... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bermula Protes Suara Keras Adzan, Meiliana Divonis 1,5 Tahun Penjara

Foto: Meilina (44) terdakwa penistaan agama.

KIBLAT.NET, Medan – Kasus kerusuhan bernuansa SARA di Tanjung Balai, Sumut dua tahun silam berlanjut dengan penetapan status tersangka Meiliana (44). Majelis Hakim akhirnya menjatuhkan vonis 18 bulan penjara atau 1,5 tahun kepada perempuan itu karena melanggar Pasal 156A KUHP tentang penistaan agama.

“Menjatuhkan kepada terdakwa pidana penjara selama satu tahun enam bulan dikurangi masa tahanan,” kata hakim ketua, Wahyu Prasetyo Wibowo di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (21/08/2018).

Putusan majelis hakim ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya, JPU dari Kejari Tanjung Balai, Anggia Y Kesuma, juga meminta agar Meiliana dihukum satu tahun enam bulan penjara. Menyikapi vonis ini, Meiliana yang tampak terus menangis bersama pengacaranya menyatakan akan menempuh upaya banding.

Dalam dakwaan JPU sebelumnya, perkara ini berawal saat Meiliana mendatangi tetangganya di Jl Karya, Lingkungan I, kelurahan Tanjung Balai Kota I, Tanjung Balai Selatan, Tanjung Balai, Jumat (22/07/2016) pagi. Dia lalu berkata kepada tetangganya, “Kak, tolong bilang sama uwak itu, kecilkan suara mesjid itu kak, sakit kupingku, ribut,” sembari menggerakkan tangan kanannya ke kuping kanan.

Permintaan Meiliana ini disampaikan ke pengurus BKM Al Makhsum. Mereka lalu mendatangi kediaman Meiliana dan mempertanyakan permintaan perempuan itu, Jumat (29/07/2016) sekitar 19.00 WIB. Meilana pun membenarkan.

Saat itu, sempat terjadi adu argumen. Setelah pengurus masjid kembali untuk melaksanakan shalat Isya, suami Meiliana, Lian Tui, datang ke masjid untuk meminta maaf.

BACA JUGA  Indonesia Beri Pelatihan Pertambangan Bagi 65 Orang Perwakilan Afghanistan

Namun, kejadian itu terlanjur menjadi perbincangan warga. Masyarakat mulai berkumpul. Sekitar pukul 21.00 WIB, kepala lingkungan membawa Meiliana ke kantor kelurahan setempat agar lebih aman. Sekitar pukul 23.00 WIB, warga yang semakin ramai mulai melempari rumah Meiliana.

Kejadian itu pun meluas. Massa yang mengamuk membakar serta merusak sejumlah vihara dan klenteng berikut sejumlah kendaraan di kota itu. Meiliana lalu dilaporkan ke polisi. Komisi Fatwa MUI Provinsi Sumatera Utara membuat fatwa tentang penistaan agama yang dilakukan Meiliana.

Penyidik kemudian menetapkan Meiliana sebagai tersangka. Sekitar dua tahun berselang, JPU menahan perempuan itu di Rutan Tanjung Gusta Medan sejak 30 Mei 2018.

Sumber: Republika
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Wilayah Lain

Proyek Baru Israel: Pengibar Bendera Palestina Dipenjara Minimal Setahun

Baraco sudah berdialog dengan para pejabat senior pemerintah. Para pejabat Israel berjanji mendukung proposal RUU tersebut dan mempercepat proses persetujuan.

Kamis, 23/08/2018 10:07 0

Suriah

Jaulani: Tak Akan Ada Rekonsiliasi dengan Rezim di Idlib

“Fase yang dilalui jihad di Syam hari ini membutuhkan faksi-faksi bersungguh-sungguh dan berjanji di hadapan Allah kemudian di hadapan rakyat yang sabar bahwa senjata revolusi dan jihad merupakan garis merah yang tidak menerima rekonsiliasi selamanya yang akhirnya pada suatu hari berakhir di atas meja negosiasi,” kata Jaulani dalam rekaman audio yang dirilis HTS melalui Channel Telegram seperti dilansir Al-Jazeera.

Kamis, 23/08/2018 09:00 0

Lebanon

Pemberontak Hutsi Kunjungi Elit Syiah Hizbullah Lebanon

Dalam pertemuan ini, delegasi Hutsi dipimpin oleh Muhammad Abdul Salam yang dikenal juga sebagai juru bicara kelompok militan Yaman pro-Teheran tersebut.

Kamis, 23/08/2018 08:15 0

Yaman

AS Klaim Ahli Bom Canggih AQAP Terbunuh

Usairy diyakini pengatur operasi peledakkan pesawat yang menuju AS awal 2009 lalu. Seorang warga Nigeria, yang melakukan operasi itu, divonis seumur hidup.

Kamis, 23/08/2018 07:50 0

Video Kajian

Khutbah Idul Adha : Pesan Penting Rasul Saat Khutbah Wada’

KIBLET.NET – Khutbah Idul Adha : Pesan Penting Rasul Di Khutbah Wada’. Tepat pada tanggal...

Rabu, 22/08/2018 12:59 0

Suara Pembaca

Fokus Trauma Healing, Askar Kauny Kirim Relawan Guru Ngaji ke Lombok

Fokus Trauma Healing, Askar Kauny Kirim Relawan Guru Ngaji ke Lombok

Rabu, 22/08/2018 06:12 0

Artikel

Kapan Indonesia Merdeka dari Islamofobia?

Dan persis di momen perayaan kemerdekaan, anak-anak TK yang tak berdaya menjadi korban Islamofobia oleh bangsa sendiri, bangsa di mana kemerdekaan ditopang oleh perjuangan Umat Islam.

Rabu, 22/08/2018 00:18 0

Suara Pembaca

Rekayasa Pencitraan: Senjata yang Bakal Memakan Tuannya Sendiri

Ditulis oleh: Willyuddin A.R.Dhani (GNPF Ulama Bogor Raya) KIBLAT.NET – Saya memang tidak sempat menonton...

Selasa, 21/08/2018 20:30 1

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Taliban Sebagai Pemerintahan Islam

Dalam perkembangan terkini, rakyat Afghanistan tampak memberikan dukungan kepada Taliban, dan percaya terhadap kekuatan perjuangan Islam dan pembelaan terhadap tanah air yang diusung.

Selasa, 21/08/2018 20:19 0

Editorial

Editorial: Islamofobia di Hari Merdeka

Agak ironis rasanya jika tema kemerdekaan HUT RI ke-73 kali ini mengambil narasi Energi dan Kerja. Sementara media massa memaknainya dengan memunculkan energi negatif melalui Islamofobia, yang "mengerjai" Islam dan kaum muslimin.

Selasa, 21/08/2018 16:21 0

Close