... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Penyebaran Agama Perlu Diatur dalam Undang-undang

Foto: Sekelompok relawan diduga melakukan syiar keagamaan tertentu kepada pengungsi muslim korban gempa Lombok

KIBLAT.NET, Jakarta – Sampai saat ini tidak ada konsekuensi hukum bagi para penyebar ajaran agama kepada orang sudah beragama. Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia (UI), Heru Susetyo menilai perlu undang-undang kerukunan untuk mengatur hal itu.

Heru mengatakan aturan yang ada terkait penyebaran agama selama hanya Surat Keputusan Bersama (SKB) Dua Menteri Menteri dan Undang-undang Tanggap Bencana. Kedua aturan itu tak mengatur konsekuensi pidana bagi pelaku penyebaran kepada orang yang sudah beragama.

“Perlu ada undang-undang tentang kerukunan beragama, kan belum ada. Jadi bisa lebih luas bukan hanya ketika bencana,” kata Heru saat dihubungi Kiblat.net pada Senin (02/09/2018).

“Kalau bencana fokus saja pada tiga kegiatan, yaitu pencegahan, penanggulangan dan pasca bencana,” sambungnya.

Meski Undang-undang Tanggap Bencana tidak mengatur sanksi hukum terhadap pelaku penyebaran agam kepada orang yang beragama, Heru tetap mendesak kepolisian menindak orang yang menyiarkan agama lain kepada umat Islam. Para relawan yang di lokasi bencana seharusnya dikembalikan fungsinya sebagaimana mestinya.

“Dia ditertibkan saja, supaya dikembalikan ke fungsinya, yaitu membantu korban gempa,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Ahli PBB: Definisi Teroris Facebook Rentan Dimanfaatkan Penguasa

Awal tahun ini, Facebook mengumumkan memblokir 1.9 juta konten “ekstremis” dan sebagian lain dilabeli peringatan konten bahaya.

Senin, 03/09/2018 16:38 0

Opini

Menjawab Isu SARA Dalam Politik Identitas Menjelang Ijtima Ulama II

Menjawab Isu SARA Dalam Politik Identitas Menjelang Ijtima Ulama II

Senin, 03/09/2018 15:51 0

Eropa

Festival Miras di Jerman Diserbu Gerombolan Tawon, 18 Luka-luka

Sebuah festival wine (miras dari anggur) di Jerman untuk merayakan minggu-minggu terakhir musim panas berakhir tragis setelah diserbu sekumpulan tawon.

Senin, 03/09/2018 15:22 0

Tazkiyah

Memenangkan Pihak yang Lemah

Orang itu berkata pada khalifah,"Wahai Amirul Mukminin, sandal Rasulullah ini aku hadiahkan kepada engkau."

Senin, 03/09/2018 15:00 1

Suriah

Turki Akhirnya Masukkan HTS ke Daftar “Teroris” Setelah Menolak Bubar

KIBLAT.NET, Idlib – Pemerintah Turki akhirnya mengamini Barat dan Rusia menganggap gerakan oposisi jihadis Suriah,...

Senin, 03/09/2018 13:25 0

Video Kajian

Inilah Keluarga yang Paling Rugi – Ust. Tri Asmoro Kurniawan

KIBLAT.NET – Banyak yang bangga anaknya sukses secara duniawi. Tapi, benarkah prestasi duniawi dari anak-anak...

Senin, 03/09/2018 12:13 0

Pakistan

AS Batalkan Bantuan Dana Anti Terorisme $300 Juta ke Paskitan

"Karena belum ada tindakan tegas dari pihak Pakistan untuk mendukung strategi Asia Selatan, sisa bantuan sebesar $ 300 juta telah ditransfer ke program lain," kata jubir Pentagon, Letkol Koon Faulkner, Ahad (02/08).

Senin, 03/09/2018 08:12 0

China

China Didesak Bebaskan Muslim Uighur yang Ditahan

Komite PBB untuk Penghapusan Diskriminasi Rasial telah meminta China untuk membebaskan para Uighur yang ditahan di Xinjiang, daerah otonom di negara itu.

Ahad, 02/09/2018 18:58 0

Palestina

Israel Umbar Peluru Tajam ke Demonstran Palestina, 52 Terluka

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan orang-orang Palestina terluka di perbatasan Gaza timur.

Ahad, 02/09/2018 18:41 0

Yaman

Akui Salah Sasaran di Yaman, Koalisi Saudi Akan Adili Pelaku

Pada 9 Agustus, serangan udara yang dipimpin Saudi menargetkan sebuah bus yang membawa anak-anak di provinsi Saada barat laut Yaman. Sedikitnya 50 orang, sebagian besar anak-anak, tewas dan puluhan lainnya terluka.

Ahad, 02/09/2018 18:34 0

Close