Ada Potensi Perpecahan Sosial Jelang Pemilu 2019

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR-RI, Maman Imanulhaq menyebut adanya potensi perpecahan dalam kerukunan sosial di Indonesia menjelang Pemilu 2019. Meski begitu, hal itu hanyalah potensi dan tidak terlalu besar jika masyarakat mampu untuk memahami mekanisme politik.

Menurut Maman, edukasi politik kepada masyarakat sangat diperlukan untuk memahamkan masyarakat terkait mekanisme politik. “Politik itu adalah hal yang biasa. Biasa dimana ada adu ide, gagasan, pemikiran dan sebagainya,” ujarnya dalam diskusi publik PolMark bertema ‘Pemilu dan Ancaman Retaknya Kerukunan Sosial’ di Menteng, Jakarta, Rabu (29/08/2018).

Maman mengatakan masyarakat, khususnya generasi milineal yang akan menduduki 48% dari pemilih pada pemilu 2019, harus diberikan pemahaman seperti para founding father Indonesia. Dia menjelaskan, para founding father Indonesia mempunyai cara untuk tetap rukun walau berada dalam berbeda pendapat dan pandangan.

“Kita tau bahwa akhirnya Bung Karno dan Bung Hatta akhirnya pecah, tapi dua-duanya tetap saling berkomunikasi. Bahkan disaat bung Hatta menengok bung Karno, disana ada kerinduan besar diantara dua kawan itu,” kata Maman.

“Itu yang seharusnya disosialisasilan kepada generasi milineal bahwa politik boleh berbeda, tapi hubungan pertemanan atau kerukunan sosial harus menjadi hal yang dijunjung,” imbuhnya.

Pria kelahiran Majalengka ini juga menyoroti forum-forum debat. Dia menyatakan kekhawatirannya akan konstelasi politik Indonesia yang diisi dengan hoaks, fitnah dalam forum-forum debat.

BACA JUGA  Din Syamsuddin dan Tengku Zulkarnaen Tak Masuk Pengurus MUI

“Dalam politik, perbedaan adalah hal yang wajar. Di politik adu argumen adalah hal yang wajar,” ujarnya.

Untuk mengatasi masalah keretakan kerukunan sosial, Maman menyimpulkan solusinya adalah gerakan literasi. Dia menekankan, gerakan literasi harus dimasifkan di kelompok manapun untuk mencegah kerukunan sosial terpecah belah.

“Jika gerakan Literasi ini tidak dilakukan maka kerukunan sosial akan terpecah belah, akan menjadi semakin rentan. Dan akhirnya kita akan melihat konstelasi politik bukan mencerdaskan, bukan menguatkan, tapi ujung-ujungnya adalah pertempuran-pertempuran yang tidak bermakna,” tandas Maman.

Reporter: Qoid
Editor: Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat