... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rupiah Melemah Dinilai Karena Kebijakan Pemerintah yang Kurang Realistis

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra, Heri Gunawan menegaskan bahwa rupiah melemah karena kebijakan pemerintah yang kurang realistis sehingga timbul defisit. Yaitu defisit neraca perdagangan dan defisit anggaran.

“Defisit neraca berjalan sebesar US$ 8 miliar sampai bulan Juli 2018 ini, sementara utang telah mencapai 34% dari PDB,” ujarnya dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Rabu (05/09/2019).

Menurut Heri, maraknya impor pangan dan rencana Pemerintah menaikkan pajak penghasilan (PPh) atas 900 barang konsumsi adalah respon terhadap makin menipisnya cadangan devisa dan defisit transaksi berjalan. Kebijakan tersebut, kata dia, mempertegas bahwa masalah mendasar pelemahan rupiah karena pengelolaan internal yang belum baik.

“Rencana kebijakan ini malah terkesan panik dan membuat kegaduhan baru,” tegas Heri.

Menurutnya, Pemerintah, Kemenkeu, BI dan OJK musti mengobati masalah fundamentalnya dengan memperkuat kinerja ekonomi domestik. Pada konteks itu, pemerintah harus menjaga daya beli masyarakat dengan menciptakan stabilitas harga, baik untuk Bahan Bakar Minyak (BBM), listrik khususnya harga pangan.

“Langkah lain yang juga penting dan bisa segera dilakukan adalah pengetatan terhadap devisa hasil ekspor, devisa hasil ekspor yang masuk ke Indonesia mencapai 90%. Namun dari dolar AS yang masuk itu hanya sekitar 15% yang ditukarkan kembali dalam bentuk rupiah itupun digunakan relatif untuk belanja pegawai,” sambungnya.

Dari sini ia meminta Pemerintah tegas terhadap para eksportir agar menukarkan kembali dolar AS ke rupiah. Ia beranggapan Pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan bahwa devisa ekspor harus dikembalikan ke rupiah apabila sumbernya dari rupiah.

BACA JUGA  Pelibatan TNI Tangani Terorisme Munculkan Kekhawatiran

“Karena kita pahami bersama sebagian besar dari para eksportir juga memperoleh modal dari pinjaman dalam negeri dalam bentuk rupiah,” tuturnya.

Heri juga meminta Pemerintah untuk melakukan pemotongan anggaran belanja secara signifikan, guna menyesuaikan belanja negara secara lebih tepat sasaran untuk memberikan imunitas pada ekonomi.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Donald Trump Ingin Eksekusi Bashar Assad?

"Hal itu bahkan tidak pernah dipikirkan," kata Trump kepada wartawan di Kantor Oval pada Rabu (05/09/2018) ketika dia bertemu dengan Emir Kuwait.

Kamis, 06/09/2018 15:48 0

Suriah

Warga Idlib Akan Kembali Turun ke Jalan Dukung Pejuang

Aktivis juga meluncurkan hastag slogan aksi besok itu di media sosial. Mereka mengungkapkan menolak menyerahkan diri dan rekonsiliasi dengan rezim.

Kamis, 06/09/2018 14:06 0

Analisis

Membaca Nasihat Ulama Abdul Somad kepada Calon Umara Sandiaga Uno

Tahun politik begini, mungkin Sandiaga Uno sedang mendekati ulama. Atau sebaliknya! Membaca nasihat ulama Abdul Somat kepada calon umara Sandiaga Uno.

Kamis, 06/09/2018 13:50 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Jalan Terjal Dakwah Para Ulama

Menjadi ulama berarti membuat pejanjian dengan Allah untuk senantiasa teguh dan tegas menyampaikan wahyu dan memperbaiki umat. Sebagai pelanjut estafet dakwah Nabi dalam menyampaikan kebenaran, tentunya konsekuensi yang diterima sama dengan konsekuensi yang diterima para Nabi.

Kamis, 06/09/2018 11:51 0

Arab Saudi

Jaksa Saudi Juga Minta Syaikh Al-Umari Dihukum Mati

Syaikh Al-Umari ditangkap September 2017, saat rezim Saudi menggulirkan kampanye penangkapan ulama dan aktivis yang dianggap membahayakan Kerajaan.

Kamis, 06/09/2018 09:25 0

Afghanistan

Afghanistan Klaim Tangkap Belasan Anggota Haqqani di Kabul

Menurut pernyataan itu, tentara juga menyita senjata, amunisi dan bahan peledak dari tangan mereka.

Kamis, 06/09/2018 08:29 0

Suriah

Rezim Assad Mulai Serangan Tahap Pertama ke Idlib

faksi oposisi membaca serangan roket di bagian barat dan selatan sebagai tahap pertama kampanye militer besar terhadap Idlib.

Kamis, 06/09/2018 07:26 0

Afghanistan

Bom Kembali Guncang Ibukota Afghanistan

Serangan itu menyoroti bahaya di Kabul menjelang pemilu bulan depan. Keamanan di ibukota sangat rentan meskipun pemerintah kerap mengklaim menang melawan “teroris”.

Kamis, 06/09/2018 06:39 0

Suriah

Sejumlah Drone Mengintai Pasca Serangan Udara Rusia di Idlib

Menanggapi serangan Rusia, merger baru oposisi Suriah Jabhah Wathaniyah Li Tahrir berhasil meledakkan tank T72 Rusia di kamp Jurin di Sahl Ghab dengan rudal anti-tank.

Rabu, 05/09/2018 19:14 0

Info Event

Bersama SM, Mari Bantu Warga Lombok Dirikan Hunian Sementara

KIBLAT.NET, Lombok – Lebih dari sebulan yang lalu saudara kita di Lombok berada di masa...

Rabu, 05/09/2018 16:39 0

Close