... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Ancam Sanksi ICC Jika Usut Kejahatan Perang di Afghanistan

Foto: Serangan udara nato di afghanistan

KIBLAT.NET, Washington – Penasihat keamanan nasional AS, John Bolton, mengancam akan memberikan sanksi terhadap hakim dan jaksa pengadilan pidana internasional (ICC) jika berani menyelidiki dugaan kejahatan perang militer AS di Afghanistan.

Bolton akan mengumumkannya kepada Federalist Society, sebuah kelompok konservatif, di Washington pada hari Senin.

“Amerika Serikat akan menggunakan segala cara yang diperlukan untuk melindungi warga negara kita dan orang-orang dari sekutu kita dari penuntutan yang tidak adil oleh pengadilan tidak sah ini,” kata Bolton seperti dikutip The Guardian.

Dia juga akan mengatakan bahwa departemen luar negeri akan mengumumkan penutupan kantor Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington karena khawatir muncul tuntutan Palestina untuk mendorong penyelidikan ICC terhadap Israel.

“Amerika Serikat akan selalu berdiri dengan teman dan sekutu kita, Israel,” kata Bolton. Ia mengatakan pemerintahan Trump akan melawan jika pengadilan pidana internasional, yang berbasis di Den Haag di Belanda, secara resmi melanjutkan penyelidikan terhadap dugaan kejahatan perang anggota layanan AS dan para profesional intelijen selama perang di Afghanistan.

Jika penyelidikan semacam itu dilakukan, pemerintahan Trump akan melarang hakim dan jaksa untuk memasuki AS, memberikan sanksi pada setiap dana yang mereka miliki dalam sistem keuangan AS dan mengadili mereka dalam sistem pengadilan Amerika.

“Kami tidak akan bekerja sama dengan ICC. Kami tidak akan memberikan bantuan kepada ICC. Kami tidak akan bergabung dengan ICC. Kami akan membiarkan ICC mati dengan sendirinya. Setelah semua, untuk semua maksud dan tujuan, ICC sudah mati bagi kita,” kata Bolton.

BACA JUGA  Reuni 212 Jilid 2, Panitia Telah Koordinasi dengan Polisi

Selain itu, AS dapat menegosiasikan perjanjian bilateral yang lebih mengikat untuk melarang negara-negara agar tidak menyerahkan Amerika ke pengadilan.

Tujuan pengadilan adalah untuk mengadili para pelaku kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida. AS tidak meratifikasi perjanjian Roma yang mendirikan pengadilan pada tahun 2002, dengan Presiden George W Bush menentang pengadilan.

“Kami akan mempertimbangkan untuk mengambil langkah-langkah di dewan keamanan PBB untuk membatasi kekuatan sweeping pengadilan, termasuk untuk memastikan ICC tidak melaksanakan yurisdiksi atas Amerika dan warga negara sekutu kami yang belum meratifikasi undang-undang Roma,” Bolton.

Sumber: The Guardian
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Warga Jepang Donasikan Laba Dagangan untuk Korban Gempa Lombok

KIBLAT.NET, Jakarta – Dukungan dan bantuan untuk korban gempa di Lombok NTB terus mengalir. Tak...

Senin, 10/09/2018 16:11 0

Opini

HTI yang Selalu Salah

Sebenarnya, apa yang mereka takutkan dari eks-HTI bila keterlibatan anasir eks-HTI dalam tagar tersebut adalah sebuah kebenaran?

Senin, 10/09/2018 15:40 0

Artikel

Di Bawah Bayang-bayang Tragedi Utang Turki Usmani

Indonesia dan Turki yang kini beberapa langkah dari bibir jurang semoga tak terperosok ke dalam jurang yang sama. Jangan sampai persoalan utang membuat Indonesia dan Turki menjadi korban berikutnya dari malapetaka buruknya pengelolaan ekonomi dan jeratan utang.

Senin, 10/09/2018 15:29 0

Video Kajian

Membangun Negara dengan Tauhid – Ust. Farid A. Okbah, MA.

KIBLAT.NET – Politik dalam kenegaraan Islam itu jauh lebih dari sekadar mensejahterahkan rakyat. Politik dalam...

Senin, 10/09/2018 12:00 0

Indonesia

Penuh Haru, Tiga Peserta Jalan Sehat Solo Ini Dapat Hadiah Umrah Gratis

"Alhamdulillah, saya belum pernah ke Makkah dan mendapatkan umroh, insyallah saya akan berangkat. Dan terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan jalan sehat umat Islam pada hari ini," katanya saat ditemui Kiblat.net pada Ahad (09/09/2018) di Solo.

Senin, 10/09/2018 06:13 0

Indonesia

Jalan Sehat Umat Islam Solo: Datang Bersih Pulang Juga Bersih

“Alhamdulillah luar biasa, umat Islam se-Solo Raya bersatu padu dalam kegiatan nasional. Tidak ada unsur politik, jadi ini hanya untuk mempersatukan umat Islam,” tambahnya.

Ahad, 09/09/2018 12:41 1

Indonesia

Mesir Vonis Mati 75 Anggota Ikhwanul Muslimin

Mereka akan dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung, termasuk pimpinan senior IM Essam al-Erian, Mohamed Beltagi dan ulama terkemuka Safwat Higazi.

Ahad, 09/09/2018 10:52 0

Indonesia

Berjalan Gunakan Tongkat, Isro Gembira Ikuti Jalan Sehat Umat Islam Solo

Ia juga menegaskan bahwa kekurangan dalam hal fisik tidak perlu menjadi alasan untuk tidak ikut dalam aksi umat Islam. Saya, kata dia, tetap gembira meski dalam kondisi begini.

Ahad, 09/09/2018 09:37 0

Indonesia

Isu Pemurtadan di Lokasi Bencana, Ini Imbauan untuk Muslim

Insan mengatakan bahwa menerima bantuan atau sumbangan tetap diperbolehkan. Namun tidak untuk menukarkan bantuan kemanusiaan yang diterima dengan keyakinan yang dimiliki.

Ahad, 09/09/2018 09:23 0

Indonesia

Warga di Car Free Day Tak Terganggu Acara Jalan Sehat Umat Islam Solo

“Saya melihatnya bagus mas. Dan tidak merasa terganggu. Parkirnya juga bisa lebih lama, dan bisa lebih lama olahraga juga,” tuturnya.

Ahad, 09/09/2018 09:02 0

Close