... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ragam Kepentingan dalam KTT Rusia-Iran-Turki untuk Suriah

Foto: Presiden Iran Hassan Rouhani, kiri, Presiden Rusia Vladimir Putin, kanan, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat bertemu di Ankara pada 4 April 2018.

KIBLAT.NET, Teheran – Presiden Iran, Rusia dan Turki bertemu pada Jumat (07/09/2018) di Teheran untuk membahas perang di Suriah, terutama serangan militer ke Idlib. Pertemuan juga akan menentukan apakah jalan diplomasi dapat menghentikan aksi militer.

Namun, perlu diingat bahwa setiap negara memiliki kepentingannya sendiri dalam perang selama bertahun-tahun di Suriah. Iran ingin mempertahankan dominasinya di negara Mediterania yang berdekatan dengan Israel dan Lebanon. Turki, yang mendukung pasukan oposisi melawan Presiden Suriah Bashar Assad, mengkhawatirkan banjir pengungsi yang melarikan diri dari serangan militer dan mendestabilisasi wilayah yang di bawah kendalinya di Suriah. Sementara Rusia ingin mempertahankan kehadiran regionalnya untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Amerika.

“KTT Teheran dapat menghasilkan perdamaian dan rekonsiliasi di Suriah atau dapat memperdalam kekacauan yang diciptakan oleh serangan kekerasan tak berujung yang utamanya diprakarsai oleh rezim Assad,” kata Ilnur Cevik, penasihat senior untuk Erdogan di surat kabar Daily Sabah.

Provinsi Idlib dan sekitarnya adalah rumah bagi sekitar 3 juta orang yang hampir setengahnya adalah pengungsi dari wilayah lain Suriah. Di dalamnya juga terdapat pasukan oposisi dari berbagai macam faksi militer.

Bagi Rusia dan Iran -yang menjadi sekutu rezim Suriah- merebut kembali Idlib sangat penting untuk menyelesaikan kemenangan militer dalam perang setelah pasukan Suriah merebut kembali hampir semua kota dan kota besar lainnya.

BACA JUGA  Iran Tolak Operasi Militer Turki di Suriah

Untuk Turki, taruhannya tidak bisa lebih tinggi. Turki sudah menampung 3,5 juta pengungsi Suriah dan telah menutup perbatasannya. Hal ini diikuti dengan pembentukan zona kontrol di Suriah utara yang ditempati ratusan pasukan di 12 pos pengamatan di Idlib. Serangan rezim Suriah menciptakan skenario buruk yang berpotensi larinya ratusan ribu orang, termasuk militan ke perbatasannya dan mendestabilisasi kota-kota di Suriah utara yang berada di bawah kendalinya.

Turki juga tidak ingin melihat wilayah lain yang dikuasai Kurdi meningkat di sepanjang perbatasannya, seperti yang sudah terjadi di Iraq utara.

Sumber: Fox News
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Komnas HAM Desak DPR Segera Bentuk Lembaga Pengawas Penanggulangan Terorisme

Pasal 43J Undang-undang Nomor 5 tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme mengatur adanya lembaga pengawas penanggulangan terorisme

Jum'at, 07/09/2018 15:07 0

Indonesia

Fahri Hamzah: Pemerintah Belum Turunkan Dana Rekonstruksi dan Rehabilitasi di Sumbawa

Fahri Hamzah: Pemerintah belum Turunkan Dana Rekonstruksi dan Rehabilitasi di Sumbawa

Jum'at, 07/09/2018 11:56 1

Indonesia

Animo Masyarakat Tinggi, 50.000 Kupon Jalan Sehat 9 September di Solo Ludes

Animo Masyarakat Tinggi, 50.000 Kupon Jalan Sehat 9 September di Solo Ludes

Jum'at, 07/09/2018 11:42 0

Indonesia

Polisi Tak Keluarkan Izin, Panitia Akan Tetap Gelar Jalan Sehat di Solo pada 9 September

Polisi Tak Keluarkan Izin, Panitia Akan Tetap Selenggarakan Jalan Sehat Warga Solo pada 9 September

Jum'at, 07/09/2018 11:30 0

Suara Pembaca

Pelatihan Kepemimpinan PII Bangun Semangat Belajar Siswa Lombok Pascagempa

Pelatihan Kepemimpinan PII di Lombok Bangun Semangat Belajar Siswa Pacsagempa

Kamis, 06/09/2018 18:49 0

Indonesia

Komnas HAM Soroti Akuntabilitas Penggunaan Senjata Polri

Komnas HAM Soroti Akuntabilitas Penggunaan Senjata Polri dalam Penanganan Terorisme, khususnya dalam penanganan terorisme

Kamis, 06/09/2018 18:21 0

Indonesia

Polisi Diminta Tangkap Pemasang Spanduk Provokatif di Solo

Ia menyatakan bahwa spanduk telah menyalahi unsur 156 KUHP dan 157 KUHP tentang rasa kebencian baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Kamis, 06/09/2018 17:41 0

Indonesia

Rupiah Melemah Dinilai Karena Kebijakan Pemerintah yang Kurang Realistis

Heri Gunawan menegaskan bahwa rupiah melemah karena kebijakan pemerintah yang kurang realistis sehingga timbul defisit.

Kamis, 06/09/2018 16:27 0

Indonesia

Spanduk Provokatif Muncul Jelang Jalan Sehat Solo, Ini Respon Masyarakat

Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Kemaslahatan Beragama Kota Surakarta langsung merespon spanduk tersebut dengan membuat laporan ke polisi.

Kamis, 06/09/2018 14:18 0

Analisis

Membaca Nasihat Ulama Abdul Somad kepada Calon Umara Sandiaga Uno

Tahun politik begini, mungkin Sandiaga Uno sedang mendekati ulama. Atau sebaliknya! Membaca nasihat ulama Abdul Somat kepada calon umara Sandiaga Uno.

Kamis, 06/09/2018 13:50 0

Close