... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Indonesia, Turki dan Lombok

Foto: Lembaga kemanusiaan Turki juga turut bantu korban gempa Lombok.

Oleh: Ahyudin, Presiden ACT Foundation

KIBLAT.NET – Penggulingan kekuasaan bagi sebuah negara, sesuatu yang serius. Pihak yang terlibat, sudah pasti diusut. Sehebat apapun usaha pemerintah sebuah negara membebaskan seorang tertuduh kudeta, pemerintah yang mengalami kudeta tetap meneruskan proses peradilan yang diperlukan.

Dunia melihat betapa Presiden Turki Erdogan, kukuh menolak intervensi pihak manapun atas peradilan Turki. Tidak juga terhadap Amerika, sehingga Amerika berang dan “adu kuat” mata uang. Digempur sisi keuangannya, nasionalisme Turki alih-alih melemah, justru menyatukan faksi-faksi dalam masyarakat Turki. Nasionalisme Turki satu barisan membela bangsa. Rakyat Turki bersatu menghadapi musuh yang nyata: negara asing yang konsisten mendambakan subordinasi Turki.

Pemboikotan ekonomi Amerika dan sejumlah sekutunya, buyar, malah semangat solidaritas negeri-negeri yang bersimpati terhadap Turki berupa “Gerakan Beli Lira (mata uang Turki)” dan investasi segar ke Turki seperti ditunjukkan Qatar, didukung rakyat Turki, berbalik “menggigit” ekonomi Amerika.

Nasionalisme rasional, menjadikan Turki pada niat serius menghadapi kekuatan yang mengusiknya. Turki begitu cepat membalik krisis menjadi kebangkitan. Dunia faham langkah konkret Turki membuka diri menampung pengungsi dunia memberi naungan dan makan untuk pengungsi.

Fenomena Turki meski dalam kasus berbeda, dari sisi nasionalisme bisa diambil ibroh nya, untuk menghadapi krisis kemanusiaan di Lombok (dan Sumbawa). Tantangannya, nasionalisme Indonesia ditantang dua pilihan: habis-habisan di kontestasi politik ataukah habis-habisan menolong korban bencana Lombok.

BACA JUGA  Wahai Mahasiswa, Gunakan Rumus Ini Saat Datangnya Ujian

Padahal tak harus jadi dua hal yang dilematis. Korban gempa Lombok diurus sama seriusnya dengan pemenangan politik. Sukses mengurus pemulihan Lombok, sukses memenangkan hati rakyat. Hati umat. Mereka yang abai mengurus Lombok, akan dirasakan abai mengurus umat. Indikator yang dipersepsi bukan hanya rakyat Lombok juga umumnya umat yang bersimpati terhadap Lombok, menahan status bencana Lombok (bahkan setelah Sumbawa diguncang gempa dan membekaskan kerusakan yang parah).

Berpolitik humanis, tak abai menolong korban gempa Lombok. Jangan biarkan rakyat Lombok berjuang sendiri. Jangan biarkan pengungsian korban gempa terlalu lama di tenda-tenda darurat. Hari ini mulai berikhtiar mandiri, usaha masyarakat membuat shelter, rumah sementara.

Cobalah berjalan di jalanan antar kabupaten di Lombok, saat malam hari sunyi. Rumah-rumah sedikit sekali yang tegak. Selama beberapa hari ini sudah mulai pembersihan puing. Terutama yang di tepi jalan. Kapan pendirian shelter? Kami sudah menyapa beberapa pimpinan lembaga, fase penyediaan shelter perlu jadi gerakan sosial.

Fokus semua elemen saat ini: selamatkan kehidupan; dan bangun kehidupan. Beradu banyak simbol organisasi, itu biasa saat semua ingin terlihat. Tapi saat yang diperlukan shelter, tak elok tak kunjung signifikan orang sebanyak ini, lembaga hebat-hebat tingkat pusat, nama-nama besar berkibar tapi tak juga memperlihatkan yang sangat diperlukan rakyat: shelter.

Hari ini, akhir Agustus 2018, setelah menyerap energi kepedulian, sejumlah Posko Kemanusiaan sudah tersebar di banyak tempat, juga dapur-dapur umum. Sebaran itu, perlu disempurnakan dengan pendirian shelter yang lebih manusiawi ketimbang sekadar tenda terpal. Kian padu lembaga kemanusian, kian cepat menyiapkan lebih banyak shelter. Usai sudah era tebar identitas. Sambung bakti kemanusiaan ini dengan karya urgen bagi Lombok.

BACA JUGA  Pentingnya Budaya Literasi bagi Pemuda Islam dalam Memajukan Indonesia

Belajar dari Turki, sama-sama krisis. Nasionalisme Turki, menghalau krisis yang diciptakan asing. Indonesia, harus bisa menjadikan krisis Lombok momentum mengekspresikan nasionalisme untuk menghalau duka korban gempa. Bersatu, bangkit unjuk amal untuk menyemai senyum di antara para pengungsi korban gempa.

Pemulihan Lombok, jelas hanya bisa jalan dengan kesungguhan. Tak soal disebut apa status gempa Lombok, tapi percepat menanggulangi nestapa rakyat Lombok yang dipapar bencana. Jangan batasi hirau Anda sempai sukses memenangi Pemilu saja. Segerakan urus rakyat susah, menunggu 2019 keburu rakyat Lombok berikhtiar sendiri semampunya; rasa percaya mereka keburu menguap.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Iran Perbarui Perjanjian Kerja Sama Militer dengan Suriah

Menteri pertahanan Iran dan Suriah telah menandatangani perjanjian kerja sama militer dan rekonstruksi baru.

Senin, 27/08/2018 16:29 2

Indonesia

Di Kaki Gunung Rinjani, Satu Tenda Ditempati 40 Keluarga Korban Gempa

Akibat banyaknya rumah yang rusak akibat gempa, keberadaan terpal dan tenda menjadi kebutuhan terpenting saat ini. Warga korban gempa mengaku sangat membutuhkan terpal untuk berteduh.

Senin, 27/08/2018 10:31 0

Iran

Setelah Umumkan Jet “Kautsar”, Pesawat Iran Jatuh dan Tewaskan Pilot

Pesawat itu dinamai Kautsar.

Senin, 27/08/2018 10:23 0

Video Kajian

Orang Cerdas Menurut Nabi – Ust. Tri Asmoro Kurniawan

KIBLAT.NET – Dalam versi kita, mungkin orang yang paling cerdas adalah orang dapat nilai Cum...

Senin, 27/08/2018 10:04 0

Suriah

Milisi Syiah dan Gerilyawan Bentukan Assad Bentrok di Abokamal

Insiden itu bermula ketika para petugas jaga di pos Hizbullah Lebanon ingin menangkap dan menyita senjata salah satu anggota Pertahanan Sipil, Khadr Al-Kawwan.

Senin, 27/08/2018 08:54 0

Indonesia

Begini Kesaksian Korban Selamat Kecelakaan Maut Rombongan Takziyah SCI

"Kejadian sekitar pukul 05.00 sehabis Salat Shubuh, mobil terpental-pental setinggi pohon pisang dimana pohon pisang yang dilompati mobil tidak alami kerusakan. Alhamdulillah saya masih sadarkan diri saat mobil diketahui sudah berada di dalam sawah. Saat itu saya mencoba mencari pertolongan," tuturnya melalui sambungan telephone, Senin (27/8/2018).

Senin, 27/08/2018 08:20 0

Afghanistan

Jajaran Pejabat Tinggi Keamanan Afghanistan Mundur, Ada Apa?

Diduga hal itu terkait perselisihan internal menyusul ketidakmampuan pemerintah menangani operasi Taliban dan serangan bom di Kabul

Senin, 27/08/2018 06:44 0

News

Alkohol Jadi Faktor Utama Kematian dan Penyakit di Seluruh Dunia

Berdasarkan analisis mereka, tidak ada tingkat alkohol yang aman. Karena setiap manfaat alkohol bagi kesehatan melebihi dampak buruknya pada aspek kesehatan lainnya, terutama kanker.

Ahad, 26/08/2018 16:11 0

Suriah

Belajar dari “Jaisyul Fath”, Faksi-faksi di Idlib Bentuk Ruang Operasi Baru

Faksi-faksi oposisi di Suriah utara dilaporkan telah membentuk ruang operasi militer bersama seperti "Jaisyul Fath" yang pernah dibentuk beberapa tahun lalu.

Ahad, 26/08/2018 14:24 0

Rusia

Mirip Era Uni Soviet, Upaya Rusia untuk Menghapus Muslim Tatar

"Sangat mungkin bahwa besok, Tatar Krimea akan dinyatakan sebagai penjahat paling mengerikan, dan ini akan menjadi dalih untuk genosida baru," kata pemimpin Mejlis Zair Smedlyaev.

Ahad, 26/08/2018 11:45 0

Close