... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Akui Salah Sasaran di Yaman, Koalisi Saudi Akan Adili Pelaku

Foto: Asap membumbung di wilayah Sanaa saat jet tempur Koalisi Teluk menggempur posisi pemberontak Syiah Hautsi beberapa pekan lalu

KIBLAT.NET, Saada – Koalisi yang dipimpin Saudi menyatakan penyesalan karena serangan udara mematikan di Yaman telah menyebabkan puluhan anak-anak tewas.

“Komando Pasukan Gabungan dari Koalisi mengungkapkan penyesalan atas kesalahan, memperluas simpati, belasungkawa dan solidaritas kepada keluarga korban,” kata Koalisi dikutip kantor berita SPA.

Pada 9 Agustus, serangan udara yang dipimpin Saudi menargetkan sebuah bus yang membawa anak-anak di provinsi Saada barat laut Yaman. Sedikitnya 50 orang, sebagian besar anak-anak, tewas dan puluhan lainnya terluka.

Koalisi mengatakan akan melakukan proses hukum untuk menahan orang-orang yang melakukan kesalahan bertanggung jawab. Koalisi juga menjanjikan bantuan sukarela bagi mereka yang terkena dampak serangan itu.

Letnan Jenderal Mansour al-Mansour, kepala Tim Penilai Insiden Bersama (JIAT), mengatakan dalam konferensi pers di Riyadh bahwa video-video pesawat yang melancarkan serangan itu sedang diselidiki.

“Pihak berwenang diberitahu bahwa ada pemimpin Houthi di bus. Perintah untuk menabrak bus di daerah yang jauh dari warga sipil diberikan ketika bus itu bergerak. Karena tidak ada pesawat perang di dekatnya di daerah itu, target tidak bisa pukul saat itu. Setelah bus berhenti di suatu tempat di mana ada warga sipil di sekitar, perintah lain untuk tidak menargetkan bus diberikan tetapi pesanan datang terlambat,” ungkapnya.

Serangan udara itu adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan oleh koalisi pimpinan Saudi yang didukung AS di negara itu. Pasukan memasuki Yaman tiga tahun sebelumnya untuk memerangi pemberontak Syiah Hutsi yang telah mengambil alih pemerintah Yaman di ibukota, Sanaa.

BACA JUGA  Yaman Kecam Aliran Senjata Iran ke Pemberontak Hutsi

Yaman telah dilanda perang sejak 2014, ketika pemberontak Hutsi menguasai sebagian besar negara, termasuk Sanaa. Hilangnya kekuasaan memaksa Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi dan pemerintahnya untuk mengambil tempat tinggal sementara di kota pesisir Aden di Yaman.

Sumber: World Bulletin
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Peduli Korban Gempa Lombok, Komunitas Taklim Jurnalistik Salurkan Sembako

Musibah yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk bencana gempa bumi berskala nasional, terbukti sudah berkali-kali gempa menguncang dan sudah ratusan korban jiwa.

Ahad, 02/09/2018 18:24 0

Indonesia

Advokat GNPF Ulama: Dewi Bisa Jadi Saksi Kunci Dugaan Pemurtadan di Lombok

Dewi seharusnya dijadikan saksi kunci, karena Dewi melihat dan mendengar secara langsung tindakan tersebut, bahkan sempat mendokumentasikannya.

Ahad, 02/09/2018 18:03 0

Indonesia

Gelar Peringatan Idhul Ghadir Syiah, IJABI Buat Tudingan ke Ahlussunnah

Ketua Umum Organisasi Syiah Ikatan Ahlul Bait Indonesia (IJABI), Jalaluddin Rahmat menuding bahwa Ahlussunnah selalu menyebarkan ujaran kebencian.

Ahad, 02/09/2018 13:09 1

Indonesia

DSKS: Jalan Sehat 9 September Sesuai UU, Tidak Boleh Dihalang-halangi

"Kami mendukung karena jelas, bahwa acara tersebut sesuai dengan aturan UUD 1945 pasal 28. Makanya tidak boleh dihalang-halangi,"

Ahad, 02/09/2018 09:28 0

Fikih

Memahami Hukum Vaksin Rubella dengan Pendekatan Fikih Klasik

Apakah vaksin Rubella yang dalam proses pembuatannya ada salah satu proses yang melibatkan unsur babi otomatis menjadi haram, sehingga haram dikonsumsi, atau ada alternatif-alternatif pilihan fikih di sana?

Sabtu, 01/09/2018 21:00 0

Manhaj

Melihat Wabah Rubella dengan Kacamata Wahyu

Wabah Rubella yang menjadi polemik belakangan ini mirip dengan wabah Thaun yang pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW. Beliau memberikan gambaran global seperti umat Islam menyikapi wabah yang menimpa suatu kaum.

Sabtu, 01/09/2018 18:55 0

Indonesia

Lulus Pendidikan Dokter Spesialis di UNS, Warga Gaza Ini Segera Pulang Kampung

Lulus Pendidikan Dokter Spesialis di UNS, Warga Gaza Kembali Ke Kampung Halaman

Sabtu, 01/09/2018 13:18 0

Indonesia

Pengacara Keluarga Eko Prasetio Minta Bos PT Indaco Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Pengacara Keluarga Eko Prasetio Minta Bos PT Indaco Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Sabtu, 01/09/2018 12:57 0

Foto

Rakyat Idlib Bersama Pejuang Bersenjata

KIBLAT.NET, Idlib — Jumat, 31/08/2018 menyaksikan hari bersejarah bagi pejuang Suriah. Warga di sedikitnya 60...

Sabtu, 01/09/2018 11:00 0

Indonesia

Dompet Dhuafa Bangun Ribuan Huntara untuk Korban Gempa Lombok

“Sudah dua malam kami huni Huntara ini. Enak, Nyaman, tidak seperti berada di tenda dan kandang kambing yang kami tempati sebelumnya. Apalagi sebelumnya kandang kambing ini bau sekali, berukuran 3x3 meter berisi 3 keluarga. Belum lagi ditempat pengungsian juga sangat terbatas baik fasilitas listrik, air maupun sanitasi,” ujarHarimuni.

Sabtu, 01/09/2018 08:23 1

Close