat (07/09/2018). Para demonstran melampiaskan kemarahan mereka atas layanan publik yang buruk.

Ahad, 09/09/2018 13:51 0

Suriah

Tak Ada Solusi Pasti untuk Idlib dalam KTT Turki-Iran-Rusia

"Ketiga negara ini tidak pernah mencapai sudut pandang strategis mengenai perang Suriah karena mereka bertentangan pendapat," kata Ismayil

Ahad, 09/09/2018 13:38 0

Indonesia

Jalan Sehat Umat Islam Solo: Datang Bersih Pulang Juga Bersih

“Alhamdulillah luar biasa, umat Islam se-Solo Raya bersatu padu dalam kegiatan nasional. Tidak ada unsur politik, jadi ini hanya untuk mempersatukan umat Islam,” tambahnya.

Ahad, 09/09/2018 12:41 1

Close