... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Meiliana dan Intoleransi Beragama

Foto: Meilina (44) terdakwa penistaan agama.

Oleh: Chusnatul Jannah – Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

 

Putusan atas vonis 18 bulan penjara yang dilayangkan Majelis Hakim kepada Meiliana masih saja munculkan polemik. Atas kasus ini, Komnas perempuan mendesak adanya revisi UU Penodaaan Agama agar tak menjadi bola liar. Dikutip dari republika, Komisioner Komnas Perempuan Khariroh Ali pun menyayangkan atas vonis terhadap Meilana yang divonis 1 tahun 6 bulan, atas tuduhan melakukan penodaan agama, karena mengomentari volume suara adzan di Masjid Al-Maksum Tanjung Balai. Ali menegaskan, dari catatan dan analisa Komnas Perempuan kasus ini adalah bentuk kriminalisasi terhadap Meilana.

MUI meminta semua pihak menghargai proses hukum yang sudah berjalan. Sebab, duduk perkara bukan sekedar keluhan volume adzan, tapi Meiliana juga menggunakan kalimat sarkastik dan bernada ejekan. Ini yang menjadi persoalan hingga memicu konflik antar warga. Andaikata Meiliana hanya mengeluh dalam hati tentu persoalan ini tak membesar. Menyulut kemarahan umat Islam di Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Respon berdatangan dari pembela minoritas. Semisal Yenny Wahid yang memberi dukungan pada Meiliana. Ia mengatakan Rasululah saw itu sosok yang lemah lembut, bukan pemarah. Umat tak perlu marah hingga membawa persoalan tersebut pada ranah hukum. Beberapa kalangan mengungkap hal sama. Mereka katakan bahwa keluhkan suara adzan bukanlah penistaan agama.

Sepertinya kita perlu belajar hakikat toleransi. Bukan mendiskriminasi satu pihak lalu menghakimi pihak yang ingin menertibkan konstitusi. Seringkali gaung intoleransi disematkan pada umat Islam yang meminta keadilan tentag penistaan terhadap agamanya. Teringat penodaan tentang suara adzan yang dilakukan Sukmawati lewat puisinya. Kasus ini pun menguap begitu saja.

BACA JUGA  WALHI Beberkan Kejanggalan Kasus Gulfrid Siregar

Payung hukum berupa UU Penodaan Agama berlaku untuk menjaga hak setiap warga negara menjalankan keyakinannya. Sebab, Indonesia yang dihuni berbagai suku, agama, ras, dan golongan rentan terjadi gesekan dan konflik horizontal. Itulah gunanya ada payung hukum semacam ini. Harusnya semua pihak dapat berpikir secara obyektif atas kasus Meiliana. Bukan reaktif lalu menuding kasus ini sebagai bentuk intoleransi terhadap Meiliana.

Tuntutan agar bersikap toleransi sepertinya hanya berlaku bagi umat mayoritas, tidak bagi minoritas. Ketika pelaku penodaan agama dari kalangan minoritas, tetap saja umat mayoritas yang dipersalahkan. Ketika pelaku penodaan agama dari kalangan mayoritas, begitu mudah menuding intoleran. Pahami toleransi dengan benar. Toleransi itu saling menghormati dan menghargai setiap keyakinan beragama. Jangan definisikan toleransi berdasar kepentingan tertentu.

Beginilah kelemahan bila berhukum dengan aturan manusia. Definisi toleransi kerap kali tak berimbang. Penafsirannya tergantung siapa yang menerjemahkan. Dalam pandangan Islam, toleransi sudah disebutkan standar bakunya melalui firman Allah Ta’ala, ‘Bagimu agamamu, bagiku agamaku’. Toleransi itu telah dicontohkan Rasulullah saw dalam risalah yang dibawanya. “Barang siapa menyakiti kafir dzimmi, maka Aku (Rasulullah) akan menjadi lawannya di hari kiamat” (HR. Muslim). dan dalam firman-Nya, “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil” (QS. 60:8).

BACA JUGA  Ketua Nasyiatul Aisyiyah Himbau Penegak Hukum Segera Tangani Fenomena Crosshijaber

Tak ada asap tanpa api. Antar umat beragama haruslah ada sikap tepo seliro. Menghormati pelaksanaan ibadah setiap umat beragama. Tak perlu mendiskriminasi sikap umat Islam dalam menegakkan keadilan. Sudahi saja tudingan intoleran yang terus menerus ditujukan pada umat Islam. Siapa saja yang tak santun dan temperamen menyikapi perbedaan keyakinan, dialah sejatinya pelaku intoleran baik muslim maupun non muslim.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Syaikh Al-Muhaisini Seru Rakyat Suriah Turun ke Jalan Dukung Pejuang Idlib

Dia mengimbau imam dan khatib di seluruh masjid untuk menyerukan ini kepada jamaahnya.

Jum'at, 31/08/2018 14:20 0

Belanda

Diancam Dibunuh, Politikus Belanda Anti Islam Batalkan Lomba Kartun Nabi

Sebelumnya, polisi Belanda mengumumkan penangkapan seorang pria muda atas tuduhan merencanakan pembunuhan Wilders

Jum'at, 31/08/2018 09:43 0

Myanmar

Sekjen Amnesty Kutuk Kebisuan Negara Besar Atas Tragedi Rohingya

Naidu saat ini sedang melakukan kunjungan pertamanya ke Turki setelah ditunjuk untuk mengepalai Amnesty International.

Jum'at, 31/08/2018 09:03 0

Afghanistan

Taliban Seru Serang Tentara Belanda untuk Lawan Lomba Kartun Nabi

"Jika mereka percaya mereka benar-benar Muslim, mereka harus mengarahkan senjata mereka ke pasukan Belanda atau membantu pejuang Taliban menyerang mereka,” kata Mujahid.

Jum'at, 31/08/2018 08:25 0

Suriah

Rezim Ancam Habisi Idlib, Rusia Minta Barat Tak Ikut Campur

Dia sesumbar akan melakukan yang terbaik untuk menghindari korban sipil. Ia juga tidak mengakui bahwa rezim memiliki senjata kimia dan tidak dapat menggunakannya.

Jum'at, 31/08/2018 07:43 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Mengapa Kita Harus Menegakkan Syariat

Namun dibalik harapan tegaknya keadilan, Al-Quran menjelaskan setidaknya ada dua alasan kuat mengapa kita sebagai orang mukmin wajib berjuang menegakkan syariat Islam.

Kamis, 30/08/2018 21:06 0

Myanmar

Bendungan Jebol, 63.000 Lebih Warga di Myanmar Dievakuasi

Dibangun pada tahun 2004, bendungan Swa Chaung lebih banyak menampung air dari sungai Swa. Dengan kapasitasnya 216.350 acre-feet, air disalurkan untuk mengairi lebih dari 20.000 hektar lahan pertanian.

Kamis, 30/08/2018 13:32 0

Pakistan

Ribuan Muslim Pakistan Gelar Demo Tolak Kontes Kartun Nabi

seorang mantan pemain kriket Pakistan, Khalid Latif, telah menawarkan hadiah $ 28.000 bagi siapa saja yang dapat membunuh orang Belanda yang menginisiasi kontes.

Kamis, 30/08/2018 13:02 0

Rusia

Oposisi Suriah dan Idlib Jadi Isu Penting di Pertemuan Lavrov dan Jubair

Kami juga membahas nasib Idlib dan tentu menyentuh pembahasan antara “faksi moderat” dan Jabhah Nusrah (baca: Hai’ah Tahrir Al-Syam).

Kamis, 30/08/2018 09:50 0

Afrika

Inggris Selesai Latih Ratusan Tentara Somalia

Inggris juga mendukung pengembangan mekanisme pendanaan polisi federal, yang dikembangkan bersama oleh Inggris dan Uni Eropa.

Kamis, 30/08/2018 09:00 0

Close