Senjata Mainan Murid TK Dipermasalahkan, Pakar Pendidikan: Masak Tema Perjuangan Bawa Balon?

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar Pendidikan Islam, Ari Prabowo turut angkat suara dalam polemik TK Kartika V Kota Probolinggo. Dia menyebut, viralnya kejadian ini disebabkan postingan video yang tidak menampilkan secara utuh pawai anak TK Kartika V tersebut.

Menurutnya, penampilan anak-anak dalam pawai 17 Agustus tersebut juga pastinya sudah dikomunikasikan sebelumnya kepada pihak orang tua.

“Saya sebagai pendidik melihatnya bahwa bahwa kegiatan itu tidak mungkin tanpa persetujuan orang tua,”kata pria yang akrab disapa Kak Ari tersebut kepada kiblat.net melalui telepon pada Kamis (23/08/2918).

“Forum komunikasi orang tua pasti ada, jadi kejadian itu sudah melalui pemikiran dengan tujuan yang luar biasa,” imbuhnya.

Dalam kejadian tersebut, Ari juga melihat adanya stigmatisasi terkait busana. Menurutnya, tak ada yang salah dengan busana yang dikenakan anak-anak karena busana muslimah merupakan hal yang harus ditanamkan sejak dini.

Terkait dengan membawa replika senjata, Ari menekankan penjelasan pihak sekolah bahwa tujuan sebenarnya adalah membangun spirit dari napak tilas perjuangan Rasulullah. Dia bahkan melihat kegiatan semacam itu perlu disesuaikan dan dimunculkan di setiap anak bangsa.

“Perjuangan identik dengan senjata. Masak tema perjuangan bawa balon, kan gak lucu juga,” lanjut Ketua Umum Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI) ini.

Ari juga mengaku melihat adanya gerakan Islamophobia dalam kejadian tersebut. Dia menilai, saat ini banyak pihak yang tidak menginginkan anak-anak muslim menjadi penerus perjuangan.

BACA JUGA  Ahli Virologi: Covid-19 Bukan Senjata Biologi

“Saya sebagai ketua PPMI melihat secara utuh bahwa tujuanya adalah bagaimana menanamkan semangat perjuangan dalam diri anak,”ujar Ari.

“Saya melihatnya Insha Allah orang tua anak-anak terlibat. Paling tidak orang tua sadar kebutuhan menanamkan semangat juang kepada anak itu perlu. Terlebih yang tidak turut diupload dalam video pawai adalah bendera merah putih kita,” pungkasnya.

Reporter: Qoid
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat