... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rawan Pelanggaran HAM, Aturan Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme Harus Jelas

Foto: TNI gelar latihan kontraterorisme Tri matra (AD, AL, AU). Pasukan khusus Satgultor (Satuan Penanggulangan Teroris) dari: Satgultor 81/Kopassus, Denjaka/Marinir, Denbravo’90/Paskhas diterjunkan dalam latihan ini.

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mempertanyakan proses pembuatan Peraturan Presiden tentang Pelibatan Tentara Nasional Indonesia dalam penanganan tindak pidana terorisme. Menurut Koordinator Subkomisi Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, M. Choirul Anam pembuatan Perpres ini harus terbuka ke publik, sehingga potensi pelanggaran HAM dapat diminimalisir.

“Sampai saat ini kita belum mengetahui bagaimana proses ini berlangsung, bahkan sampai minggu kemarin, kami meminta informasinya, dikatakan draftnya masih bersifat internal, belum untuk konsumsi publik. Padahal penting bagi kami melihat pengaturan pelibatan ini dalam hal apa saja,” ungkapnya dalam konferensi pers di Gedung Komnas HAM, Jl Latuharhari, Jakarta Selatan, Rabu (05/09/2018).

Anam mengungkapkan, pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme harus dijelaskan secara mendetail dalam Perpres yang sedang disusun ini. Hal yang paling penting adalah terkait dalam tahap apa dan ancaman seperti apa TNI dilibatkan,” katanya.

“Keterbukaan dalam proses penyusunan Perpres menjadi kebutuhan masyarakat semuanya. Terlebih lagi, undang-undang penanganan terorisme cakupannya sangat banyak dan potensi pelanggaran HAM-nya cukup tinggi,” sambung Anam.

Ia mencontohkan hal yang rawan pelanggaran HAM adalah soal penahanan, penyadapan, dan tidak jelasnya posisi orang yang ditahan. Ketika pelibatan TNI tidak diperjelas oleh Perpres maka akan semakin menambah kerumitan yang ada.

“Karenanya proses pembuatan Perpres ini harus terbuka. Karena ini menjadi titik krusial perdebatan RUU terorisme waktu itu dan karenanya publik dan Komnas HAM perlu memastikan apakah Perpres tersebut sesuai dengan koridor demokrasi dan HAM,” ujar Anam.

BACA JUGA  Lagi, Kementerian Perdagangan Bakal Impor Jagung

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Jalan Terjal Dakwah Para Ulama

Menjadi ulama berarti membuat pejanjian dengan Allah untuk senantiasa teguh dan tegas menyampaikan wahyu dan memperbaiki umat. Sebagai pelanjut estafet dakwah Nabi dalam menyampaikan kebenaran, tentunya konsekuensi yang diterima sama dengan konsekuensi yang diterima para Nabi.

Kamis, 06/09/2018 11:51 0

Arab Saudi

Jaksa Saudi Juga Minta Syaikh Al-Umari Dihukum Mati

Syaikh Al-Umari ditangkap September 2017, saat rezim Saudi menggulirkan kampanye penangkapan ulama dan aktivis yang dianggap membahayakan Kerajaan.

Kamis, 06/09/2018 09:25 0

Afghanistan

Afghanistan Klaim Tangkap Belasan Anggota Haqqani di Kabul

Menurut pernyataan itu, tentara juga menyita senjata, amunisi dan bahan peledak dari tangan mereka.

Kamis, 06/09/2018 08:29 0

Suriah

Rezim Assad Mulai Serangan Tahap Pertama ke Idlib

faksi oposisi membaca serangan roket di bagian barat dan selatan sebagai tahap pertama kampanye militer besar terhadap Idlib.

Kamis, 06/09/2018 07:26 0

Afghanistan

Bom Kembali Guncang Ibukota Afghanistan

Serangan itu menyoroti bahaya di Kabul menjelang pemilu bulan depan. Keamanan di ibukota sangat rentan meskipun pemerintah kerap mengklaim menang melawan “teroris”.

Kamis, 06/09/2018 06:39 0

Suriah

Sejumlah Drone Mengintai Pasca Serangan Udara Rusia di Idlib

Menanggapi serangan Rusia, merger baru oposisi Suriah Jabhah Wathaniyah Li Tahrir berhasil meledakkan tank T72 Rusia di kamp Jurin di Sahl Ghab dengan rudal anti-tank.

Rabu, 05/09/2018 19:14 0

Info Event

Bersama SM, Mari Bantu Warga Lombok Dirikan Hunian Sementara

KIBLAT.NET, Lombok – Lebih dari sebulan yang lalu saudara kita di Lombok berada di masa...

Rabu, 05/09/2018 16:39 0

Video Kajian

Kedudukan Jihad dalam Dakwah Islam – Ust. Abu Rusydan

KIBLAT.NET – Ada sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa Islam bisa ditegakkan hanya dengan dakwah saja...

Rabu, 05/09/2018 12:00 0

Arab Saudi

Kejaksaan Saudi Minta Syaikh Salman Al-Audah Dihukum Mati

Putra Syaikh Al-Audah, Abdullah Al-Audah, membenarkan berita tersebut

Rabu, 05/09/2018 08:54 0

Afrika

Dalam Enam Bulan, Al-Shabab Luncurkan 418 Operasi

ratusan serangan itu selama periode Oktober 2017 hingga April 2018.

Rabu, 05/09/2018 07:44 0

Close