... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rezim Assad Mulai Serangan Tahap Pertama ke Idlib

KIBLAT.NET, Idlib – Rezim Suriah, Rabu (05/09), meluncurkan serangan sengit ke provinsi Idib. Gempuran ini terjadi di tengah spekulasi Bashar Assad memulai agresi militer ke basis terakhir opoisi Suria itu.

Menurut media pemerintah dan lembaga pengawas HAM (SOHR), pasukan pendukung rezim Assad memfokuskan pengeboman di sisi barat dan selatan Idlib.

Sebelumnya, sumber militer mengatakan bahwa tahap pertama serangan itu akan mencakup kota Jisr al-Shughour dan Dataran al-Ghab di sisi barat, dan kota al-Latmaneh, Khan Shaykhun dan Ma’ra al-Nu’man di selatan.

Petugas penyelamat dan sumber oposisi serta SOHR mengatakan bahwa pedesaan Jisr al-Shughour menjadi kota target pertama rezim Assad. Kota yang menyambungkan wilayah oposisi antara Idlib dan sekitar itu menyaksikan gempuran sejak Selasa.

Sumber militer mengatakan kepada Arabi21.com bahwa faksi oposisi membaca serangan roket di bagian barat dan selatan sebagai tahap pertama kampanye militer besar terhadap Idlib.

Sumber yang lebih suka namanya tidak disebut itu mengungkapkan bahwa pejuang memfokuskan pertahanan di wilayah tersebut. Namun hal itu tidak mengesampingkan skenario lain untuk menghadapi segala “kejutan” di lapangan.

SOHR mengatakan bahwa pejuang menghancurkan sejumlah jembatan yang menuju wilayahnya dari daerah kontrol rezim. Upaya itu untuk mempersulit gerak pasukan darat musuh.

Sampai saat ini, kata lembaga yang bermarkas di Inggris itu, setidaknya tiga jembatan telah dirobohkan.

BACA JUGA  Menanti Takdir Idlib Setelah Kesepakatan Erdogan-Putin

Rezim Assad dengan didukung Rusia dan Iran telah menyiapkan pertempuran besar untuk merebut Idlib dan daerah sekitar. Serangan udara kembali melanda Idlib sejak Selasa setelah beberapa pekan wilayah itu tenang.

Nampaknya, nasib Idlib akan ditentukan dalam pertemuan tiga Negara penjamin (Turki, Rusia dan Iran) di Teheran pada Jumat besok. Saat berkomentar tentang pertemuan itu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, mengatakan akan membuat situasi “lebih jelas”.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan udaranya ke Idlib pada Selasa hanya menargetkan apa yang mereka gambarkan sebagai lokasi “ekstremis” dan tidak mengenai daerah-daerah padat penduduk.

Namun, SOHR menegaskan bahwa serangan itu menewaskan 13 warga sipil, termasuk anak-anak, dan tidak ada pejuang bersenjata yang menjadi korban.

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme Harus di Bawah Supremasi Sipil

Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme Harus Di Bawah Supremasi Sipil

Rabu, 05/09/2018 21:19 0

Indonesia

Rupiah Makin Lemah, DPR: Pemerintah Harus Segera Batasi Impor

Hal ini guna mengurangi defisit neraca pembayaran yang menjadi salah satu penyebab melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berdampak negatif kepada pelaku usaha industri.

Rabu, 05/09/2018 18:36 0

Indonesia

Fahri Hamzah: Kegiatan Misionarisme Bisa Jadi Sumber Konflik Baru

"Tolong yang begitu itu jangan, mengganggu proses yang sedang berjalan. Karena masyarakat sedang menghadapi satu persoalan lain, jangan ditambah persoalan," kata Fahri

Rabu, 05/09/2018 18:10 0

Indonesia

Persekusi terhadap Gerakan 2019 Ganti Presiden Melanggar HAM

“Karena kebebasan berekspresi itu dijamin oleh konstitusi kita, dan tidak ada undang-undang yang dilanggar oleh mereka,” ungkapnya.

Rabu, 05/09/2018 17:57 0

Info Event

Bersama SM, Mari Bantu Warga Lombok Dirikan Hunian Sementara

KIBLAT.NET, Lombok – Lebih dari sebulan yang lalu saudara kita di Lombok berada di masa...

Rabu, 05/09/2018 16:39 0

Video Kajian

Kedudukan Jihad dalam Dakwah Islam – Ust. Abu Rusydan

KIBLAT.NET – Ada sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa Islam bisa ditegakkan hanya dengan dakwah saja...

Rabu, 05/09/2018 12:00 0

Indonesia

Rupiah Makin Terpuruk, Fahri: Akibat Kacaunya Penegakan Hukum

Nilai tukar rupiah atas dolar AS semakin melemah. Pada Selasa (04/08/2018), nilai tukar mencapai titik Rp14.905 per dolar AS.

Selasa, 04/09/2018 16:06 0

Indonesia

Komnas HAM Tunggu Laporan Persekusi terhadap Gerakan 2019 Ganti Presiden

“Nantinya Komnas akan meminta polisi untuk memproses pelaku persekusi itu," kata Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM), Ahmad Taufan Damanik.

Selasa, 04/09/2018 13:58 0

Indonesia

Komnas HAM: Tidak Boleh Lakukan Pemurtadan Berdalih Kemanusiaan

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Ahmad Taufan Damanik menegaskan bahwa pemurtadan tidak dibenarkan, karena di Indonesia, terdapat ketentuan tidak boleh menyebarkan agama kepada yang sudah beragama.

Selasa, 04/09/2018 12:04 0

Indonesia

Ada Dugaan Misionarisme di Lombok, Tapi Malah Relawan Kemanusiaan Dikriminalisasi

Banyaknya korban gempa dan kerugian materil, menarik simpati berbagai lembaga sosial kemanusiaan. Namun ironisnya, ada pihak-pihak yang tak bertanggung jawab yang mengambil kesempatan dalam kesempitan, menjadikan para korban gempa, sebagai obyek kristenisasi.

Selasa, 04/09/2018 11:58 0

Close