... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rata dengan Tanah, Dusun Kebun Kunyit Tak Tersentuh Bantuan Pusat

KIBLAT.NET, Jakarta – Dusun Kebun Kunyit, Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara telah rata dengan tanah. Reruntuhan dan puing-puing bangunan memenuhi pemandangan.

Tak banyak yang dapat dilakukan warga setempat selain hanya menunggu bantuan. Harta benda dan keperluan lainnya telah tertimbun reruntuhan beton bekas rumah mereka.

Kepala Dusun Kebun Kunyit, Asrudin (37 th) mengungkapkan, seluruh Dusun Kebun Kunyit rata dengan tanah. Semua rumah-rumah penduduk roboh akibat guncangan gempa kecuali hanya dua rumah yang terbuat dari anyaman bambu.

Sayangnya, sejak awal gempa belum ada bantuan dari pemerintah setempat. Padahal warga yang tinggal di Dusun Kebun Kunyit mencapai 150 kepala keluarga yang terdiri dari 420 jiwa.

“Bantuan cuma masih dari lokal saja. Belum masuk dari pemerintah pusat, cuma dari desa saja. Kalau dari pemerintah pusat, kabupaten ataukah gubernur belum ada. Cuma dari desa tetap ada,” ungkapnya saat ditemui Kiblat.net di Dusun Kebun Kunyit, Kamis (23/08/2018).

Aksesnya pun tak terbilang mudah, karena harus melewati jalan sempit berkelok, perbukitan hingga daerah bekas longsor. Kehadiran relawan amat dinanti, warga mengerumuni relawan yang datang membawakan bantuan. Tak cuma itu, anak-anak hingga orang tua saling berebut permen yang dibagikan oleh relawan.

Menurut keterangan Asrudin, semua warganya kehilangan tempat tinggal. Bahkan, masjid bertingkat yang pernah berdiri megah di tengah desa amblas ketika gempa 7,0 SR mengguncang Lombok. Masjid itu kini hanya menyisakan kubah besar di atas reruntuhan.

BACA JUGA  Pengangkatan Puan Sebagai Ketua DPR Bentuk Nepotisme? Ini Kata Pengamat Politik

“Sepuluh menit setelah shalat Isya selesai baru gempa. Masjidnya sudah kosong. Baiknya lagi, anak-anak yang biasanya mengaji malam sedang tidak mengaji (libur). Kalau anak-anak yang di sini mengaji, habislah mereka,” sambungnya.

Bantuan yang Dibutuhkan

Asrudin menuturkan, bencana gempa telah menewaskan 3 warganya akibat terhimpit bangunan. Ia juga mengungkapkan bahwa kehidupan di tenda-tenda pengungsian menyebabkan warganya mudah terserang penyakit.

Selain bantuan bahan pangan dan kebutuhan sehari-hari, Asrudin berharap adanya bantuan obat-obatan dan alat masak. Pasalnya, hanya sedikit alat masak milik warga yang berhasil diselamatkan.

“Kadang ada satu priuk, kuali itu nanti ganti-gantian,” ujarnya.

Meskipun begitu, Asrudin mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan relawan yang menyalurkan bantuan ke desanya. Di antaranya relawan dari Griya Tabungan Akhirat (GTA).

“Saya dari perangkat wilayah mengucapkan banyak terima kasih kepada relawan khususnya dari Banten, Jakarta, Semarang dan Padang. Terima kasih pula atas semua yang dibawakan kepada masyarakat kami. Saya mungkin tidak bisa berbicara panjang lebar karena seperti inilah keadaan wilayah kami,” pungkasnya.

BACA JUGA  KH Luthfi Basori: Saya Hadiri Muslim United Ingin Memupuk Persatuan Umat

Reporter: Syafei Irman
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Wilayah Lain

Proyek Baru Israel: Pengibar Bendera Palestina Dipenjara Minimal Setahun

Baraco sudah berdialog dengan para pejabat senior pemerintah. Para pejabat Israel berjanji mendukung proposal RUU tersebut dan mempercepat proses persetujuan.

Kamis, 23/08/2018 10:07 0

Suriah

Jaulani: Tak Akan Ada Rekonsiliasi dengan Rezim di Idlib

“Fase yang dilalui jihad di Syam hari ini membutuhkan faksi-faksi bersungguh-sungguh dan berjanji di hadapan Allah kemudian di hadapan rakyat yang sabar bahwa senjata revolusi dan jihad merupakan garis merah yang tidak menerima rekonsiliasi selamanya yang akhirnya pada suatu hari berakhir di atas meja negosiasi,” kata Jaulani dalam rekaman audio yang dirilis HTS melalui Channel Telegram seperti dilansir Al-Jazeera.

Kamis, 23/08/2018 09:00 0

Lebanon

Pemberontak Hutsi Kunjungi Elit Syiah Hizbullah Lebanon

Dalam pertemuan ini, delegasi Hutsi dipimpin oleh Muhammad Abdul Salam yang dikenal juga sebagai juru bicara kelompok militan Yaman pro-Teheran tersebut.

Kamis, 23/08/2018 08:15 0

Yaman

AS Klaim Ahli Bom Canggih AQAP Terbunuh

Usairy diyakini pengatur operasi peledakkan pesawat yang menuju AS awal 2009 lalu. Seorang warga Nigeria, yang melakukan operasi itu, divonis seumur hidup.

Kamis, 23/08/2018 07:50 0

Video Kajian

Khutbah Idul Adha : Pesan Penting Rasul Saat Khutbah Wada’

KIBLET.NET – Khutbah Idul Adha : Pesan Penting Rasul Di Khutbah Wada’. Tepat pada tanggal...

Rabu, 22/08/2018 12:59 0

Suara Pembaca

Fokus Trauma Healing, Askar Kauny Kirim Relawan Guru Ngaji ke Lombok

Fokus Trauma Healing, Askar Kauny Kirim Relawan Guru Ngaji ke Lombok

Rabu, 22/08/2018 06:12 0

Artikel

Kapan Indonesia Merdeka dari Islamofobia?

Dan persis di momen perayaan kemerdekaan, anak-anak TK yang tak berdaya menjadi korban Islamofobia oleh bangsa sendiri, bangsa di mana kemerdekaan ditopang oleh perjuangan Umat Islam.

Rabu, 22/08/2018 00:18 0

Suara Pembaca

Rekayasa Pencitraan: Senjata yang Bakal Memakan Tuannya Sendiri

Ditulis oleh: Willyuddin A.R.Dhani (GNPF Ulama Bogor Raya) KIBLAT.NET – Saya memang tidak sempat menonton...

Selasa, 21/08/2018 20:30 1

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Taliban Sebagai Pemerintahan Islam

Dalam perkembangan terkini, rakyat Afghanistan tampak memberikan dukungan kepada Taliban, dan percaya terhadap kekuatan perjuangan Islam dan pembelaan terhadap tanah air yang diusung.

Selasa, 21/08/2018 20:19 0

Editorial

Editorial: Islamofobia di Hari Merdeka

Agak ironis rasanya jika tema kemerdekaan HUT RI ke-73 kali ini mengambil narasi Energi dan Kerja. Sementara media massa memaknainya dengan memunculkan energi negatif melalui Islamofobia, yang "mengerjai" Islam dan kaum muslimin.

Selasa, 21/08/2018 16:21 0

Close