... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bom Kembali Guncang Ibukota Afghanistan

KIBLAT.NET, Kabul – Sedikitnya 20 orang tewas dan 70 lainnya luka-luka akibat ledakan bom beruntun di sebuah markas klub olahraga gulat di Dasht Pertchi, yang penduduknya mayoritas Syiah Hazara, di Kabul barat pada Rabu (05/09). Ledakan kedua hanya berselang beberapa menit dari ledakan pertama.

Jurubicara polisi Kabul, Heshmat Stankzai, mengatakan ledakan kedua terjadi ketika polisi membantu korban luka ledakan pertama dan kehadiran sejumlah wartawan untuk meliput kejadian.

Sebuah rekaman video menunjukkan para pria muda dengan pakaian gulat yang robek membantu mengangkut orang-orang yang terluka ke mobil untuk dibawa ke rumah sakit.

Kelompok media NAI di Afghanistan mengatakan seorang wartawan dan seorang fotografer dari Tolo TV, jaringan radio dan televisi terbesar negara Afghanistan, tewas dalam ledakan kedua. Sementara empat anggota kru saluran televisi setempat terluka.

Pada bulan April, seorang pembom bunuh diri menargetkan dua wartawan yang meliput serangan di pusat ibu kota, menewaskan sembilan dari mereka.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di wilayah. Kawasan ini sebelumnya menjadi target serangan Daulah Islamiyah (ISIS).

Puluhan pelajar yang mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi tewas dalam serangan di sebuah pusat pendidikan di daerah itu bulan lalu.

Serangan itu menyoroti bahaya di Kabul menjelang pemilu bulan depan. Keamanan di ibukota masih sangat rentan meskipun pemerintah kerap mengklaim menang melawan “teroris”.

BACA JUGA  Taliban: Pintu Negosiasi dengan AS Masih Terbuka

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme Harus di Bawah Supremasi Sipil

Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme Harus Di Bawah Supremasi Sipil

Rabu, 05/09/2018 21:19 0

Indonesia

Rupiah Makin Lemah, DPR: Pemerintah Harus Segera Batasi Impor

Hal ini guna mengurangi defisit neraca pembayaran yang menjadi salah satu penyebab melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berdampak negatif kepada pelaku usaha industri.

Rabu, 05/09/2018 18:36 0

Indonesia

Fahri Hamzah: Kegiatan Misionarisme Bisa Jadi Sumber Konflik Baru

"Tolong yang begitu itu jangan, mengganggu proses yang sedang berjalan. Karena masyarakat sedang menghadapi satu persoalan lain, jangan ditambah persoalan," kata Fahri

Rabu, 05/09/2018 18:10 0

Indonesia

Persekusi terhadap Gerakan 2019 Ganti Presiden Melanggar HAM

“Karena kebebasan berekspresi itu dijamin oleh konstitusi kita, dan tidak ada undang-undang yang dilanggar oleh mereka,” ungkapnya.

Rabu, 05/09/2018 17:57 0

Info Event

Bersama SM, Mari Bantu Warga Lombok Dirikan Hunian Sementara

KIBLAT.NET, Lombok – Lebih dari sebulan yang lalu saudara kita di Lombok berada di masa...

Rabu, 05/09/2018 16:39 0

Video Kajian

Kedudukan Jihad dalam Dakwah Islam – Ust. Abu Rusydan

KIBLAT.NET – Ada sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa Islam bisa ditegakkan hanya dengan dakwah saja...

Rabu, 05/09/2018 12:00 0

Indonesia

Rupiah Makin Terpuruk, Fahri: Akibat Kacaunya Penegakan Hukum

Nilai tukar rupiah atas dolar AS semakin melemah. Pada Selasa (04/08/2018), nilai tukar mencapai titik Rp14.905 per dolar AS.

Selasa, 04/09/2018 16:06 0

Indonesia

Komnas HAM Tunggu Laporan Persekusi terhadap Gerakan 2019 Ganti Presiden

“Nantinya Komnas akan meminta polisi untuk memproses pelaku persekusi itu," kata Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM), Ahmad Taufan Damanik.

Selasa, 04/09/2018 13:58 0

Indonesia

Komnas HAM: Tidak Boleh Lakukan Pemurtadan Berdalih Kemanusiaan

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Ahmad Taufan Damanik menegaskan bahwa pemurtadan tidak dibenarkan, karena di Indonesia, terdapat ketentuan tidak boleh menyebarkan agama kepada yang sudah beragama.

Selasa, 04/09/2018 12:04 0

Indonesia

Ada Dugaan Misionarisme di Lombok, Tapi Malah Relawan Kemanusiaan Dikriminalisasi

Banyaknya korban gempa dan kerugian materil, menarik simpati berbagai lembaga sosial kemanusiaan. Namun ironisnya, ada pihak-pihak yang tak bertanggung jawab yang mengambil kesempatan dalam kesempitan, menjadikan para korban gempa, sebagai obyek kristenisasi.

Selasa, 04/09/2018 11:58 0

Close