Akhiri Rangkaian Ibadah Haji, Jemaah Thawaf Wada’

KIBLAT.NET, Makkah – Lebih dari dua juta jemaah, Kamis (23/08), kembali ke Makkah untuk melaksanakan Thawaf Wada’ (Thawaf terakhir). Musim haji tahun ini disebut paling banyak jemaah dan berlangsung dengan aman meskipun terjadi ketegangan politik antara Saudi dan sejumlah Negara.

Para pejabat senior Saudi mengatakan bahwa rangkaian ibadah haji, yang tahun-tahun sebelumnya menyaksikan insiden desak-desakkan, kebakaran dan kerusuhan mematikan, tahun ini berjalan tanpa ada insiden.

Pangeran Khalid Al-Faisal, Emir Makkah, yang mengepalai Komite Sentral untuk Haji, mengatakan bahwa para petugas menggunakan sarana teknologi modern untuk mengatur musim haji tahun ini.

Seluruh jemaah tahun ini harus memakai gelang elektronik untuk membantu mengatur pergerakan jemaah di tiap-tiap lokasi pelaksanaan haji.

“Kami menantikan haji yang cerdas. Hal ini dengan menggunakan teknologi di semua tugas kami di masa depan. Insyallah, kami akan mengembangkan teknologi di lokasi-lokasi suci, yang akan segera diterapkan. Sepenuhnya akan bergantung pada teknologi dan komunikasi cepat,” kata Khalid.

Ratusan ribu jemaah telah melaksanakan lempar jumrah di Mina sebelum kembali ke Makkah untuk Thawaf Wada’ di Masjidil Haram.

Jumlah jemaah haji tahun ini sebanyak 2,37 juta. Mayoritas dari luar negeri dengan berbagai sifat dan watak.

Pemerintah Saudi sendiri menurunkan sebanyak 110 ribu pasukan keamanan dan 32 ribu petugas medis, yang siap bekerja cepat.

BACA JUGA  Menlu Saudi: Biden Akan Membuat Hubungan Saudi-AS Semakin Baik

Riyadh belajar banyak dari insiden berdesakan jemaah haji pada 2015 yang menewaskan sebanyak 800 jemaah. Saat itu terjadi bergerakan jemaah yang tidak teratur. Mayoritas korban terinjak-injak dan sesak nafas selama berdesakan.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat