... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengungsi Suriah Dianiaya Hanya Karena Memiliki Nama “Abu Muawiyah”

Foto: Bekas luka kekerasan yang dialami Ahmed alias Abu Muawiyah.

KIBLAT.NET, Beirut – Seorang pengungsi Suriah dari distrik selatan Damaskus bernama Ahmed alias Abu Muawiyah harus mengalami kesakitan lantaran dianiaya oleh sekelompok orang di Lebanon. Tindakan naas yang ia alami, diceritakan Ahmed kepada Zaman el-Wasl.

“Pada tanggal 28 Mei, seorang pria muda mengetuk pintu rumah kami dan bertanya kepada saya: ‘Apakah Anda Abu Muawiyah? Ada seseorang yang bertanya tentang Anda di bawah.’ Maka, saya pun melihat melalui jendela dan melihat mobil Range-Rover terparkir,” ujarnya.

Ahmed kemudian turun ke bawah dan menyapa mereka. “Di dalam mobil ada sopir dan 3 orang, satu di jok depan dan dua lagi di belakang. Salah satu dari mereka bertanya kepada saya: Apakah kamu Abu Muawiyah Tarrash?. Saya menjawab bercanda: Tidak, saya Abu Muawiyah Sang Pelukis,” tuturnya.

“Orang yang sama berkata kepada saya: Bawa putra Muawiyah untuk membantumu. Lalu saya menjawab, ‘Mari kita sepakati dulu dan kemudian aku akan membawanya bekerja denganku.”

Untuk diketahui, Muawiyah adalah pendiri Dinasti Umayah setelah berakhirnya era Khulafaur Rasyidin. Orang-orang Syiah sangat membencinya karena dianggap sebagai perebut kepemimpinan Ahlul Bait.

Ahmed kemudian bercerita bahwa orang-orang itu menculiknya dan membawanya ke sebuah tempat yang terletak di Beirut setelah memukul mata kanannya dengan gagang pistol.

“Saya menemukan diri saya di dalam rumah beberapa langkah lebih jauh. Begitu kami masuk, mereka mulai memukul, menghina, dan menginjak saya memaksa saya untuk menanggalkan pakaian saya. Mereka mengambil ponsel saya, mengikat saya dan meninggalkan saya dua jam sendirian.”

BACA JUGA  Kurang Perawatan Medis, 15 Bayi Suriah Tewas Kedinginan

“Mereka membawa saya ke ruang tamu yang berisi 6 orang, dua di antaranya merokok. Mereka mulai menginvestigasi: dari mana saya berasal? Apakah saya mendukung atau menentang rezim? Ketika saya menjawab bahwa saya tidak berasal dari pihak manapun, mereka mulai memukuli saya dengan cara yang lebih liar.”

“Kemudian mereka bertanya kepada saya: Mengapa Anda memanggil putra pertama Muawiyah dan yang lainnya Umayyah.” “Ketika saya mengatakan bahwa alasannya adalah karena itu adalah nama bersejarah, mereka semakin buas memukuli saya secara bergantian dengan sepotong plastik di kepala saya, pundak dan punggung saya sambil mengucapkan teriakan sektarian.”

Ketika tak sadarkan diri, Ahmed menceritakan kalau dirinya telah dibuang di suatu tempat. “Beberapa hari kemudian, saya terbangun dari keterkejutan saya dan pergi ke Komisi PBB untuk melaporkan apa yang terjadi pada saya. Tapi tidak ada perawatan yang saya dapatkan, sementara perlindungan juga sedikit diberikan,” ungkapnya.

Ahmed mengaku tindakan yang ia alami membuat dirinya trauma. “Setiap kali seseorang mengetuk pintu saya merasa panik dan takut. Sejak tiga bulan saya tidak berani meninggalkan rumah dan kesehatan saya semakin buruk dari hari ke hari, setelah laporan medis menunjukkan 56% cacat fisik,” ujarnya.

Lebanon memiliki satu juta pengungsi Suriah yang terdaftar, tetapi diyakini jumlahnya lebih dari 1,5 juta pengungsi. Pengungsi Suriah di Lebanon telah meminta badan pengungsi PBB untuk melindungi mereka dari tindakan kekerasan orang Lebanon yang menggunakan identitas karyawan UNHCR untuk menipu pengungsi dalam kampanye penangkapan terbaru.

BACA JUGA  Banjir dan Badai Salju Melanda Kamp Pengungsi Suriah di Lebanon

Sumber: Zaman el-Wasl
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jalan Sehat Umat Islam Solo: Datang Bersih Pulang Juga Bersih

“Alhamdulillah luar biasa, umat Islam se-Solo Raya bersatu padu dalam kegiatan nasional. Tidak ada unsur politik, jadi ini hanya untuk mempersatukan umat Islam,” tambahnya.

Ahad, 09/09/2018 12:41 1

Indonesia

Mesir Vonis Mati 75 Anggota Ikhwanul Muslimin

Mereka akan dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung, termasuk pimpinan senior IM Essam al-Erian, Mohamed Beltagi dan ulama terkemuka Safwat Higazi.

Ahad, 09/09/2018 10:52 0

Indonesia

Berjalan Gunakan Tongkat, Isro Gembira Ikuti Jalan Sehat Umat Islam Solo

Ia juga menegaskan bahwa kekurangan dalam hal fisik tidak perlu menjadi alasan untuk tidak ikut dalam aksi umat Islam. Saya, kata dia, tetap gembira meski dalam kondisi begini.

Ahad, 09/09/2018 09:37 0

Indonesia

Isu Pemurtadan di Lokasi Bencana, Ini Imbauan untuk Muslim

Insan mengatakan bahwa menerima bantuan atau sumbangan tetap diperbolehkan. Namun tidak untuk menukarkan bantuan kemanusiaan yang diterima dengan keyakinan yang dimiliki.

Ahad, 09/09/2018 09:23 0

Indonesia

Warga di Car Free Day Tak Terganggu Acara Jalan Sehat Umat Islam Solo

“Saya melihatnya bagus mas. Dan tidak merasa terganggu. Parkirnya juga bisa lebih lama, dan bisa lebih lama olahraga juga,” tuturnya.

Ahad, 09/09/2018 09:02 0

Indonesia

Jalan Sehat Umat Islam Solo Dimulai, Panitia Optimistis Acara Berjalan Damai

“Sampai selesai, insyaAllah tidak ada pelanggaran hukum dan sesuai UU. Harapan kita sampai nanti selesai kita dalam keadaan aman dan damai tidak ada persekusi,” sambungnya.

Ahad, 09/09/2018 08:26 0

Indonesia

Pagar Nusa Surakarta Turut Kawal Jalan Sehat Solo

Ketua Perguruan Silat Pagar Nusa wilayah Surakarta, Burhannudin Hilal mengungkapkan bahwa pesilat Pagar Nusa akan turut mengamankan jalan sehat Solo

Sabtu, 08/09/2018 15:45 0

Indonesia

Lokasi Jalan Sehat Solo Diubah

Saat koordinasi, kata Endro, akhirnya juga diputuskan bahwa rute lokasi jalan sehat diubah.

Sabtu, 08/09/2018 05:30 0

Indonesia

Myanmar Didesak Bebaskan Dua Jurnalis Reuters

"Ini adalah pekerjaan kami, untuk menulis berita dan menyebarkannya kepada dunia apa yang sebenarnya terjadi di Myanmar," kata Fira di depan Kantor Kedutaan Besar Myanmar di Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat pada Jumat (07/09/2018).

Jum'at, 07/09/2018 19:39 0

Indonesia

2.500 Polisi Terjun Antisipasi Jalan Sehat Solo, Peserta Merasa Terancam

Terkait hal ini, Humas Panitia Jalan Sehat, Endro Sudarsono menyatakan bahwa pihaknya merasa keberatan. Sebab, dengan jumlah ribuan tersebut, peserta akan merasa terancam.

Jum'at, 07/09/2018 19:11 0

Close