... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ahli PBB: Definisi Teroris Facebook Rentan Dimanfaatkan Penguasa

Foto: Facebook

KIBLAT.NET, Washington – Ahli sekaligus Pelapor khusus PBB untuk perlindungan HAM dalam penanganan terorisme, Fionnuala Ní Aoláin, Senin (03/09), meminta perusahaan Facebook mempersempit definisi “teroris”. Definisi yang digunakan jejaring media sosial itu dinilai terlalu luas dan dapat dijadikan alat oleh pemerintah untuk membungkam sewenang-wenang kelompok dan suara-suara oposisi sah.

“Facebook sangat perlu mempersempit definisi yang terlalu luas pada istilah teroris. Hal itu untuk mencegah pemerintah membungkam oposisi,” katanya seperti dilansir Reuters pada Senin.

Ia menambahkan, definisi longgar dan tidak akurat yang saat ini digunakan Facebook sudah mengarah pada perlakukan diskriminatif dan pengawasan berlebihan serta penolakan untuk mengakses layanan Facebook.

Awal tahun ini, Facebook mengumumkan memblokir 1.9 juta konten “ekstremis” dan sebagian lain dilabeli peringatan konten bahaya. Pemblokiran itu dilakukan setelah Facebook membuat definisi teroris internal.

Facebook menggunakan program otomatis seperti mencocokkan gambar, untuk mengungkapkan beberapa materi yang terkait dengan ekstremisme menurut definisi yang dibuatnya. Perusahaan itu mengaku, penghapusan konten ekstrem membutuhkan rata-rata kurang dari satu menit.

Menurut perusahaan itu, terorisme diartikan sebagai “organisasi non-pemerintah yang terlibat dalam tindakan kekerasan yang disengaja terhadap orang atau properti untuk mengintimidasi penduduk sipil, pemerintah atau organisasi internasional untuk mencapai tujuan politik, agama atau ideologi”.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Menjawab Isu SARA Dalam Politik Identitas Menjelang Ijtima Ulama II

Menjawab Isu SARA Dalam Politik Identitas Menjelang Ijtima Ulama II

Senin, 03/09/2018 15:51 0

Tazkiyah

Memenangkan Pihak yang Lemah

Orang itu berkata pada khalifah,"Wahai Amirul Mukminin, sandal Rasulullah ini aku hadiahkan kepada engkau."

Senin, 03/09/2018 15:00 1

Indonesia

KOKAM Muhammadiyah Akan Ikut Amankan Jalan Sehat Umat Islam di Solo

Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) menyatakan akan turut menjaga kondusifitas kegiatan Jalan Sehat Umat Islam yang akan digelar pada 9 September 2018 di Kotabarat, Solo.

Senin, 03/09/2018 14:24 0

Indonesia

Alasan Psikologis, Ustaz Abdul Somad Batalkan Ceramah di Tiga Provinsi

Alasan Psikologis, Ustaz Abdul Somad Batalkan Ceramah di Tiga Provinsi

Senin, 03/09/2018 14:09 0

Video Kajian

Inilah Keluarga yang Paling Rugi – Ust. Tri Asmoro Kurniawan

KIBLAT.NET – Banyak yang bangga anaknya sukses secara duniawi. Tapi, benarkah prestasi duniawi dari anak-anak...

Senin, 03/09/2018 12:13 0

Indonesia

Polisi Dituntut Tak Terpengaruh Pikiran Liberal dalam Kasus Dewi Handayani

Polisi Harus Profesional dan Tak Terpengaruh Pikiran Liberal dalam Kasus Dewi Handayani

Senin, 03/09/2018 11:59 0

Indonesia

Syiar Ajaran Agama Lain Kepada Pengungsi Muslim di Lokasi Bencana Tidak Etis

Syiar Ajaran Agama Lain Kepada Pengungsi Muslim di Lokasi Bencana Tidak Etis

Senin, 03/09/2018 11:18 0

Indonesia

UBN Sebut Pemurtadan Korban Gempa Kerap Terjadi

"Mereka brainwash, dimana materi, seperti bantuan-bantuan itu sebagai pelengkapnya, itu ada di Lombok," ungkapnya.

Senin, 03/09/2018 07:23 0

Indonesia

Peduli Korban Gempa Lombok, Komunitas Taklim Jurnalistik Salurkan Sembako

Musibah yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk bencana gempa bumi berskala nasional, terbukti sudah berkali-kali gempa menguncang dan sudah ratusan korban jiwa.

Ahad, 02/09/2018 18:24 0

Indonesia

Advokat GNPF Ulama: Dewi Bisa Jadi Saksi Kunci Dugaan Pemurtadan di Lombok

Dewi seharusnya dijadikan saksi kunci, karena Dewi melihat dan mendengar secara langsung tindakan tersebut, bahkan sempat mendokumentasikannya.

Ahad, 02/09/2018 18:03 0

Close