AS Masukkan JNIM ke Daftar “Teroris” untuk Putus Sumber Daya

KIBLAT.NET, Washington – Departemen Luar Negeri AS, Kamis (06/09), mengumumkan bahwa negaranya telah memasukkan kelompok Jamaah Nusratul Islam wal Muslimin (JNIM) dalam daftar organisasi teroris asing. Akun resmi Twitter milik Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa keputusan ini dikeluarkan dengan nomor 219 di Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan.

Dephan AS mengungkapkan bahwa tujuan memasukkan JNIM dalam daftar kelompok “teroris” untuk mencegah mereka mendapatkan hal-hal yang diperlukan untuk merencanakan dan melancarkan serangan “teros” .

Hukuman lainnya atas keputusan ini, seluruh aset JNIM di bawah kendali AS dibekukan. Begitu juga, warga AS dilarang berhubungan dengan kelompok tersebut.

Koordinator kontra-terorisme AS, Nathan Sills, mengatakan bahwa “Al-Qaidah dan mitra-mitranya, seperti kelompok (JNIM) terus menjadi ancaman mematikan bagi Amerika Serikat dan sekutu … keputusan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memberikan tekanan pada pembiayaan (Al-Qaidah) , dan menghalangi mereka mendapat sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan serangan.”

JNIM merupakan kelompok jihadis di wilayah Afrika Sahel-Sahara yang menyatakan sumpah setia kepada Organisasi Al-Qaidah. Organisasi yang didirikan pada Maret 2017 ini merupakan marger dari faksi-faksi jihadis Afrika, seperti Anshar Al-Adin, Katibah Al-Murabithun, Imarah Manthiqah Shahra’ Al-Kubra dan Kataib Masinaa. Target utama organisasi memerangi penjajah Prancis.

JNIM telah meluncurkan berbagai serangan baik menargetkan tentara lokal maupun asing. Serangan terbaru menargetkan markas tentara di Burkina Faso dan kedutaan Prancis di Ouagadougou pada Maret 2017.

Pembentukan organisasi dideklarasikan melalui rekaman video yang menampilkan para pemimpin kelompok jihad di Afrika. Iyad Agh Ghali diamanahi memimpin gerakan baru ini. Dalam deklarasinya, ia segera menyatakan ba’iat kepada Aiman Adz-Dzawahiri, Abu Mush’ab Abdul Wadud (pemimpin Al-Qaidah wilayah Maghreb) dan pemimpin Taliban, Mulla Haibatullah Akhunzadah.

Para pengamat melihat bahwa ini merupakan sayap baru Al-Qaidah dan terkuat di Sahel dan Sahara.

Cabang Al-Qaidah pertama di wilayah Afrika Sahel dan Maghreb adalah Al-Qaidah di Wilayah Maghreb (AQIM). Namun cabang ini melemah beberapa tahun terakhir akibat sejumlah pembelotan anggotanya seiring munculnya ISIS.

Sumber: Al-Sarq Al-Ausath
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat