... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Fahira Idris: Apakah Kebebasan Berpendapat Hanya Bagi Pemuji Pemerintah Saja?

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Upaya pengadangan dan penggagalan deklarasi #2019GantiPresiden dengan mempersekusi para aktivitisnya kembali terjadi. Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris menilai hal itu sudah sampai level yang mengkhawatirkan.

“Persekusi dan pemulangan yang dialami Neno Warisman di Pekan Baru, Riau dan pembubaran massa #2019GantiPresiden di Surabaya menjadi preseden buruk bagi demokrasi dan kekebebasan berpendapat yang sudah ‘berdarah-darah’ diperjuangkan pada Reformasi 1998,” kata Fahira dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net, Senin (27/8/2018).

Dia menegaskan negara yang berani mengambil demokrasi sebagai nafas untuk mengelola kehidupannya punya konsekuensi harus mempunyai konstitusi yang memberi ruang seluas-luasnya kepada rakyat untuk melakukan kritik terhadap siapa saja yang sedang berkuasa. Jaminan memberi kritik kepada penguasa inilah yang sebenarnya menjadi inti demokrasi.

Dalam negara demokrasi, lanjut Fahira, wibawa pemerintah hadir saat mampu memberikan penyadaran kepada semua rakyat dan aparatnya bahwa kritik sekeras apapun kepada pemerintah yang bekuasa harus dihormati dan dilindungi. Termasuk aspirasi sebagian rakyat yang ingin mengganti pemerintahan lewat Pemilu.

“Saya mau bertanya kepada rezim ini, apakah kebebasan berpendapat hanya bagi para pemuji pemerintah saja?” ujarnya.

“Karena ada gerakan yang sama yaitu menginginkan Presiden yang sekarang menjabat dua periode tetapi begitu dilindungi di setiap aktivitasnya,” tegas Fahira.

Menurutnya, ekspresi rakyat yang ingin mengganti pemerintahan lewat Pemilu dan yang ingin pemerintahan ini lanjut lewat Pemilu sama-sama harus dilindungi. Namun senator asal DKI Jakarta itu menilai hal tersebut tidak terjadi saat ini.

BACA JUGA  NGO Ini Tawarkan Ngopi Sepuasnya Di Muslim United

Karenya, dia meminta presiden sebagai pemegang mandat rakyat untuk hadir. Presiden juga harus menegaskan bahwa aspirasi atau gerakan apapun, selama tidak melanggar konstitusi dan peraturan perundang-undangan, wajib dihormati terutama oleh siapa saja dan harus dilindungi keamanan dalam setiap aktivitasnya.

“Tidak ada putusan pengadilan yang melarang #2019GantiPresiden. Artinya gerakan ini legal dan konstitusional,” tutur Fahira.

“Presiden harus bersuara dan merespon persoalan ini,” pungkasnya.

Reporter : Hafidz Syarif
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Indonesia, Turki dan Lombok

Oleh: Ahyudin, Presiden ACT Foundation KIBLAT.NET – Penggulingan kekuasaan bagi sebuah negara, sesuatu yang serius....

Senin, 27/08/2018 18:34 0

Suriah

Iran Perbarui Perjanjian Kerja Sama Militer dengan Suriah

Menteri pertahanan Iran dan Suriah telah menandatangani perjanjian kerja sama militer dan rekonstruksi baru.

Senin, 27/08/2018 16:29 2

Opini

Menangkal Virus Islamofobia di Tubuh Umat Islam

Jadi, bukan menjadi perkara yang mengherankan ketika Islamofobia terjadi pada masyarakat kafir dan musyrik. Adapun solusi mengatasi penyakit ini juga sudah jelas seperti apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad ﷺ

Senin, 27/08/2018 12:51 0

Iran

Setelah Umumkan Jet “Kautsar”, Pesawat Iran Jatuh dan Tewaskan Pilot

Pesawat itu dinamai Kautsar.

Senin, 27/08/2018 10:23 0

Video Kajian

Orang Cerdas Menurut Nabi – Ust. Tri Asmoro Kurniawan

KIBLAT.NET – Dalam versi kita, mungkin orang yang paling cerdas adalah orang dapat nilai Cum...

Senin, 27/08/2018 10:04 0

Suriah

Milisi Syiah dan Gerilyawan Bentukan Assad Bentrok di Abokamal

Insiden itu bermula ketika para petugas jaga di pos Hizbullah Lebanon ingin menangkap dan menyita senjata salah satu anggota Pertahanan Sipil, Khadr Al-Kawwan.

Senin, 27/08/2018 08:54 0

Afghanistan

Jajaran Pejabat Tinggi Keamanan Afghanistan Mundur, Ada Apa?

Diduga hal itu terkait perselisihan internal menyusul ketidakmampuan pemerintah menangani operasi Taliban dan serangan bom di Kabul

Senin, 27/08/2018 06:44 0

News

Alkohol Jadi Faktor Utama Kematian dan Penyakit di Seluruh Dunia

Berdasarkan analisis mereka, tidak ada tingkat alkohol yang aman. Karena setiap manfaat alkohol bagi kesehatan melebihi dampak buruknya pada aspek kesehatan lainnya, terutama kanker.

Ahad, 26/08/2018 16:11 0

Suriah

Belajar dari “Jaisyul Fath”, Faksi-faksi di Idlib Bentuk Ruang Operasi Baru

Faksi-faksi oposisi di Suriah utara dilaporkan telah membentuk ruang operasi militer bersama seperti "Jaisyul Fath" yang pernah dibentuk beberapa tahun lalu.

Ahad, 26/08/2018 14:24 0

Opini

Ekstasi Sepak Bola

Sepak bola dengan tetek bengeknya kini telah menjelma menjadi semacam perangkat terapi personal dan sosial masyarakat konsumer.

Ahad, 26/08/2018 11:55 0

Close