... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Diperiksa Polda NTB Terkait Video Dugaan Pemurtadan, Dewi Handayani Dikawal Puluhan Aktivis Islam

Foto: Puluhan aktivis gabungan ormas-ormas Islam berkoordinasi di Kantor MUI Nusa Tenggara Barat sebelum mengawal Dewi Handayani ke Polda NTB, Jumat (31-08-2018)

KIBLAT.NET, Mataram – Dewi Handayani (23) menjalani pemeriksaan di Polda NTB, Jumat (31/8/2018) siang, dalam kasus penyebaran video dugaan kegiatan pemurtadan di lakasi pegungsian Lombok Utara, Nusa Tengara Barat.

Saat memenuhi panggilan polisi, mahasiswi STIKES Yarsi Mataram itu dikawal puluhan aktivis dari gabungan ormas-ormas Islam. Sejumlah rekan-rekan dari kampusnya turut datang memberikan dukungan moral.

Sebelum menuju Mapolda NTB, puluhan aktivis gabungan ormas Islam terlebih dahulu melakukan koordinasi dan doa bersama di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB. Ketua MUI NTB, Profesor H. Saiful Muslim turut hadir dalam kegiatan koordinasi itu.

Anggota tim penasihat hukum Dewi, Joko Jumadi meyakini kasus yang menyangkut kliennya tidak akan dilanjut oleh kepolisian. Sebab, alat bukti yang dapat menunjukkan adanya unsur pencemaran nama baik atau pun yang bermuatan SARA sangat minim.

“Kecil kemungkinan untuk menjerat Dewi sebagai tersangka karena di dalam video yang direkam lalu dikirim ke grup WhatsApp tersebut tidak ada unsur penyataan yang menghina, menjelekkan, tetapi hanya kalimat pertanyaan. Dewi bertanya di dalam grup WhatsApp itu dengan lampiran video. Dewi menulis ‘benarkah video ini kristenisasi?'” terang Joko, yang merupakan anggota LBH Unram.

Dewi Handayani tiba di Mapolda NTB untuk menjalani pemeriksaan terkait video dugaan pemurtadan, Jumat (31-08-2018)

Hingga menjelang shalat Jumat waktu NTB, Dewi masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda NTB.

BACA JUGA  Lombok dan Mataram Kembali Diguncang Gempa

Reporter: Irfan/INA
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Belanda

Diancam Dibunuh, Politikus Belanda Anti Islam Batalkan Lomba Kartun Nabi

Sebelumnya, polisi Belanda mengumumkan penangkapan seorang pria muda atas tuduhan merencanakan pembunuhan Wilders

Jum'at, 31/08/2018 09:43 0

Myanmar

Sekjen Amnesty Kutuk Kebisuan Negara Besar Atas Tragedi Rohingya

Naidu saat ini sedang melakukan kunjungan pertamanya ke Turki setelah ditunjuk untuk mengepalai Amnesty International.

Jum'at, 31/08/2018 09:03 0

Afghanistan

Taliban Seru Serang Tentara Belanda untuk Lawan Lomba Kartun Nabi

"Jika mereka percaya mereka benar-benar Muslim, mereka harus mengarahkan senjata mereka ke pasukan Belanda atau membantu pejuang Taliban menyerang mereka,” kata Mujahid.

Jum'at, 31/08/2018 08:25 0

Suriah

Rezim Ancam Habisi Idlib, Rusia Minta Barat Tak Ikut Campur

Dia sesumbar akan melakukan yang terbaik untuk menghindari korban sipil. Ia juga tidak mengakui bahwa rezim memiliki senjata kimia dan tidak dapat menggunakannya.

Jum'at, 31/08/2018 07:43 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Mengapa Kita Harus Menegakkan Syariat

Namun dibalik harapan tegaknya keadilan, Al-Quran menjelaskan setidaknya ada dua alasan kuat mengapa kita sebagai orang mukmin wajib berjuang menegakkan syariat Islam.

Kamis, 30/08/2018 21:06 0

Myanmar

Bendungan Jebol, 63.000 Lebih Warga di Myanmar Dievakuasi

Dibangun pada tahun 2004, bendungan Swa Chaung lebih banyak menampung air dari sungai Swa. Dengan kapasitasnya 216.350 acre-feet, air disalurkan untuk mengairi lebih dari 20.000 hektar lahan pertanian.

Kamis, 30/08/2018 13:32 0

Pakistan

Ribuan Muslim Pakistan Gelar Demo Tolak Kontes Kartun Nabi

seorang mantan pemain kriket Pakistan, Khalid Latif, telah menawarkan hadiah $ 28.000 bagi siapa saja yang dapat membunuh orang Belanda yang menginisiasi kontes.

Kamis, 30/08/2018 13:02 0

Rusia

Oposisi Suriah dan Idlib Jadi Isu Penting di Pertemuan Lavrov dan Jubair

Kami juga membahas nasib Idlib dan tentu menyentuh pembahasan antara “faksi moderat” dan Jabhah Nusrah (baca: Hai’ah Tahrir Al-Syam).

Kamis, 30/08/2018 09:50 0

Somalia

Inggris Selesai Latih Ratusan Tentara Somalia

Inggris juga mendukung pengembangan mekanisme pendanaan polisi federal, yang dikembangkan bersama oleh Inggris dan Uni Eropa.

Kamis, 30/08/2018 09:00 0

Rusia

Setelah Bertemu Menlu Saudi, Lavrov: Oposisi di Idlib Seperti Bisul

"Jadi dari semua sudut pandang, bisul ini harus dibersihkan," katanya.

Kamis, 30/08/2018 07:14 0

Close