... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komnas HAM: Semakin Minim TNI Terlibat Penanganan Terorisme, Semakin Bagus

Foto: Tentara Nasional Indonesia (TNI)

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memberikan perhatian serius terhadap pelibatan TNI dalam penaggulangan terorisme. Semakin kecil perana militer dalam hal itu, dinilai semakin bagus.

“Jika pelibatan TNI itu dalam kerangka rezim negara hukum, semakin minim pelibatannya semakin bagus. Itu kerangka berpikirnya,” ungkap Komisioner Komnas HAM Muchammad Choirul Anam kepada awak media di Kantor Komnas HAM, Rabu (05/09/2018).

Karenanya Komnas HAM sangat meminta pemerintah untuk memperjelas konteks kebutuhan pelibatan TNI dalam penanganan terorisme. Anam menilai pelibatan TNI seharusnya adalah langkah terakhir dalam penanganan terorisme, jika pihak kepolisian diberikan kewajiban utama sudah tidak mampu lagi.

“Jika memang dibutuhkan pelibatan militer, dalam konteks penanganan terorisme, ini harus dalam konteks result (hasil) terakhir, tidak boleh ujug-ujug dilibatkan sejak awal,” tegasnya.

Anam menceritakan dalam proses penyusunan Revisi Undang-undang Terorisme dulu, TNI menyampaikan memiliki kemampuan mencegah, menangkal, dan menangani terorisme. Meski begitu, menurut Anam, militer tak boleh dilibatkan dalam segala lini dalam penanganan terorisme.

“Mereka (militer) hanya melakukan penanganan saja, dan penanganan pun dalam konteks skalanya yang memang tidak bisa ditangani oleh polisi. Agar sistem tata kelola negara kita itu baik,” tukasnya.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat RI telah mengesahkan Undang-Undang No. 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

BACA JUGA  Komentari RKUHP, Komnas HAM: Kejahatan Kemanusiaan Jangan Diecer

Undang-Undang tersebut memberikan ruang bagi keterlibatan langsung Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam operasi kontraterorisme dan masalah keamanan internal. Salah satu pasal di dalam undang-undang menyatakan bahwa pemberantasan terorisme adalah bagian dari operasi militer, jika ada permintaan bantuan dari Kepolisian RI dan ditetapkan melalui Peraturan Presiden.

Reporter: Muhammd Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Iran

Ragam Kepentingan dalam KTT Rusia-Iran-Turki untuk Suriah

Presiden Iran, Rusia dan Turki bertemu pada Jumat (07/09/2018) di Teheran untuk membahas perang di Suriah, terutama serangan militer ke Idlib.

Jum'at, 07/09/2018 15:15 0

Suriah

AS Sebut Suriah Persiapkan Senjata Kimia untuk Serangan Idlib

"Ada banyak bukti bahwa senjata kimia sedang dipersiapkan," sambungnya.

Jum'at, 07/09/2018 14:33 0

Afrika

AS Masukkan JNIM ke Daftar “Teroris” untuk Putus Sumber Daya

Hukuman lainnya atas keputusan ini, seluruh aset JNIM di bawah kendali AS dibekukan. Begitu juga, warga AS dilarang berhubungan dengan kelompok tersebut.

Jum'at, 07/09/2018 11:46 0

Afghanistan

Polisi Afghanistan Tembak Mati Delapan Rekannya Saat Piket

Asir menduga penembak terkait dengan Gerakan Taliban. Ia melarikan diri membawa senjata rekan-rekannya.

Jum'at, 07/09/2018 09:13 0

Palestina

Ratusan Pemukim Yahudi Gelar Ritual Keagamaan di Masjid Al-Aqsha

Mereka melantunkan nyaian-nyaian Yahudi dan doa-doa dengan keras sehingga membuat kebisingan.

Jum'at, 07/09/2018 08:40 0

Afghanistan

Cina Akan Latih Tentara Afghanistan di Negaranya

"Kami juga meminta kendaraan tempur, helikopter tempur, peralatan udara dan peralatan pengintaian," imbuh Musazai.

Jum'at, 07/09/2018 08:13 0

Suara Pembaca

Pelatihan Kepemimpinan PII Bangun Semangat Belajar Siswa Lombok Pascagempa

Pelatihan Kepemimpinan PII di Lombok Bangun Semangat Belajar Siswa Pacsagempa

Kamis, 06/09/2018 18:49 0

News

Gempa Lombok, DPR Usul Pembentukan Pusat Komunikasi Nasional

Pembentukan badan tersebut dinilai penting dan akan berperan dalam memberikan kesiapan mental dan moral untuk menghadapi bencana-bencana serupa.

Kamis, 06/09/2018 16:52 0

Amerika

Donald Trump Ingin Eksekusi Bashar Assad?

"Hal itu bahkan tidak pernah dipikirkan," kata Trump kepada wartawan di Kantor Oval pada Rabu (05/09/2018) ketika dia bertemu dengan Emir Kuwait.

Kamis, 06/09/2018 15:48 0

Suriah

Warga Idlib Akan Kembali Turun ke Jalan Dukung Pejuang

Aktivis juga meluncurkan hastag slogan aksi besok itu di media sosial. Mereka mengungkapkan menolak menyerahkan diri dan rekonsiliasi dengan rezim.

Kamis, 06/09/2018 14:06 0

Close