... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jaksa Saudi Juga Minta Syaikh Al-Umari Dihukum Mati

Foto: Syaikh Ali Al-Umari

KIBLAT.NET, Riyadh – Rezim Arab Saudi juga menggelar sidang perdana terhadap Syaikh Ali Al-Umari. Sidang tersebut digelar rahasia Selasa siang (04/09), beberapa jam setelah sidang Syaikh Salman Al-Audah. Syaikh Al-Umari juga didakwa terlibat “terorisme” dan dituntut hukuman mati.

Menurut akun Twitter pemantau penangkapan aktivis dan ulama Saudi, Muqtaqaly Rakyi, Rabu (05/09), Pengadilan Khusus Pidana Saudi menggelar sidang rahasia terhadap Syaikh Al-Umari. Sebanyak 30 dakawaan terkait terorisme dituduhkan kepadanya. Di antara dakwaan yang disangkakan, mendirikan organisasi pemuda yang bertujuan membentuk jaringan teroris rahasia di dalam wilayah Kerajaan. Jaksa meminta pengadilan menghukum mati Syaikh Al-Umari.

Syaikh Al-Umari ditangkap September 2017, saat rezim Saudi menggulirkan kampanye penangkapan ulama dan aktivis yang dianggap membahayakan Kerajaan. Pihak berwenang segera menutup Channel TV Faur Al-Shabab yang dikelolanya.

Muktaqaly Rakyi juga mengungkapkan bahwa Pengadilan Pidana Khusus menggelar persidangan rahasia terhadap Muhammad al-Habdan, Musyrif Aam yayasan Nour al-Islam. Jaksa menuduhnya dengan berbagai tuduhan mengada-ada, di antaranya berlemah lembut kepada Organisasi Ikhwanul Mislimin, yang masuk dalam daftar teroris Saudi. Jaksa meminta Habda dihukum 20 tahun.

Pada Selasa itu, pengadilan Saudi menggelar sidang terhadap sejumlah ulama yang ditahannya. Mayoritas ulama itu dikaitkan dengan Ikhwanul Muslimin.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme Harus di Bawah Supremasi Sipil

Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme Harus Di Bawah Supremasi Sipil

Rabu, 05/09/2018 21:19 0

Indonesia

Rupiah Makin Lemah, DPR: Pemerintah Harus Segera Batasi Impor

Hal ini guna mengurangi defisit neraca pembayaran yang menjadi salah satu penyebab melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berdampak negatif kepada pelaku usaha industri.

Rabu, 05/09/2018 18:36 0

Indonesia

Fahri Hamzah: Kegiatan Misionarisme Bisa Jadi Sumber Konflik Baru

"Tolong yang begitu itu jangan, mengganggu proses yang sedang berjalan. Karena masyarakat sedang menghadapi satu persoalan lain, jangan ditambah persoalan," kata Fahri

Rabu, 05/09/2018 18:10 0

Indonesia

Persekusi terhadap Gerakan 2019 Ganti Presiden Melanggar HAM

“Karena kebebasan berekspresi itu dijamin oleh konstitusi kita, dan tidak ada undang-undang yang dilanggar oleh mereka,” ungkapnya.

Rabu, 05/09/2018 17:57 0

Info Event

Bersama SM, Mari Bantu Warga Lombok Dirikan Hunian Sementara

KIBLAT.NET, Lombok – Lebih dari sebulan yang lalu saudara kita di Lombok berada di masa...

Rabu, 05/09/2018 16:39 0

Video Kajian

Kedudukan Jihad dalam Dakwah Islam – Ust. Abu Rusydan

KIBLAT.NET – Ada sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa Islam bisa ditegakkan hanya dengan dakwah saja...

Rabu, 05/09/2018 12:00 0

Indonesia

Rupiah Makin Terpuruk, Fahri: Akibat Kacaunya Penegakan Hukum

Nilai tukar rupiah atas dolar AS semakin melemah. Pada Selasa (04/08/2018), nilai tukar mencapai titik Rp14.905 per dolar AS.

Selasa, 04/09/2018 16:06 0

Indonesia

Komnas HAM Tunggu Laporan Persekusi terhadap Gerakan 2019 Ganti Presiden

“Nantinya Komnas akan meminta polisi untuk memproses pelaku persekusi itu," kata Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM), Ahmad Taufan Damanik.

Selasa, 04/09/2018 13:58 0

Indonesia

Komnas HAM: Tidak Boleh Lakukan Pemurtadan Berdalih Kemanusiaan

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Ahmad Taufan Damanik menegaskan bahwa pemurtadan tidak dibenarkan, karena di Indonesia, terdapat ketentuan tidak boleh menyebarkan agama kepada yang sudah beragama.

Selasa, 04/09/2018 12:04 0

Indonesia

Ada Dugaan Misionarisme di Lombok, Tapi Malah Relawan Kemanusiaan Dikriminalisasi

Banyaknya korban gempa dan kerugian materil, menarik simpati berbagai lembaga sosial kemanusiaan. Namun ironisnya, ada pihak-pihak yang tak bertanggung jawab yang mengambil kesempatan dalam kesempitan, menjadikan para korban gempa, sebagai obyek kristenisasi.

Selasa, 04/09/2018 11:58 0

Close