... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rezim Ancam Habisi Idlib, Rusia Minta Barat Tak Ikut Campur

Foto: Pusat kota Idlib/ilustrasi

KIBLAT.NET, Moskow – Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moallem menegaskan bahwa pemerintah akan menyerang Idlib untuk membebaskannya dari “terorisme” (baca: oposisi Suriah). Sementara Rusia memperingatkan Barat untuk tidak ikut campur.

Dalam konferensi pers dengan koleganya dari Rusia, Sergei Lavrov, di Moskow, Al-Moallem mengatakan bahwa “Suriah berada di tahap akhir untuk membebaskan seluruh wilayah dari “terorisme”, dan inilah mengapa Amerika Serikat, Inggris dan Prancis ingin menyerangnya.”

Keputusan rezim adalah untuk memerangi Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) di Idlib. Dia sesumbar akan melakukan yang terbaik untuk menghindari korban sipil. Ia juga tidak mengakui bahwa rezim memiliki senjata kimia dan tidak dapat menggunakannya.

Pernyataan Menlu Suriah ini muncul setelah Amerika Serikat, Perancis dan Inggris pekan lalu memperingatkan presiden rezim, Bashar al-Assad, bahwa ia tidak akan mentolerir penggunaan senjata kimia di Idlib.

Pada bagiannya, Lavrov mengatakan bahwa “teroris” bersembunyi di Idlib untuk menyerang rezim dan pangkalan militer Rusia di Hameimim, pedesaan Latakia melalui pesawat tanpa awak. Ia mengancam melenyapkan oposisi itu.

Lavrov juga menuduh oposisi bersenjata menggunakan senjata kimia untuk “memperumit perang melawan terorisme.” Dia mengatakan, kami telah memperingatkan mitra Barat kami dengan jelas terhadap konsekuensi dari bermain dengan api.

Hal itu dikatakannya sehari setelah ia menyatakan harapannya bahwa negara-negara Barat tidak akan “menghalangi” serangan terhada apa yang dia sebut terorisme.

BACA JUGA  Tak Kunjung Dipulangkan, Kerabat Anak Yatim Eks-ISIS Gugat Pemerintah Kanada

Rusia mengumumkan bahwa 25 kapal perang dan tiga puluh pesawat akan berpartisipasi dalam maneuver di wilayah Mediterania timur pada Sabtu depan. Ia memperingatkan AS untuk tidak mengebom lokasi rezim Suriah.

Bersamaan dengan peringatan rezim dan Rusia ini, rezim menggunakan bom fosfor untuk menyerang kota Badama di pedesaan Idlib barat. Serangan lainnya terjadi di sekitar kawasan titik kontak antara wilayah oposisi dan rezim.

Pernyataan mengancam dari Rusia dan Suriah ini datang setelah pejuang Suriah berhasil menggagalkan rencana rezim melalui rekonsiliasi. Pejuang menangkap ratusan tokoh dan orang-orang yang secara diam-diam melakukan negosiasi untuk menyerahkan Idlib seperti di Suriah selatan.

Pejuang Suriah sendiri melihat bahwa alasan rezim menyerang Idlib untuk menghabisi Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) hanya kebohongan. Pandangan itu berdasarkan pengalaman sebelumnya, dimana rezim menghabisi Ghoutah Timur dan Daraa serta wilayah lainnya padahal di situ tidak HTS jumlah sedikit bahkan tidak ada. Pejuang lebih memilih oposi militer daripada politik untuk menyelamatkan Idlib.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Hampir 500 Orang Warga Palestina Gugur Akibat Penyiksaan di Penjara Rezim Suriah

Hampir 500 Orang Warga Palestina Gugur Akibat Penyiksaan di Penjara Rezim Suriah

Kamis, 30/08/2018 22:05 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Mengapa Kita Harus Menegakkan Syariat

Namun dibalik harapan tegaknya keadilan, Al-Quran menjelaskan setidaknya ada dua alasan kuat mengapa kita sebagai orang mukmin wajib berjuang menegakkan syariat Islam.

Kamis, 30/08/2018 21:06 0

Indonesia

Kata MUI Pusat Soal Isu Pemurtadan di Lombok

"Jika kristenisasi benar terjadi, sudah seyogyanya pihak keagamaan terkait menghentikan kegiatan tersebut," kata KH. Maman Abdurrahman.

Kamis, 30/08/2018 16:34 2

Indonesia

Din: Jika Meiliana Jelekkan Islam Ketika Protes Suara Azan, Itu Penistaan

Ketua dewan pertimbangan MUI itu mengatakan telah menerima informasi kronologis dari kasus Meiliana.

Kamis, 30/08/2018 14:41 0

Indonesia

Pengamat Politik LIPI: Gerakan #2019GantiPresiden Tidak Boleh Diberangus

Pengamat Politik LIPI: Gerakan #2019GantiPresiden Tidak Boleh Diberangus

Kamis, 30/08/2018 12:01 0

Info Event

Hadirilah! Tabligh Akbar “Membangun Negara dengan Tauhid”

Berbagai pihak mengklaim bahwa jalan dan cara yang mereka tempuh adalah cara terbaik membangun bangsa dan negara. Bagaimanakah Islam memandang hal tersebut?

Rabu, 29/08/2018 23:09 0

Indonesia

Din Syamsuddin Tegaskan Gerakan #2019GantiPresiden Tak Boleh Dihalang-halangi

Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin turut menyesalkan persekusi yang menimpa beberapa aktivis gerakan #2019gantipresiden.

Rabu, 29/08/2018 22:59 0

Indonesia

Biarkan Terjadi Persekusi, Romo Syafii Minta Kapolri Copot Kapolda Riau dan Jatim

Anggota Komisi III DPR RI, Romo Syafii menekankan bahwa dengan pembiaran kasus persekusi, aparat sedang melakukan pelanggaran hukum.

Rabu, 29/08/2018 22:51 0

Indonesia

Jadi Cawapres Jokowi, KH Ma’ruf Amin Berhenti dari Ketua Umum MUI

Pasca ditetapkan sebagai Cawapres Jokowi, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH. Ma'ruf Amin dinyatakan nonaktif dari jabatan Ketua Umum MUI

Rabu, 29/08/2018 22:42 0

Indonesia

Ada Potensi Perpecahan Sosial Jelang Pemilu 2019

Ada Potensi Perpecahan Sosial Jelang Pemilu 2019

Rabu, 29/08/2018 20:04 0

Close