Taliban Tolak Tawaran Gencatan Senjata Baru Ashraf Ghani

KIBLAT.NET, Kabul – Gerakan Taliban Afghanistan menolak gencatan senjata tiga bulan yang ditawarkan Presiden Ashraf Ghani seiring datangnya Hari Raya Idul Adha. Gencatan tersebut hanya memperpanjang keberadaan tentara AS, hal ini mengacu pada gencata tiga hari Hari Raya Idul Fitri lalu.

Dua sumber komandan Taliban mengungkapkan kepada Reuters pada Senin (20/08), jajaran pemimpin tinggi menolak menolak tawaran Presiden Ghani, Ahad lalu, untuk mengumumkan gencatan senjata tiga bulan yang dimulai dengan Idul Adha.

Satu dari sumber itu mengungkapkan bahwa gencatan senjata Idul Fitri pada Juni lalu hanya menguntungkan pasukan AS, yang Taliban ingin pasukan penjajah itu keluar dari Afghanistan. Pemimpin Taliban, Syaikh Haybatullah Akhunzadah, menolak tawaran baru itu dengan alasan hanya akan meguntungkan misi yang dipimpin AS.

“Kepemimpinan kami merasa bahwa keberadaan mereka (tentara AS) di Afghanistan akan terus berlanjut jika kami mengumumkan gencatan senjata sekarang,” ungkap dua komandan itu tanpa menyebutkan nama kepada Reuters.

Sementara itu, seorang pejabat di kantor kepresidenan Afghanian mengatakan bahwa gencatan senjata tiga bulan yang ditawarkan pemerintah itu bersyarat. Jika Taliban tidak menghormati, operasi militer akan terus berlanjut.

Taliban melancarkan gelombang serangan di berbagai bagian negara itu dalam beberapa pekan terakhir, termasuk serangan terhadap kota Ghazni, Kabul barat daya. Ratusan tentara pasukan dan luka-luka dari kedua kubuh dalam pertempuran itu.

Penolakan ini terjadi ketika pejabat pemerintah berusaha untuk membebaskan sedikitnya puluhan sipil dan tentara di sebuah bus yang dicegat Taliban. Bus-bus itu mengangkut warga dan tentara yang sedang menghabiskan liburan menuju Kabul.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengungkapkan bahwa pihaknya menghentikan bus-bus itu setelah mendapat informasi sejumlah pejabat kemanan ikut menumpang bus. Saat ini para tawanan dalam kondisi aman. Mereka tengah diintergoasi satu persatu dan akan dibebaskan setelah terkonfirmasi mereka bukan yang dicari.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat