... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Penolakan Dakwah Ustaz Abdul Somad Kelewat Batas

Foto: Ustadz Abdul Somad

KIBLAT.NET, Palembang – Ustaz Abdul Somad mengeluarkan pernyataan pembatalan ceramah di beberapa kota, setelah terjadi ancaman dan intimidasi. Sikap segelintir ornag yang menghalang-halangi dakwahnya dinilai sudaha kelewat batas.

Anggota DPD RI Fahira Idris buka suara terkait pembatalan pengajian Ustaz Abdul Somad. “Masih adanya segelintir oknum kelompok masyarakat yang menghalang-halangi dan menolak kegiatan dakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) sudah kelewat batas,” ungkapnya dalam pernyataan tertulis, Senin (03/09/2018).

Fahira menilai alasan yang diajukan oleh kelompok yang menolak UAS sangat mengada-ngada. Bahkan, cenderung merendahkan wibawa UAS karena meragukan nasionalismenya dan mengaitkannya dengan gerakan radikal yang berbahaya bagi NKRI.

“Penolakan UAS dengan alasan yang mengada-ngada dan sangat tendensius kepada pribadi UAS sebagai pendakwah, sudah kelewat batas. Terlebih semua pelarangan ini disertai ancaman dan intimidasi,” tegasnya.

Senator asal DKI Jakart itu menyebut alasan penolakan UAS itu kan seperti kaset rusak, itu-itu saja yang dijadikan alasan. Menurutnya, tuduhan bahwa UAS hanya dijadikan domplengan oleh ormas radikal sangat tidak masuk akal dan merendahkan nalar umat dan jamaah yang mengundang UAS berceramah. Perlakuan terhadap dai asal Riau itu dinilainya kelewatan dan preseden yang tidak baik bagi negeri ini.

Fahira menambahkan selama 20 tahun usia reformasi, baru beberapa tahun belakangan ini, pelarangan, ancaman, dan intimidasi tidak hanya terhadap kegiatan dakwah tetapi juga terhadap berbagai kegiatan menyuarakan aspirasi begitu masif terjadi. Ada semacam ‘bola salju’ yang menggelinding ke tengah masyarakat bahwa semua yang kritis kepada pemerintah dianggap radikal, diragukan nasionalismenya, bahkan dianggap anti NKRI dan Pancasila.

BACA JUGA  Taliban Minta Konflik Kashmir Tak Dihubungkan dengan Afghanistan

“Jika dicermatinya temanya selalu sama. Saya Pancasila dan cinta NKRI. Sementara yang berbeda pandangan adalah radikal dan anti Pancasila. Paradigma seperti ini menyebar ke tengah-tengah masyarakat. Bagi saya ini ‘tidak sehat’ bagi demokrasi dan masa depan bangsa ini,” papar Fahira.

Seperti diketahui, lewat akun facebook dan instagram resminya UAS mengumumkan bahwa karena kerap mendapat ancaman, intimidasi dan pembatalan ketika ingin menyampaikan tausiah di beberapa daerah seperti di Grobogan, Kudus, Jepara dan Semarang, UAS akhirnya membatalkan rencana ceramah dalam tiga bulan ke depan di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Padahal, UAS, dalam setiap ceramahnya selalu menyebarkan pesan bahwa Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin dan pentingnya persatuan sehingga kerap diundang berbagai institusi pemerintahan, polisi, dan TNI. Selain itu, UAS pernah diundang ceramah di depan Wapres, Wakapolri, Kepala BIN, KSAD, bahkan pernah satu panggung dan berdiskusi dengan Kapolri di sebuah acara kajian di stasiun TV swasta. Bahkan, terakhir UAS memberikan tausiyah dalam acara syukuran dan doa bersama menyambut peringatan Hari Ulang Tahun Ke-73 MPR RI.

“Menuduh UAS didomplengi kelompok radikal, sama artinya menafikan dan tidak menganggap tokoh-tokoh penting dan institusi negara yang pernah mengundang UAS,” pungkas Fahira.

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Kekuatan Oposisi: De Mistura Sosok yang Tak Diinginkan di Suriah

de Mistura yang menyebut Jabhah Nusrah (baca: Hai’ah Tahrir Al-Syam) mampu membuat gas klorin memberi kesan mengadopsi tudingan Rusia.

Senin, 03/09/2018 21:22 0

Amerika

Ahli PBB: Definisi Teroris Facebook Rentan Dimanfaatkan Penguasa

Awal tahun ini, Facebook mengumumkan memblokir 1.9 juta konten “ekstremis” dan sebagian lain dilabeli peringatan konten bahaya.

Senin, 03/09/2018 16:38 0

Opini

Menjawab Isu SARA Dalam Politik Identitas Menjelang Ijtima Ulama II

Menjawab Isu SARA Dalam Politik Identitas Menjelang Ijtima Ulama II

Senin, 03/09/2018 15:51 0

Eropa

Festival Miras di Jerman Diserbu Gerombolan Tawon, 18 Luka-luka

Sebuah festival wine (miras dari anggur) di Jerman untuk merayakan minggu-minggu terakhir musim panas berakhir tragis setelah diserbu sekumpulan tawon.

Senin, 03/09/2018 15:22 0

Tazkiyah

Memenangkan Pihak yang Lemah

Orang itu berkata pada khalifah,"Wahai Amirul Mukminin, sandal Rasulullah ini aku hadiahkan kepada engkau."

Senin, 03/09/2018 15:00 1

Suriah

Turki Akhirnya Masukkan HTS ke Daftar “Teroris” Setelah Menolak Bubar

KIBLAT.NET, Idlib – Pemerintah Turki akhirnya mengamini Barat dan Rusia menganggap gerakan oposisi jihadis Suriah,...

Senin, 03/09/2018 13:25 0

Video Kajian

Inilah Keluarga yang Paling Rugi – Ust. Tri Asmoro Kurniawan

KIBLAT.NET – Banyak yang bangga anaknya sukses secara duniawi. Tapi, benarkah prestasi duniawi dari anak-anak...

Senin, 03/09/2018 12:13 0

Pakistan

AS Batalkan Bantuan Dana Anti Terorisme $300 Juta ke Paskitan

"Karena belum ada tindakan tegas dari pihak Pakistan untuk mendukung strategi Asia Selatan, sisa bantuan sebesar $ 300 juta telah ditransfer ke program lain," kata jubir Pentagon, Letkol Koon Faulkner, Ahad (02/08).

Senin, 03/09/2018 08:12 0

China

China Didesak Bebaskan Muslim Uighur yang Ditahan

Komite PBB untuk Penghapusan Diskriminasi Rasial telah meminta China untuk membebaskan para Uighur yang ditahan di Xinjiang, daerah otonom di negara itu.

Ahad, 02/09/2018 18:58 0

Palestina

Israel Umbar Peluru Tajam ke Demonstran Palestina, 52 Terluka

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan orang-orang Palestina terluka di perbatasan Gaza timur.

Ahad, 02/09/2018 18:41 0

Close