... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komnas HAM Soroti Akuntabilitas Penggunaan Senjata Polri

Foto: Densus 88 Polri

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyoroti pendekatan militeristik dan akuntabilitas penggunaan senjata terkait banyaknya korban penembakan polisi dalam kasus terorisme.

Tak kurang 350 orang yang berstatus terduga teroris ditangkap dan sebagian di antaranya menjadi sasaran tembak Densus 88 Mabes Polri. Komnas HAM memiliki sejumlah catatan dalam penindakan tersebut, dan menyatakan harus ada perbaikan dalam akuntabilitas kinerja polisi.

“Berarti polisinya yang harus dibetulin, bukan menyalahkan orang lain. Memang perilaku kepolisiannya, di dalam tata kelola penanganan terorisme harus ada akuntabilitasnya,” kata Komisioner Komnas HAM M. Choirul Aman saat ditemui di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (05/09/2018).

Anam menjelaskan dalam mekanisme HAM ada otoritas yang dibolehkan melakukan penembakan, dan polisi merupakan salah satu institusi yang dibolehkan melakukan penembakan. Namun, Komnas HAM mencatat tak ada akuntabilitas dalam penembakan atau penggunaan senjata yang oleh kepolisian, khususnya dalam penanganan terorisme.

Dia menjelaskan akuntabilitas penggunaan senjata oleh polri erat kaitannya dengan pertanggungjawaban anggota kepolisian dalam prosedur dan alasan suatu penembakan dilakukan. “Setelah dia melakukan penembakan, dia harus mempertanggungjawabkan peristiwa tersebut kepada atasannya, dan atasanya harus mengecek betul tentang prosedur dan alasan penembakan tersebut,” kata Anam.

“Proses seperti ini harus dipastikan dan itu menjadi akuntabilitias lembaga kepolisian. Itu yang bisa disuarakan kepada publik, yang sementara ini belum ada,” ungkap Anam.

BACA JUGA  Prabowo Serahkan Bantuan Tiongkok ke Gugus Tugas Covid – 19

Komnas HAM memberikan perhatian serius terhadap akuntabilitas Polri dalam penggunaan senjata. Sejumlah pengaduan masuk ke Komnas HAM terkait penembakan yang dilakukan aparat kepolisian.

Anam menyebut ada sebuah laporan yang masuk ke Komnas HAM tentang seseorang yang ditangkap, ditembak, dan ditahan oleh polisi di Batam. Orang yang ditembak itu kemudian meninggal saat dalam penahanan.

“Lusa kemarin, saya mendapat pengaduan di Komnas HAM, di Sumba, orang ditangkap, disuruh lari, dia nggak mau lari kemudian ditembak, dan sekarang karena pengobatannya gak baik, harus diamputasi,” ungkapnya.

Rupanya, tidak akuntabelnya penggunaan senjata di tubuh Polri tak hanya terjadi di Densus 88, tetapi juga merebak di Reserse Kriminal dan unit-unit lainya. Komnas HAM merasa penting untuk mengawasi akuntabilitas penggunaan senjata di tuuh Polri, sebagai sebuah isntitusi yang secara sah diperbolehkan menggunakan senjata. “Bagaimana akuntabilitasnya, itu yang jadi perhatian komnas HAM,” pungkas Anam.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Gempa Lombok, DPR Usul Pembentukan Pusat Komunikasi Nasional

Pembentukan badan tersebut dinilai penting dan akan berperan dalam memberikan kesiapan mental dan moral untuk menghadapi bencana-bencana serupa.

Kamis, 06/09/2018 16:52 0

Amerika

Donald Trump Ingin Eksekusi Bashar Assad?

"Hal itu bahkan tidak pernah dipikirkan," kata Trump kepada wartawan di Kantor Oval pada Rabu (05/09/2018) ketika dia bertemu dengan Emir Kuwait.

Kamis, 06/09/2018 15:48 0

Suriah

Warga Idlib Akan Kembali Turun ke Jalan Dukung Pejuang

Aktivis juga meluncurkan hastag slogan aksi besok itu di media sosial. Mereka mengungkapkan menolak menyerahkan diri dan rekonsiliasi dengan rezim.

Kamis, 06/09/2018 14:06 0

Analisis

Membaca Nasihat Ulama Abdul Somad kepada Calon Umara Sandiaga Uno

Tahun politik begini, mungkin Sandiaga Uno sedang mendekati ulama. Atau sebaliknya! Membaca nasihat ulama Abdul Somat kepada calon umara Sandiaga Uno.

Kamis, 06/09/2018 13:50 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Jalan Terjal Dakwah Para Ulama

Menjadi ulama berarti membuat pejanjian dengan Allah untuk senantiasa teguh dan tegas menyampaikan wahyu dan memperbaiki umat. Sebagai pelanjut estafet dakwah Nabi dalam menyampaikan kebenaran, tentunya konsekuensi yang diterima sama dengan konsekuensi yang diterima para Nabi.

Kamis, 06/09/2018 11:51 0

Arab Saudi

Jaksa Saudi Juga Minta Syaikh Al-Umari Dihukum Mati

Syaikh Al-Umari ditangkap September 2017, saat rezim Saudi menggulirkan kampanye penangkapan ulama dan aktivis yang dianggap membahayakan Kerajaan.

Kamis, 06/09/2018 09:25 0

Afghanistan

Afghanistan Klaim Tangkap Belasan Anggota Haqqani di Kabul

Menurut pernyataan itu, tentara juga menyita senjata, amunisi dan bahan peledak dari tangan mereka.

Kamis, 06/09/2018 08:29 0

Suriah

Rezim Assad Mulai Serangan Tahap Pertama ke Idlib

faksi oposisi membaca serangan roket di bagian barat dan selatan sebagai tahap pertama kampanye militer besar terhadap Idlib.

Kamis, 06/09/2018 07:26 0

Afghanistan

Bom Kembali Guncang Ibukota Afghanistan

Serangan itu menyoroti bahaya di Kabul menjelang pemilu bulan depan. Keamanan di ibukota sangat rentan meskipun pemerintah kerap mengklaim menang melawan “teroris”.

Kamis, 06/09/2018 06:39 0

Suriah

Sejumlah Drone Mengintai Pasca Serangan Udara Rusia di Idlib

Menanggapi serangan Rusia, merger baru oposisi Suriah Jabhah Wathaniyah Li Tahrir berhasil meledakkan tank T72 Rusia di kamp Jurin di Sahl Ghab dengan rudal anti-tank.

Rabu, 05/09/2018 19:14 0

Close