... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Polisi Afghanistan Tembak Mati Delapan Rekannya Saat Piket

Foto: Polisi militer Afghanistan (Foto: AP/Hamed Sarfarazi)

KIBLAT.NET, Takhar – Seorang polisi Afghanistan menembak mati delapan rekannya kemudian kabur membawa senjata mereka di provinsi Takhar, Afghanistan timur, seperti dikatakan para pejabat setempat pada Kamis (06/09). Insiden ini kian menambah panjang daftar serangan dari dalam yang dialami tentara pemerintah dan pasukan asing.

Beberapa hari sebelumnya, seorang tentara AS tewas dan sejumlah lainnya luka-luka di tangan polisi Afghanistan di provinsi Logar. Ini merupakan tentara AS kedua yang tewas dengan cara serupa sejak awal tahun ini.

Juru bicara polisi Takhar, Khalil Asir, mengatakan bahwa insiden itu terjadi pada Kamis pagi di sebuah pos pemeriksaan di distrik Khawaj Ghar. Seorang polisi lokal menembaki delapan rekannya yang masih tidur. Sebelum kabur, penembak membakar pos polisi itu beserta mayat di dalamnya.

Asir menduga penembak terkait dengan Gerakan Taliban. Ia melarikan diri membawa senjata rekan-rekannya.

Serangan internal oleh polisi, tentara atau penyerang yang berpakaian tentara telah menjadi masalah besar dalam beberapa tahun terakhir. Serangan itu menargetkan pasukan keamanan Afghanistan lebih banyak daripada pasukan Barat.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Pelatihan Kepemimpinan PII Bangun Semangat Belajar Siswa Lombok Pascagempa

Pelatihan Kepemimpinan PII di Lombok Bangun Semangat Belajar Siswa Pacsagempa

Kamis, 06/09/2018 18:49 0

Indonesia

Komnas HAM Soroti Akuntabilitas Penggunaan Senjata Polri

Komnas HAM Soroti Akuntabilitas Penggunaan Senjata Polri dalam Penanganan Terorisme, khususnya dalam penanganan terorisme

Kamis, 06/09/2018 18:21 0

Indonesia

Polisi Diminta Tangkap Pemasang Spanduk Provokatif di Solo

Ia menyatakan bahwa spanduk telah menyalahi unsur 156 KUHP dan 157 KUHP tentang rasa kebencian baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Kamis, 06/09/2018 17:41 0

Indonesia

Rupiah Melemah Dinilai Karena Kebijakan Pemerintah yang Kurang Realistis

Heri Gunawan menegaskan bahwa rupiah melemah karena kebijakan pemerintah yang kurang realistis sehingga timbul defisit.

Kamis, 06/09/2018 16:27 0

Indonesia

Spanduk Provokatif Muncul Jelang Jalan Sehat Solo, Ini Respon Masyarakat

Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Kemaslahatan Beragama Kota Surakarta langsung merespon spanduk tersebut dengan membuat laporan ke polisi.

Kamis, 06/09/2018 14:18 0

Analisis

Membaca Nasihat Ulama Abdul Somad kepada Calon Umara Sandiaga Uno

Tahun politik begini, mungkin Sandiaga Uno sedang mendekati ulama. Atau sebaliknya! Membaca nasihat ulama Abdul Somat kepada calon umara Sandiaga Uno.

Kamis, 06/09/2018 13:50 0

Indonesia

Rawan Pelanggaran HAM, Aturan Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme Harus Jelas

"Keterbukaan dalam proses penyusunan Perpres menjadi kebutuhan masyarakat semuanya. Terlebih lagi, undang-undang penanganan terorisme cakupannya sangat banyak dan potensi pelanggaran HAM-nya cukup tinggi,” sambung Anam.

Kamis, 06/09/2018 13:17 0

Indonesia

Pakar Hukum: Jalan Sehat Solo Hanya Perlu Pemberitahuan, Bukan Izin

"Itu sarana demokrasi bahwa orang itu nggak puas dan boleh protes. Kalau protes aja memerlukan izin ya namanya bukan unjuk rasa, tapi namanya lomba pidato," ungkapnya kepada awak media di Polresta Surakarta pada Rabu (05/09/2018).

Kamis, 06/09/2018 11:52 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Jalan Terjal Dakwah Para Ulama

Menjadi ulama berarti membuat pejanjian dengan Allah untuk senantiasa teguh dan tegas menyampaikan wahyu dan memperbaiki umat. Sebagai pelanjut estafet dakwah Nabi dalam menyampaikan kebenaran, tentunya konsekuensi yang diterima sama dengan konsekuensi yang diterima para Nabi.

Kamis, 06/09/2018 11:51 0

Indonesia

Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme Harus di Bawah Supremasi Sipil

Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme Harus Di Bawah Supremasi Sipil

Rabu, 05/09/2018 21:19 0

Close