Jadi Cawapres Jokowi, KH Ma’ruf Amin Berhenti dari Ketua Umum MUI

KIBLAT.NET, Jakarta- Pasca ditetapkan sebagai Cawapres Jokowi, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH. Ma’ruf Amin dinyatakan nonaktif dari jabatan Ketua Umum MUI terhitung sejak Selasa 28/08/2018. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Prof. Didin Hafidhuddin .

Prof. Didin menjelaskan, jika nantinya terpilih, maka KH. Ma’ruf Amin harus menjalankan amanat perintah organisasi sebagaimana diatur dalam ketentuan keorganisasian MUI Pedoman Rumah Tangga Pasal 1 ayat 6 butir f . Menurutnya, dalam pasal tersebut ditegaskan bahwa jabatan ketua umum dan sekertaris jenderal/umum tidak boleh dirangkap dengan jabatan politik di eksekutif dan legislatif serta pengurus harian partai politik.

“Maka Ketua Umum MUI, Prof Dr KH Ma’ruf Amin harus mengamalkan perintah organisasi yaitu melepaskan jabatan sebagai Ketua Umum MUI apabila nanti terpilih menjadi Wakil Presiden RI,”kata Didin dalam konferensi Pers di Gedung MUI Pusat, Jakarta pada Rabu (29/08/2018).

Ia menegaskan bahwa demi menjaga marwah organisasi dan peran MUI maka seyogyanya organisasi MUI dan posisi-posisi di MUI tidak digunakan untuk kepentingan politik kekuasaan. Sebab, jika MUI digunakan untuk kepentingan kekuasaan, dapat memecah belah umat Islam dan bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Dewan pertimbangan MUI juga mengeluarkan himbauan kepada umat Islam dalam menghadapi pemilihan presiden dan wakil presiden. Umat islam dihimbau untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan tidak terjebak dalam permusuhan yang dapat merusak ukhuwah islamiyah.

BACA JUGA  Membaca Langkah Biden di Afghanistan

“Jadikanlah perbedaan aspirasi politik namun ukhuwah islamiyah tetap terjaga,”ujar Didin.

“Kami juga mengimbau kepada elite politik agar mengedepankan etika politik yang berkeadaban dengan tidak menampilkan rasa kebencian dan permusuhan yang dapat memecah belah bangsa Indonesia,”tandasnya.

Reporter: Qoid
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat