Ratusan Pemukim Yahudi Gelar Ritual Keagamaan di Masjid Al-Aqsha

KIBLAT.NET, Al-Quds – Pemukim Yahudi kembali menyerbu Masjid Al-Aqsha pada Kamis (06/09). Mereka melakukan ritual keagamaan Yahudi di masjid suci umat Islam kedua itu. Badan Wakaf Islam di Al-Quds, yang bertanggung jawab mengelola Al-Aqsha, mengungkapkan ritual itu sangat membahayakan masjid.

Kepala Departemen Media Departemen Wakaf Islam di Al-Quds, Faras Ad-Debs, mengatakan kepada Anatolia bahwa para ekstremis Yahudi melakukan ritual keagamaan selama penyerbuan Masjid Al-Aqsa. Mereka melantunkan nyaian-nyaian Yahudi dan doa-doa dengan keras sehingga membuat kebisingan.

Dia mengungkapkan bahwa itu merupakan tindakan provokasi. Polisi Israel membiarkan mereka bahkan memberi perlindungan.

“Kami melihat apa yang terjadi sebagai perkembangan yang membahaykan. Ini bukan yang pertama terjadi dan pelanggaran ini akan terus berlanjut. Terutama setelah meningkatnya seruan untuk menyerbu Masjid Al-Aqsha di hari-hari keagaman Yahudi,” ujar Faras.

Dia menunjukkan bahwa setidaknya 142 pemukim yang turut menyerbu pada Kamis pagi itu.

Polisi Israel mengizinkan para pemukim menyerbu Masjid Al-Aqsa melalui Gerbang Mugrabi, di dinding barat masjid, yang dikendalikan oleh polisi.

Badan Wakaf Islam di Yerusalem telah berulang kali memprotes pemberian izin pemukim untuk menyerbu masjid dan menyerukan diakhirinya serangan tetapi tanpa tanggapan dari polisi Israel.

Sumber: Anadolu Agency
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat