... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rupiah Anjlok Rp 14.725 per USD, HIPMI: Pemerintah Seperti Tak Ada Daya

Foto: Penurunan nilai tukar Rupiah (ilustrasi)

KIBLAT.NET, Jakarta – Hari ini kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah dibandingkan perdagangan sebelumnya di mana US$1 ditransaksikan pada Rp 14.725 di pasar spot. Sementara itu, salah satu bank nasional diinformasikan telah menjual dolar AS di angka Rp 14.900/US$.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anggawira menyatakan depresiasi kurs rupiah terhadap dolar saat ini bahaya dan dapat memicu terjadinya krisis moneter lagi.

“Kita tidak boleh menganggap enteng pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar saat ini yang menembus Rp 14.725 hampir mendekati Rp 15.000. Nanti jika pihak swasta yang meminjam anggaran negara dan pas jatuh tempo tak mampu bayar karena beratnya kurs. Ini sangat beresiko,” tutur Anggawira dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net, Jum’at, (31/8/2018).

Anggawira yang juga pengusaha ini pun menambahkan, pelemahan rupiah ini pun nantinya akan berimbas pada masyarakat. Ia rasa kekhawatiran masyarakat akan naiknya harga-harga bahan pokok tersebut dipicu oleh depresiasinya nilai tukar rupiah.

“Ya, saya khawatir. Namun, saya lebih mengkhawatirkan masyarakat kita karena harga-harga bahan pokok yang melambung tinggi ini dipicu oleh nilai tukar rupiah yang melemah,” sambungnya.

Lebih lanjut, Anggawira mengatakan pemerintah dengan tim ekonominya harus bisa menahan laju depresiasi rupiah sehingga persoalan tersebut segera terselesaikan.

“Ya, pemerintah harus benar-benar berpikir ekstra untuk mengatasi persoalan ini, saya lihat ini kan sepertinya kita tak ada daya. Seharusnya, pemerintah dan tim ekonominya memikirkan solusi agar bisa menahan laju depresiasi nilai tukar rupiah,” tutupnya.

BACA JUGA  Presiden Diminta Evaluasi Kinerja Kepala BPIP

Sebagai informasi, berdasarkan Data Yahoo Finance pukul 12.00 WIB di pasar spot exchange rupiah berada di level Rp 14.725 per dolar AS atau terdepresiasi 40 poin (0,27 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.685. Level ini adalah level terendah sejak awal tahun ini. Level terendah rupiah tercatat Rp 14.790 pada 20 September 2015. Melemahnya rupiah diakibatkan oleh sentimen perang dagang AS-Tiongkok, dan krisis ekonomi di Turki dan Argentina yang memberikan tekanan kepada negara berkembang dengan defisit neraca berjalan (current account deficit).

Sementara data Bloomberg menyebutkan nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,03 persen ke Rp 17.174,97, rupiah terhadap pound sterling melemah 0,26 persen ke Rp 19.169, rupiah terhadap yen melemah 0,61 persen ke Rp 132,73, rupiah terhadap yuan menguat 0,03 persen ke 2.153,42, rupiah terhadap dolar Singapura menguat 0,15 persen ke Rp 10.756,47.

Kemudian berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada perdagangan hari ini berada di kurs tengah Rp 14.711 atau terdepresiasi 56 poin dari perdagangan sebelumnya Rp 14.655. Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp 14.785 (kurs jual) dan Rp 14.637 (kurs beli).

Reporter : Hafidz Syarif
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Feature

Sepenggal Kisah Relawan Kemanusiaan di Lombok: Menjenguk Anak-anak Kerujuk

KIBLAT.NET, Lombok – Sebelum terjadi bencana gempa bumi, Lombok dikenal dari dua sisi: pariwisata dan...

Jum'at, 31/08/2018 17:39 0

Syam

Koalisi AS Bunuh Lebih 1.000 Warga Sipil dalam Perang Kontra ISIS

Sementara menurut lembaga pemantau serangan udara Airways menunjukkan data lain yang mengejutkan. Serangan koalisi AS telah menyebabkan lebih dari 6.500 warga sipil tewas.

Jum'at, 31/08/2018 16:52 0

Suriah

PBB Usul Warga Idlib Dipindah, Oposisi Suriah: Pindah ke Planet Lain?

Juru bicara oposisi Suriah Yahya Al-Aridi menanggapi usulan PBB untuk memindahkan warga Idlib di tengah rencana serangan rezim Assad dan sekutunya ke wilayah tersebut.

Jum'at, 31/08/2018 16:03 0

Suriah

Syaikh Al-Muhaisini Seru Rakyat Suriah Turun ke Jalan Dukung Pejuang Idlib

Dia mengimbau imam dan khatib di seluruh masjid untuk menyerukan ini kepada jamaahnya.

Jum'at, 31/08/2018 14:20 0

Belanda

Diancam Dibunuh, Politikus Belanda Anti Islam Batalkan Lomba Kartun Nabi

Sebelumnya, polisi Belanda mengumumkan penangkapan seorang pria muda atas tuduhan merencanakan pembunuhan Wilders

Jum'at, 31/08/2018 09:43 0

Myanmar

Sekjen Amnesty Kutuk Kebisuan Negara Besar Atas Tragedi Rohingya

Naidu saat ini sedang melakukan kunjungan pertamanya ke Turki setelah ditunjuk untuk mengepalai Amnesty International.

Jum'at, 31/08/2018 09:03 0

Afghanistan

Taliban Seru Serang Tentara Belanda untuk Lawan Lomba Kartun Nabi

"Jika mereka percaya mereka benar-benar Muslim, mereka harus mengarahkan senjata mereka ke pasukan Belanda atau membantu pejuang Taliban menyerang mereka,” kata Mujahid.

Jum'at, 31/08/2018 08:25 0

Suriah

Rezim Ancam Habisi Idlib, Rusia Minta Barat Tak Ikut Campur

Dia sesumbar akan melakukan yang terbaik untuk menghindari korban sipil. Ia juga tidak mengakui bahwa rezim memiliki senjata kimia dan tidak dapat menggunakannya.

Jum'at, 31/08/2018 07:43 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Mengapa Kita Harus Menegakkan Syariat

Namun dibalik harapan tegaknya keadilan, Al-Quran menjelaskan setidaknya ada dua alasan kuat mengapa kita sebagai orang mukmin wajib berjuang menegakkan syariat Islam.

Kamis, 30/08/2018 21:06 0

Myanmar

Bendungan Jebol, 63.000 Lebih Warga di Myanmar Dievakuasi

Dibangun pada tahun 2004, bendungan Swa Chaung lebih banyak menampung air dari sungai Swa. Dengan kapasitasnya 216.350 acre-feet, air disalurkan untuk mengairi lebih dari 20.000 hektar lahan pertanian.

Kamis, 30/08/2018 13:32 0

Close