... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sekjen Amnesty Kutuk Kebisuan Negara Besar Atas Tragedi Rohingya

Foto: Sekretaris Jenderal baru Amnesty International, Komi Naidu

KIBLAT.NET, Ankara – Sekretaris Jenderal baru Amnesty International, Komi Naidu, Kamis (30/08), mengutuk kebisuan pemerintah-pemerintah besar dunia atas tragedi kaum Muslim Rohingya di Myanmar.

Naidu mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency (AA), laporan PBB terbaru yang dikeluarkan dalam hal ini menambah tinggi bukti genosida terhadap Muslim Rohingya di Myanmar.

Komi Naidu adalah aktivis hak asasi manusia veteran dan sekretaris jenderal Amnesty yang berasa dari Afrika Selatan. Ia sempat diusir dari sekolah pada usia 15 tahun ketika dia memprotes apartheid di negaranya dan kemudian pindah ke Inggris sampai Nelson Mandela mendapatkan kebebasannya.

Naidu saat ini sedang melakukan kunjungan pertamanya ke Turki setelah ditunjuk untuk mengepalai Amnesty International.

“Kami, sebagai Amnesty International, sangat senang PBB mengeluarkan penyelidikan independen terhadap pelanggaran hak asasi manusia terhadap Muslim Rohingya,” kata pria yang ditunjuk memimpin Amnesty awal Agustus ini.

Ia menambahkan, laporan tersebut menegaskan nama-nama jenderal angkatan darat Myanmar yang dituduh melakukan kejahatan ini.

Misi Pencarian Fakta Independen Perserikatan Bangsa-Bangsa di Myanmar mengeluarkan laporan awal pekan ini yang mendokumentasikan “pemerkosaan massal dan pembunuhan” yang menargetkan bayi dan anak-anak kecil, serta pemukulan brutal dan penghilangan paksa oleh pasukan Myanmar.

Peneliti PBB melaporkan bahwa pelanggaran tersebut dapat dikategorikan “kejahatan terhadap kemanusiaan”.

Sumber: Anadolu Agency
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Hampir 500 Orang Warga Palestina Gugur Akibat Penyiksaan di Penjara Rezim Suriah

Hampir 500 Orang Warga Palestina Gugur Akibat Penyiksaan di Penjara Rezim Suriah

Kamis, 30/08/2018 22:05 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Mengapa Kita Harus Menegakkan Syariat

Namun dibalik harapan tegaknya keadilan, Al-Quran menjelaskan setidaknya ada dua alasan kuat mengapa kita sebagai orang mukmin wajib berjuang menegakkan syariat Islam.

Kamis, 30/08/2018 21:06 0

Indonesia

Kata MUI Pusat Soal Isu Pemurtadan di Lombok

"Jika kristenisasi benar terjadi, sudah seyogyanya pihak keagamaan terkait menghentikan kegiatan tersebut," kata KH. Maman Abdurrahman.

Kamis, 30/08/2018 16:34 2

Indonesia

Din: Jika Meiliana Jelekkan Islam Ketika Protes Suara Azan, Itu Penistaan

Ketua dewan pertimbangan MUI itu mengatakan telah menerima informasi kronologis dari kasus Meiliana.

Kamis, 30/08/2018 14:41 0

Indonesia

Pengamat Politik LIPI: Gerakan #2019GantiPresiden Tidak Boleh Diberangus

Pengamat Politik LIPI: Gerakan #2019GantiPresiden Tidak Boleh Diberangus

Kamis, 30/08/2018 12:01 0

Info Event

Hadirilah! Tabligh Akbar “Membangun Negara dengan Tauhid”

Berbagai pihak mengklaim bahwa jalan dan cara yang mereka tempuh adalah cara terbaik membangun bangsa dan negara. Bagaimanakah Islam memandang hal tersebut?

Rabu, 29/08/2018 23:09 0

Indonesia

Din Syamsuddin Tegaskan Gerakan #2019GantiPresiden Tak Boleh Dihalang-halangi

Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin turut menyesalkan persekusi yang menimpa beberapa aktivis gerakan #2019gantipresiden.

Rabu, 29/08/2018 22:59 0

Indonesia

Biarkan Terjadi Persekusi, Romo Syafii Minta Kapolri Copot Kapolda Riau dan Jatim

Anggota Komisi III DPR RI, Romo Syafii menekankan bahwa dengan pembiaran kasus persekusi, aparat sedang melakukan pelanggaran hukum.

Rabu, 29/08/2018 22:51 0

Indonesia

Jadi Cawapres Jokowi, KH Ma’ruf Amin Berhenti dari Ketua Umum MUI

Pasca ditetapkan sebagai Cawapres Jokowi, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH. Ma'ruf Amin dinyatakan nonaktif dari jabatan Ketua Umum MUI

Rabu, 29/08/2018 22:42 0

Indonesia

Ada Potensi Perpecahan Sosial Jelang Pemilu 2019

Ada Potensi Perpecahan Sosial Jelang Pemilu 2019

Rabu, 29/08/2018 20:04 0

Close