... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jajaran Pejabat Tinggi Keamanan Afghanistan Mundur, Ada Apa?

Foto: Kunduz, Afghanistan.

KIBLAT.NET, Kabul – Para pejabat tinggi Afghanistan yang bertanggung jawab atas keamanan dalam negeri, Sabtu (25/08), ramai-ramai mengundurkan diri. Diduga hal itu terkait perselisihan internal menyusul ketidakmampuan pemerintah menangani operasi Taliban dan serangan bom di Kabul.

Pejabat yang mengundurkan diri itu, Penasihat Keamanan Nasional Hanif Atmar, Menteri Pertahanan Thariq Syah Bahrami, Menteri Dalam negeri Wes Barmak dan Kepala Direktorat Keamanan Nasional Makshum Stankaza. Mereka mengundurkan diri selang hitungan jam.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Ahad (26/08), menolak pengunduran mereka kecuali Atmar. Ghani telah menunjuk Hamdallah Muhib sebagai pengganti Atmar. Muhib merupakan warga Afghanistan yang tinggal di Amerika Serikat.

Koresponden Al-Jazeera di Afghanistan mengatakan bahwa Atmar berseberangan dengan Ghani dalam sejumlah persoalan, di antaranya hubungan luar negeri, rekonsiliasi dengan Taliban dan kondisi keamanan yang terus memburuk di dalam negeri.

Ghani menyalahkan Atmar akibat hilangnya keamanan di seluruh negeri. Padahal, dia merupakan orang paling berjasa atas terpilihnya Ghani sebagai orang nomor satu di Afghanistan.

Ghani memerintah pejabat yang tidak diterima pengunduran dirinya untuk kembali bekerja. Namun belum ada jawaban dari mereka.

Pada bagiannya, dua sumber pejabat Afghanistan mengatakan kepada Reuters bahwa sebab utama pengunduran diri para pejabat itu karena berseberangan dengan pemerintah dalam hal kebijakan di tengah memuburuknya situasi keamanan.

Sebagaimana diketahui, Taliban menggencarkan operasi tahun ini dan membuat mayoritas pemerintahan di daerah tidak aman. Sebagian terkepung dan sebagian lainnya keamanan tidak menentu.

BACA JUGA  Serangan di Masjid Tewaskan 7 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Serangan terbaru sebelum Idlu Adha lalu di Ghazni. Taliban menyerang pusat kota sehingga memaksa pemerintah dengan dibantu militer AS bekerja keras menghalau serangan.

Kondisi itu diperparah dengan kerapnya ibukota Kabul menjadi sasaran bom, baik oleh Taliban atau ISIS. Hal ini semakin membuat warga tidak percaya dengan pemerintah.

Sumber: Al-Jazeera, Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Ekstasi Sepak Bola

Sepak bola dengan tetek bengeknya kini telah menjelma menjadi semacam perangkat terapi personal dan sosial masyarakat konsumer.

Ahad, 26/08/2018 11:55 0

Indonesia

Rumah Rusak Akibat Gempa Lombok Akan Diganti Pemerintah, Ini Nilainya

BNPB dapat mengusulkan alokasi anggaran kepada Menteri Keuangan untuk pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi

Ahad, 26/08/2018 10:35 0

Indonesia

Sahabat Syam Salurkan Hewan Kurban untuk Pengungsi di Kaki Gunung Rinjani

Di hari tasyrik terakhir, Sahabat Syam menyembelihkan 12 ekor kambing untuk korban gempa di kaki gunung Rinjani

Sabtu, 25/08/2018 21:09 0

Indonesia

Presiden Jokowi Keluarkan Inpres Sikapi Gempa Lombok

Presiden Joko Widodo mengeluarkan Intruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia No 5 Tahun 2018, tentang penanganan gempa Lombok.

Sabtu, 25/08/2018 20:54 0

Profil

Perjalanan Hidup Sang Pengarang Minhajul Muslim

Tokoh pendidikan kelahiran Al-Jazair ini mendedikasikan 50 tahun hidupnya untuk menjadi pengajar tetap di Masjid Nabawi. Kini ia telah menghadap Allah dengan tenang dan karya-karyanya terus mengalirkan pahala yang tidak terputus bagi dirinya.

Sabtu, 25/08/2018 20:45 0

Indonesia

Fadli Zon: Pemerintah Amatiran Tangani Gempa Lombok

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mengkritik lambatnya pemerintah menangani gempa Lombok.

Sabtu, 25/08/2018 18:37 0

Indonesia

Tak Jadikan Bencana Nasional, Pemerintah Abaikan Aspirasi Masyarakat Lombok

Ia menilai, masyarakat yang mendesak Presiden segera menetapkan bencana di Lombok dan daerah lain di NTB sebagai bencana nasional.

Sabtu, 25/08/2018 18:10 0

Manhaj

Karakteristik Umat Pilihan: Komitmen Kepada Allah dan Rasul-Nya

Komitmen tersebut dijalankan betul oleh Abu Ubaidah bin Jarrah, dia mengintruksikan kepada pasukannya untuk mengembalikan jizyah yang diambil dari Ahlul Kitab, karena tidak mampu menjaga keamanan mereka. Instruksi itu pun dilaksanakan dengan baik oleh para pemimpin Syam, dan mereka berkata kepada Ahlul Kitab, “Kami hanya ingin mengembalikan harta-harta kalian. Karena sesungguhnya, pasukan Romawi telah melebihi jumlah kami. Dan sekarang, kami harus segera pergi. Sebab, kami tak mampu lagi melindungi kalian.”

Sabtu, 25/08/2018 14:50 0

Indonesia

Jemaah Haji Mancanegara Mulai Tinggalkan Arab Saudi

Jemaah Haji Mancanegara Mulai Tinggalkan Arab Saudi

Sabtu, 25/08/2018 14:08 0

Indonesia

GTA Salurkan Hewan Kurban untuk Korban Gempa Lombok

GTA Salurkan Hewan Kurban untuk Korban Gempa Lombok

Sabtu, 25/08/2018 10:52 0

Close