... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Proyek Baru Israel: Pengibar Bendera Palestina Dipenjara Minimal Setahun

KIBLAT.NET, Tel Aviv – Anggota parlemen Israel (Knesset) dari Partai MK, Anat Barako, mengajukan proposal Rancangan Undang-Undang (RUU) yang akan menjatuhkan sanksi paling rendah hukuman satu tahun terhadap orang-orang yang mengibarkan bendera Palestina di wilayah Israel.

Proposal yang merupakan inisiatif individu ini datang setelah demonstrasi yang diselenggarakan oleh Komite Tinggi Masyarakat Arab (wakil badan tertinggi orang Arab di Israel) di Tel Aviv. Para demonstrasi yang memprotes disahkannya Undang-Undang Nasional itu mengibarkan bendera Palestina selama aksi.

Isi proposal itu berbunyi, warga yang mengibarkan bendera musuh atau bendera organisasi yang bukan sahabat Israel, seperti bendera PLO, selama demonstrasi akan dihukum dan dijebloskan ke penjara selama beberapa tahun.

RUU itu akan dibahas di pembukaan rapat sesi musim dingin Knesset pada Oktober, menurut surat kabar “Israel Today”.

Surat kabar itu mengatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi, Baraco sudah berdialog dengan para pejabat senior pemerintah. Para pejabat Israel berjanji mendukung proposal RUU tersebut dan mempercepat proses persetujuan.

Proposal itu menganggap bahwa RUU ini masuk dalam pasal, yang melarang perkumpulan tiga orang atau lebih yang mengancam keamanan umum. Akan ditambahkan ayat khusus yang berisi larangan mengibarkan bendera negara musuh dan badan lainnya yang bukan sahabat Israel.

Puluhan ribu orang berpartisipasi pada 11 Agustus dalam sebuah demonstrasi yang diselenggarakan oleh Komite Tinggi Masyarakat Arab untuk menuntut pencabutan Undang-undang Nasional.

BACA JUGA  7 Negara Ini Berhari Raya Kurban pada Senin

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjadikan berkibarnya bendera Palestina dalam demo itu semakin meyakinkan negaranya menolak tuntutan demonstran. “Mengibarkan bendera Palestina dalam demonstrasi adalah bukti terbaik dari kebutuhan untuk undang-undang hukum nasional,” tulis Netanyahu dalam akun Twitternya.

Undang-Undang Nasional—yang disahkan pada 10 Juli— mengakui Israel adalah negara Yahudi. UU tersebut menetapkan bahwa orang-orang Yahudi berhak berbuat apapun di Israel. UU tersebut juga tidak mengakui warga keturunan Arab.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pemerintah Memulai Program Rehabilitasi Rumah Pasca Gempa

Pemerintah memberikan bantuan warga untuk rumah kategori rusak berat sebesar Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, dan rusak ringan Rp 10 juta. "Kita mau membangun rumah yang baik, rumah yang tahan gempa," kata Wapres JK.

Kamis, 23/08/2018 09:34 0

Indonesia

Ahli Pidana: Pemotong Vidio Murid TK Bercadar Bisa Dijerat UU ITE

Nasrullah juga menyebutkan bahwa orang yang memotong vidio dan yang menyebarkan dapat dikenakan pidana.

Rabu, 22/08/2018 16:51 1

Indonesia

Rabithah Alam Islami Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa Lombok

Rabithah Alam Islami Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa Lombok

Rabu, 22/08/2018 15:16 0

Video Kajian

Khutbah Idul Adha : Pesan Penting Rasul Saat Khutbah Wada’

KIBLET.NET – Khutbah Idul Adha : Pesan Penting Rasul Di Khutbah Wada’. Tepat pada tanggal...

Rabu, 22/08/2018 12:59 0

Indonesia

Peringatan 10 Tahun AQL Islamic Center Dikaitkan dengan Peristiwa 9/11

Peringatan 10 Tahun AQL Islamic Center Dikaitkan dengan Peristiwa 9/11

Rabu, 22/08/2018 07:08 0

Suara Pembaca

Fokus Trauma Healing, Askar Kauny Kirim Relawan Guru Ngaji ke Lombok

Fokus Trauma Healing, Askar Kauny Kirim Relawan Guru Ngaji ke Lombok

Rabu, 22/08/2018 06:12 0

Artikel

Kapan Indonesia Merdeka dari Islamofobia?

Dan persis di momen perayaan kemerdekaan, anak-anak TK yang tak berdaya menjadi korban Islamofobia oleh bangsa sendiri, bangsa di mana kemerdekaan ditopang oleh perjuangan Umat Islam.

Rabu, 22/08/2018 00:18 0

Suara Pembaca

Rekayasa Pencitraan: Senjata yang Bakal Memakan Tuannya Sendiri

Ditulis oleh: Willyuddin A.R.Dhani (GNPF Ulama Bogor Raya) KIBLAT.NET – Saya memang tidak sempat menonton...

Selasa, 21/08/2018 20:30 1

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Taliban Sebagai Pemerintahan Islam

Dalam perkembangan terkini, rakyat Afghanistan tampak memberikan dukungan kepada Taliban, dan percaya terhadap kekuatan perjuangan Islam dan pembelaan terhadap tanah air yang diusung.

Selasa, 21/08/2018 20:19 0

Indonesia

GUIB: Pawai Palu Arit dan Separatisme Tak Dianggap Masalah, Tapi Cadar Dipermasalahkan

GUIB: Pawai Palu Arit dan Sparatisme Tak Dianggap Masalah, Tapi Cadar Dipermasalahkan

Selasa, 21/08/2018 20:09 1

Close