... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pakar Hukum Pidana: Yang Makar Itu OPM, Bukan Gerakan #2019GantiPresiden

Foto: Pakar kontra terorisme, Heru Susetyo saat seminar bertema 'Kriminalisasi Dana Kemanusiaan Di Indonesia' di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (1603).

KIBLAT.NET, Jakarta- Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia (UI), Heru Susetyo menegaskan bahwa gerakan #2019GantiPresiden bukan gerakan makar. Menurutnya, yang jelas-jelas makar adalah Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Kalau makar itu dengan sengaja menggalang kekuatan secara politis dan persenjataan, ini kan nggak pakai. Yang makar OPM, itu jelas, bukan gerakan #2019GantiPresiden,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Rabu (29/08/2018).

Ia menekankan bahwa Bawaslu sudah mengatakan kalau gerakan tersebut bukan bagian dari kampanye. Heru juga menilai, gerakan semacam ini biasa saja, karena oposisi memang seperti itu.

“Di luar negeri bukan hal yang aneh,” tegas ditrektur Pusat Advokasi Hak Asasi Manusia (PAHAM) ini.

Oleh sebab itu, ia justru mempertanyakan mengapa ada orang-orang yang mempersekusi aktivis #2019GantiPresiden. Sebab, gerakan tersebut bagian dari kebebasan berekspresi.

“Itu tidak sepatutnya dilakukan persekusi. Pelaku bisa dipidana, deliknya banyak. Mengancam, pemaksan kepada orang lain, perbuatan tidak menyenangkan,” ucapnya.

“Itu pengancaman sampai ada pengusiran. tidak ada keraguan lagi, itu kejahatan,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Survei: 40 Persen Orang Amerika Alami Kesulitan Ekonomi

Sekitar 39,4% orang dewasa mengatakan keluarga mereka mengalami kesulitan memenuhi setidaknya satu kebutuhan dasar dalam makanan, perawatan kesehatan, perumahan, atau utilitas tahun lalu.

Rabu, 29/08/2018 15:02 0

Amerika

Delegasi Keamanan dan Intelijen AS Kunjungi Damaskus Diam-diam

Sumber regional mengatakan kepada Reuters sebagian besar rincian dalam laporan Al-Akhbar tersebut benar.

Rabu, 29/08/2018 14:44 0

China

Begini Alasan China Karantina 1 Juta Lebih Muslim Uighur

Pemerintah Xi Jinping memutuskan untuk menyatakan Islam sebagai “penyakit ideologis menular” dan mengkarantina 1 juta orang Uighur di kamp-kamp pendidikan ulang.

Rabu, 29/08/2018 11:38 0

Amerika

Puluhan Ribu Lebah Kerubuti Stan Hot Dog di New York

Petugas Michael Lauriano, berusaha mendekati kumpulan lebah dengan peralatan pelindung lengkap, termasuk helm jaring. Lauriano membutuhkan 45 menit untuk mengosongkan lebah dengan hati-hati.

Rabu, 29/08/2018 10:00 0

Video Kajian

Punya Anak, Tapi Dianggap Mandul ? – Ust. Oemar Mita, Lc.

KIBLAT.NET – Ada sebuah keluarga yang punya banyak keturunan, tapi Rasulullah anggap keluarga tersebut sebagai...

Rabu, 29/08/2018 09:07 0

Suriah

Ingin Serang Idlib, Rusia Minta DK PBB Kumpul

Dia menambahkan bahwa skenario ini bertujuan mengarahkan Barat melakukan agresi militer terhadap rezim Assad.

Rabu, 29/08/2018 09:01 0

Suriah

Pejuang Idlib Mobilisasi Pasukan ke Garis Kontak dengan Militer Rezim

Tidak jelas apa tahapan selanjutnya di Idlib, karena situasinya masih belum jelas di tengah pembicaraan yang sedang berlangsung antara Rusia dan Turki.

Rabu, 29/08/2018 07:38 0

Rusia

Gandeng Cina dan Mongol, Rusia Akan Gelar Latihan Militer Terbesar

“Ini akan menjadi latihan militer terbesar yang digelar oleh Rusia sejak 1981,” kata Shoigu seperti dilansir Reuters.

Rabu, 29/08/2018 06:33 0

Amerika

Hakim Sudah Pensiun, Sidang Kasus 9/11 Belum Juga Usai

Hakim militer AS yang mengawasi jalannya persidangan kasus lima terduga pelaku serangan 9/11 telah pensiun. Demikian kata Pentagon pada Senin (27/08/2018).

Selasa, 28/08/2018 21:20 0

Amerika

AS Lanjut Penjualan Jet F-35 Jika Turki Batal Beli Rudal S-400 Rusia

Anggota parlemen AS mengatakan bahwa Rusia dapat mengumpulkan intelijen pada teknologi F-35 melalui sistem S-400.

Selasa, 28/08/2018 20:45 0

Close