... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jaulani: Tak Akan Ada Rekonsiliasi dengan Rezim di Idlib

Foto: Abu Muhammad Al-Jaulani

KIBLAT.NET, Idlib – Pamimpin Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), Abu Muhammad Al-Jaulani, Rabu (22/08), memperingatkan faksi-faksi yang berada di Idlib bagian barat laut untuk tidak bernegosiasi dan menyepakati rekonsiliasi dengan rezim seperti di wilayah lain.

Pernyataan Jaulani ini datang di saat mata tertuju pada Idlib. Rezim Assad tengah mempersiapkan operasi militer besar untuk merebut wilayah terakhir oposisi Suriah itu.

“Fase yang dilalui jihad di Syam hari ini membutuhkan faksi-faksi bersungguh-sungguh dan berjanji di hadapan Allah kemudian di hadapan rakyat yang sabar bahwa senjata revolusi dan jihad merupakan garis merah yang tidak menerima rekonsiliasi selamanya yang akhirnya pada suatu hari berakhir di atas meja negosiasi,” kata Jaulani dalam rekaman audio yang dirilis HTS melalui Channel Telegram seperti dilansir Al-Jazeera.

Ia melanjutkan, salah satu dari kita saat ini yang berfikir bernegosiasi dengan rezim meletakkan senjata telah rugi. Hanya berfikir untuk menyerah kepada musuh dan menyerahkan senjata kepada mereka merupakan pengkhianatan.

HTS mengontrol mayoritas wilayah Idlib. Faksi-faksi Islam lainnya yang saat ini melebur dalam Jabhah Wathaniyah Lit Tahrir mengontrol sisanya. Di tambah lagi faksi-faksi kecil lainnya. Sementara militer rezim berada di pedesaan Idlib selatan dan timur.

Jaulani menekankan bahwa kesepakatan rekonsiliasi—yang saat ini terjadi di beberapa daerah yang dikendalikan oleh faksi-faksi oposisi, terakhir di Daraa dan Qunaithirah— tak akan terjadi di Idlib.

BACA JUGA  Patroli Gabungan AS-Turki di Suriah Dimulai

Rezim dan sekutunya mencoba menggunakan cara itu di Idlib. Namun, tegas Jaulani, saudara-saudara kalian di utara Suriah yang terdiri dari seluruh faksi mujahidin sudah menyadari rencana itu. Kami menangkapi para pemimpin dan penyeru mereka dan mengagalkan rencana rezim itu.

Dia menunjukkan, tidak mungkin kita mengandalkan titik pengawas militer Turki di utara dalam menghadapi (pasukan rezim). Ia juga memperingatkan bahwa sikap politik dapat berubah dari waktu ke waktu.

Rusia meminta Ankara untuk menemukan solusi mengakhiri keberadaan HTS yang masuk dalam daftar teroris PBB. Sementara Ankara berupaya menjadikan faksi-faksi oposisi satu kekuatan namun di bawah kendalinya.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ahli Pidana: Pemotong Vidio Murid TK Bercadar Bisa Dijerat UU ITE

Nasrullah juga menyebutkan bahwa orang yang memotong vidio dan yang menyebarkan dapat dikenakan pidana.

Rabu, 22/08/2018 16:51 1

Indonesia

Rabithah Alam Islami Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa Lombok

Rabithah Alam Islami Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa Lombok

Rabu, 22/08/2018 15:16 0

Video Kajian

Khutbah Idul Adha : Pesan Penting Rasul Saat Khutbah Wada’

KIBLET.NET – Khutbah Idul Adha : Pesan Penting Rasul Di Khutbah Wada’. Tepat pada tanggal...

Rabu, 22/08/2018 12:59 0

Indonesia

Peringatan 10 Tahun AQL Islamic Center Dikaitkan dengan Peristiwa 9/11

Peringatan 10 Tahun AQL Islamic Center Dikaitkan dengan Peristiwa 9/11

Rabu, 22/08/2018 07:08 0

Suara Pembaca

Fokus Trauma Healing, Askar Kauny Kirim Relawan Guru Ngaji ke Lombok

Fokus Trauma Healing, Askar Kauny Kirim Relawan Guru Ngaji ke Lombok

Rabu, 22/08/2018 06:12 0

Artikel

Kapan Indonesia Merdeka dari Islamofobia?

Dan persis di momen perayaan kemerdekaan, anak-anak TK yang tak berdaya menjadi korban Islamofobia oleh bangsa sendiri, bangsa di mana kemerdekaan ditopang oleh perjuangan Umat Islam.

Rabu, 22/08/2018 00:18 0

Suara Pembaca

Rekayasa Pencitraan: Senjata yang Bakal Memakan Tuannya Sendiri

Ditulis oleh: Willyuddin A.R.Dhani (GNPF Ulama Bogor Raya) KIBLAT.NET – Saya memang tidak sempat menonton...

Selasa, 21/08/2018 20:30 1

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Taliban Sebagai Pemerintahan Islam

Dalam perkembangan terkini, rakyat Afghanistan tampak memberikan dukungan kepada Taliban, dan percaya terhadap kekuatan perjuangan Islam dan pembelaan terhadap tanah air yang diusung.

Selasa, 21/08/2018 20:19 0

Indonesia

GUIB: Pawai Palu Arit dan Separatisme Tak Dianggap Masalah, Tapi Cadar Dipermasalahkan

GUIB: Pawai Palu Arit dan Sparatisme Tak Dianggap Masalah, Tapi Cadar Dipermasalahkan

Selasa, 21/08/2018 20:09 1

Indonesia

PKS Bantah Penetapan Gempa Lombok Bencana Nasional Rugikan Negara

PKS Bantah Penetapan Gempa Lombok Bencana Nasional Rugikan Negara

Selasa, 21/08/2018 19:18 0

Close